
***Perguruan Naga Api***
Osiel Amarillo masih berharap bisa bertemu kembali dengan wanita yang dulu dia kasihi dan sayangi, sebagai seorang junjungan dan sahabat sekaligus saudara angkat yang sudah mereka berdua sepakati.
Dahulu saat pertama kalinya mereka berdua bertemu dan bersama, begitu banyak rintang dan hambatan yang sudah mereka lalui bersama. Mereka saling membantu dan mendukung, hingga mencapai apa yang di inginkan oleh Sang Queen Angel? Tidak mudah bagi Queen Angel mencapai posisi tertinggi di dunia Angel.
Banyak cobaan, rasa sakit, rintangan, dan halangan yang harus di lewati oleh Queen Angel. Dia adalah wanita tangguh, kuat, dan baik yang pertama kalinya Osiel kenal dulu. Iya benar, Osiel Amarillo adalah jelmaan binatang sakral burung Phoenix Api, yang mereka cari.
Selama mereka bersama, sudah banyak kenangan manis dan buruk yang mereka ukir dan lalui. Dari awal titik terendah hingga berada di titik teratas. Mencari beberapa pengikut setia seperti binatang sakral dan Angel lainnya, tidaklah pekerjaan yang mudah untuk Queen Angel. Semua butuh proses dan waktu yang sangat panjang.
Begitu Sang Queen Angel berada di titik teratas, bencana demi bencana menyerang dunia tengah Bumi. Queen Angel yang bertugas sebagai penjaga keseimbangan dari tiga dunia, tidak bisa hanya diam dan melihat begitu saja.
Semua bencana berusaha dia hentikan, dan memperbaiki dunia yang sudah di rusak oleh Dewa Kegelapan. Semua pengikut setianya juga ikut membantu, namun itu semua tidak bisa memperbaiki semua kerusakan, menghidupkan manusia yang sudah meninggal. Dunia terus di serang secara bertubi-tubi dan brutal.
Bahkan semua pengikut setia dari Queen Angel kalah, karena kelelahan menghadapi serangan yang terus-menerus tiada henti. Semua memiliki batasannya sendiri, begitu pula semua pengikut setia dari Sang Queen Angel.
Untuk melindungi dan mengakhiri semua bencana yang ada, Sang Queen Angel mengorbankan tubuh dan juga jiwanya di gunakan sebagai tameng perisai untuk melindungi dunia tengah Bumi. Agar semua serangan dari Dewa Kegelapan tidak bisa mengenai dunia Bumi lagi.
Itulah perpisahan mereka dengan Queen Angel pelindung keseimbangan tiga dunia. Sudah ratusan tahun lebih berlalu, kini terdengar kabar akan kebangkitan dari Sang Queen Angel, penjaga keseimbangan tiga dunia. Sudah di pastikan jika semua akan mencarinya, begitu pula Osiel Amarillo.
Namun wajah dari Queen Angel mereka yang pertama, jauh berbeda dari Queen Angel mereka yang sekarang. Sehingga Osiel Amarillo sulit untuk mengenali wajahnya, hanya mata birunya yang bening dan terang yang masih lekat dalam ingatan Osiel Amarillo.
Jadi saat ini, Osiel Amarillo masih berharap bisa bertemu dengan Queen Angel mereka. Dia ingin tahu wajah baru yang di miliki oleh Queen Angel, dan ingin melihat seberapa kuat gadis yang menjadi pemimpin tertinggi dunia Angel kali ini. Apakah gadis ini pantas menjadi junjungannya lagi atau tidak? itulah pertanyaan yang ada di dalam benak Osiel Amarillo.
"Lily Angel, katakan padaku. Apakah kau bersamanya saat ini?" Tanya Osiel Amarillo kembali, karena Lily Angel hanya diam saja.
Lily Angel nampak menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan Osiel Amarillo.
"Iya aku bersamanya." Jawabnya pasrah.
"Di mana dia sekarang?" Tanya Osiel dengan raut wajah penuh harapnya.
"Seharusnya kau tahu dan bisa menebaknya sendiri, kau adalah yang paling dekat dengannya." Balas Lily Angel masih berusaha menekan perasaan yang merasa tidak nyaman di hatinya.
"Apa maksudmu, Queen Angel sekarang ada di sini?" Tanya Osiel ingin memperjelas maksud Lily Angel.
Lily Angel hanya mengangguk pasrah, dengan tatapan mata yang sedikit kecewa. Osiel benar-benar lebih peduli pada Queen Angel.
__ADS_1
Osiel Amarillo segera memandang ke arah Zepania dan Tiara Angel yang sedang menyamar secara bergantian. Mereka yang sedang duduk mengapit Lily Angel.
Zepania dan juga Tiara Angel masih setia pada diamnya yang terlihat tenang. Mereka berdua tahu maksud Lily Angel, yang sengaja memberikan sebuah perintah untuk Osiel agar mengenali Queen Angel dengan usahanya sendiri. Osiel sedang melakukan itu sekarang.
Dia mencoba menebak di antara dua wanita di samping kiri dan kanan Lily Angel, siapakah Queen Angel yang sedang dia cari? Ini cukup sulit baginya, karena dia tidak dapat merasakan aura kekuatan apapun yang di miliki oleh Queen Angel? dia masih berusaha mengenali salah satu wanita yang ada di hadapannya itu.
Osiel mencoba memejamkan matanya, dan memikirkan hal-hal baik yang pernah dia lalui bersama Queen Angel. Banyak hal yang sudah terjadi, seketika sebuah kenangan terlintas di ingatannya. Dia pun mencoba membuka matanya kembali, dia mencoba menatap lekat dan dalam mata dari kedua wanita yang ada di samping Lily Angel secara bergantian.
Apa yang di lakukan oleh Osiel dapat mereka lihat, mereka hanya diam dan menunggu apa yang selanjutnya terjadi?
'Apakah kau bisa melihat dan mengenalinya, Volar.' Gumam Lily Angel di dalam hatinya, tentu saja dapat di dengar oleh Zepania dan juga Tiara Angel karena mereka masih terhubung.
"aku menemukannya." ucap Osiel dengan tegas.
Semua teman Osiel yang ada di belakangnya, seketika melihat ke arah Osiel. Sedangkan ketiga gadis yang ada di hadapan Osiel, masih diam dan menunggu. Apakah Osiel bisa menemukan sosok Queen Angel mereka yang sedang menyamar?
Osiel menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan, sebelum akhirnya dia memutuskan. Dia berharap keputusannya tidak salah, dia hanya mengikuti hati dan kenangan yang tadi dia lihat di ingatannya.
"Apakah ini anda yang mulia Queen Angel?" Tanya Osiel menatap gadis di samping Lily Angel.
"Apa kau yakin, Volar?" tanya Lily Angel serius menatap Osiel.
Osiel juga melihat ke arahnya, dia melihat sesuatu dari sorot mata Lily Angel saat ini. Dia sangat yakin akan pilihannya, karena kata hatinya yang menuntunnya. Dia tidak mungkin salah mengenali junjungannya, sahabat dan saudaranya yang sudah lama menghilang.
"Iya aku sangat yakin." Balas Osiel dengan tegas, sembari menganggukkan kepalanya.
Ada rasa yang tidak nyaman, semakin dalam dia rasakan. Lily Angel kini yakin jika dirinya tidak pernah ada di dalam hidup si Volar kecil.
Zepania terdiam tanpa mau bergerak dan menjawab sama sekali. Dia dapat merasakan kesedihan Lily Angel saat ini. Apakah mungkin Osiel si Volar kecil tidak memiliki perasaan yang sama terhadap Lily Angel?
"Bagaimana kalau tebakkan mu salah, tuan?" Kini Zepania yang sedang menyamar bertanya dengan menatap lekat Osiel.
"Tidak mungkin salah." Tolak Osiel.
"Bagaimana kalau tebakkan mu salah?" ulangnya kembali.
Osiel terdiam, tidak mungkin dia salah tebak. Tatapan mata itu, adalah tatapan mata Queen Angel. Itu pasti sorot mata milik Queen Angel. itulah keyakinan yang ia tanamkan di dalam hatinya menatap lekat gadis yang ia tunjuk.
__ADS_1
"Jika tebakkan ku salah, aku rela menerima hukumannya." Balasnya dengan sikap pasrah.
"Baiklah, bagaimana kalau kau benar?" tanya Zepania lagi.
"aku akan sangat senang, karena sudah lama aku menunggu hari ini. Di mana kita bisa bertemu, yang mulia." ucapnya dengan senyuman pada bibirnya.
Dia masih berharap, jika dia tidak salah tebak. Lily Angel bisa melihat senyum itu lagi, senyum yang selalu tulus di berikan kepada Queen Angel mereka. Queen Angel yang selalu ada di dalam pikirannya sejak dulu. Ada rasa sakit yang Lily Angel rasakan sekarang di hatinya.
Zepania yang menyamar, diam-diam meraih telapak tangan Lily Angel yang ada di atas pangkuannya. Zepania meremas lembut tangan itu, untuk menenangkan Lily Angel akan perasaan yang ia rasakan saat ini, karena Zepania dan Tiara Angel dapat merasakan perasaan sakit di hati Lily Angel.
"Semua akan baik-baik saja. Aku akan buat dia melihat mu juga Lily Angel. Ini janjiku padamu dan juga putrimu." Ungkap Zepania melalui telepatinya kepada Lily Angel.
Lily Angel bukan saja memiliki perasaan suka dan cinta yang besar terhadap Osiel si Volar kecil, tetapi ada sesuatu hal yang lebih penting di antara mereka berdua. Itu adalah putri mereka berdua, Rose Angel.
Rose Angel lahir dari anugerah Lily Angel dan sedikit kekuatan api dari si Volar kecil, yang merupakan binatang sakral burung Phoenix Api. Kelahiran itu terjadi di saat Volar sedang melakukan tugas yang di berikan oleh Queen Angel, sebelum terjadinya tragedi yang mematikan dahulu.
Lily Angel di bantu oleh Queen Angel, untuk menyatukan dua kekuatan dari Lily Angel dan si Volar kecil, sehingga lahirlah si kecil Rose Angel yang cantik yang lebih mirip dengan wajah sang ayah, yaitu si Volar kecil binatang sakral burung Phoenix Api.
Sedangkan si Volar tidak tahu jika dia dan Lily Angel memiliki seorang putri cantik yang kini sudah beranjak dewasa, dan menjadi gadis yang sangat cantik dan manis. Volar dulu hanya menitipkan salah satu dari tiga inti sari api sakral yang ia miliki kepada Lily Angel, dan inti sari itulah yang di gunakan oleh Lily Angel untuk melahirkan Rose Angel, putrinya bersama si Volar kecil.
Selain perasaan cintanya pada si Volar kecil, kenyataan inilah yang sedang di perjuangkan oleh Lily Angel. Rose Angel berhak tahu siapa ayahnya? Dan si Volar kecil harus tahu, jika dia memiliki seorang putri. Walaupun Lily Angel ragu apakah si Volar kecil akan menerima kehadiran putri mereka nantinya?
Zepania dan Tiara yang tahu kenyataan itu. Mereka berdua akan selalu mendukung Lily Angel dan juga putrinya Rose Angel, yang pasti juga merindukan sosok ayahnya si Volar kecil.
Zepania sadar kembali, jika saat raga dan jiwa Queen Angel hancur menghilang. Begitu banyak kesedihan, kehancuran hati dan perpisahan yang di alami oleh semua pengikut setia Queen Angel. Tanpa mereka dapat berbuat apapun? Perpisahan yang hanya bisa di satukan kembali oleh kekuatan tulus dari Sang Queen Angel.
Dapatkah Zepania Louise melakukannya? Itulah tugas yang akan dia selesaikan dengan cepat. Menyatukan beberapa pasangan dan hati yang sudah berpisah cukup lama. Zepania akan mulai dari hidup Lily Angel, si Volar kecil dan Rose Angel. Satu keluarga yang sudah lama terpisah.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
__ADS_1