
***Kerajaan Josh***
Mereka telah kembali ke dalam penginapan mewah, tempat mereka tinggal sementara di dalam kerajaan Josh. Zepania masih berpikir, apakah pangeran Pericles yang tiba-tiba datang ke tempat kejadian? tidak melihat apapun? dia masih curiga akan sikap tenang sang pangeran.
Entah mengapa Tiara Angel pun tidak bisa membaca pikiran pangeran tersebut? kedua gadis cantik itupun tidak tahu kekuatan sebenarnya yang di miliki oleh sang pangeran. Zepania dan Tiara Angel berpikir sangat tidak mungkin pangeran yang terlihat terhormat dan kuat dengan postur tubuhnya yang tinggi kekar, hanya memiliki kekuatan yang rendah.
"terima kasih, kamu sudah mengantar kami sampai ke penginapan ini." ucap Zepania dengan niat yang benar-benar tulus.
"tentu saja, kita kan teman. Jadi sudah seharusnya seorang teman saling menolong." balas pangeran Pericles.
Zepania dapat melihat ketulusan dari sorot mata sang pangeran.
"kakak…!!" panggil adik perempuan Zepania dari lantai atas, sedangkan Zepania, pangeran dan Tiara Angel masih berada di lantai dasar.
Zepania hanya melihat sang adik Oceana Louise sedikit berlari menuruni anak tangga, di belakangnya ada adik laki-lakinya Deano Louise yang mengikuti, terlihat jelas wajah mereka sedikit khawatir.
"kakak…kakak dari mana…?" tanya Oceana dengan nafas yang sedikit terengah karena lelah berlari menuruni anak tangga.
"kakak dari mengambil barang ke penginapan yang lama? ada apa? sepertinya ada sesuatu yang buruk telah terjadi?" tanya Zepania yang dapat merasakan kekhawatiran dari dalam hati sang adik, kekuatan Tiara Angel yang ada di dekatnya masih bisa di salurkan kepada Zepania.
"kakak… aku, kakak Deano dan ayah mencarimu dari tadi, apa kakak tidak tahu kalau sekitaran sini ada pertarungan yang menelan 4 korban !!"
Zepania langsung tahu maksud dari kekhawatiran dari sang adik. Tentu saja dia tahu, karena itu adalah ulahnya dan Tiara Angel. Mereka sudah mendapatkan kabar tentang perkelahian itu, yang artinya berita itupun cepat menyebar.
"kamu tahu dari mana?" tanyanya pura-pura baru mengetahui kabar tersebut.
perkataan Oceana terlihat jelas, kalau kabar yang mereka dapatkan tidaklah lengkap. Mereka tidak tahu kalau dalang dari pembunuhan itu ada di hadapan mereka.
"ada seorang pelayan di sini yang ingin pergi ke pasar kota melihat itu semua."
dalam hati Zepania dan Tiara Angel tersentak kaget, apakah pelayan itu melihat semua tindakan Tiara Angel dan Zepania?
"seorang pelayan? mungkin pelayan itu salah lihat, kakak baru saja dari sana !! tapi tidak melihat apapun yang terjadi?" ucapnya berbohong, sekedar ingin tahu siapa pelayan itu.
Pangeran nampak masih diam saja, dia tidak ingin terlalu ikut campur urusan Zepania dengan sang adik. Tujuan Zepania berbohong tentu untuk menutupi dirinya, lagi pula dia juga yang membantu Zepania untuk mengurus ke 4 mayat para penjahat yang ada di lokasi. Jadi lebih baik diam daripada ikut campur.
"masa sih kak…pelayan itukan penduduk di sini, jadi saat dia melihat ada perkelahian, dia langsung lari karena takut. Dia tidak jadi pergi ke pasar kota, dia terlihat ketakutan… pasalnya penjahat yang berkelahi dengan seorang nona muda adalah penjahat yang sering merampok di wilayah ini." jelas Oceana dengan apa yang dia dengar dari cerita sang ayah?
"berkelahi dengan nona muda…?" tanya Zepania berpura-pura terkejut.
"iya kak…itu yang aku dengar, iyakan kak Deano…?" ucapnya sembari melihat ke arah Deano yang tepat berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"iya kak…Oceana benar, ayah dari tadi mencari dan khawatir pada kakak, karena kakak tidak ada di kamar dan pergi tidak pamit pada ayah." ungkap Deano dengan santai, sesekali matanya melirik ke arah pangeran Pericles yang masih ada di belakang Zepania.
"maaf, kakak buru-buru tadi, yang penting sekarang kakak tidak apa-apa kan?" jawab Zepania dengan memasang wajah menyesalnya.
"ya sudah kak…ayo temui ayah, dari tadi dia cemas dan khawatir pada kakak." ajak Deano.
Deano tidak tahu siapa pria yang ada tepat di belakang Zepania? dia hanya memasang wajah datarnya karena merasa harus waspada dan hati-hati pada pria tersebut.
"ayo…tapi tunggu dulu…!!" ungkap Zepania, masih ingat akan keberadaan pangeran Pericles di belakangnya.
Zepania memutar tubuhnya menghadap ke arah pangeran Pericles, yang kini sudah menjadi temannya dan yang sudah mau repot-repot membantu Zepania, untuk mengurus ke 4 mayat para penjahat di lokasi.
"maaf pangeran, saya pamit ke kamar dan terima kasih atas semua bantuan anda." ucap Zepania sembari membungkukkan sedikit tubuhnya memberikan hormat anggunnya pada sang pangeran.
"silahkan !!" balas pangeran menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Tanpa banyak berpikir lagi, Zepania mengisyaratkan kepada kedua adiknya untuk bersikap sopan dan memberikan rasa hormat mereka pada pangeran Pericles. Mereka berdua mengerti apa yang di maksudkan oleh sang kakak, memberikan hormat mereka lalu pergi berlalu dari sana.
Tatapan tajam mata Deano dan pangeran Pericles beradu sejenak, Deano hanya bersikap waspada pada pria yang di panggil pangeran oleh sang kakak.
Oceana yang memang periang dan lincah, dengan gembiranya menggandeng lengan Zepania. Mereka berjalan beriringan untuk naik ke lantai atas, di mana letak kamar mereka.
Pandangan mata pangeran Pericles, tidak lepas dari Zepania hingga siluet dari bayangan Zepania menghilang. Pangeran hingga tidak sadar akan kedatangan kedua pengawal pribadinya. Yin si Singa dan Zang si Elang.
"apa semua sudah beres?" tanya pangeran langsung ke intinya.
"sudah yang mulia." Yin si Singa yang menjawab.
"ada seorang pelayan di penginapan ini yang melihat pertempuran itu. Selidiki dan bungkam mulut pelayan itu, ingat jangan di bunuh !!" perintah pangeran lalu melangkah untuk naik ke lantai atas.
"baik yang mulia." Yin menjawab, dia langsung tahu apa yang harus di lakukan.
Perintah itu langsung di lakukan oleh Zang, peringatan jangan membunuh pelayan itu sudah cukup jelas. Pelayan itu tidak sengaja melihat kejadian tersebut. Cukup membuat mulut pelayan diam seribu bahasa, sudah lebih dari cukup untuk di lakukan.
Zepania dan Tiara Angel sebenarnya tidak tahu, bila pangeran dan kedua pengawal pribadinya itu melihat semuanya dari awal. Pangeran juga dapat melihat pelayan pribadi Zepania menggunakan pedang Naga Merah yang melenggenda, pedang mistik yang memiliki kekuatan spiritual dan energi Qi pemiliknya.
Pangeran tahu cerita terakhir dari pedang Naga Merah itu, pedang Naga Merah itu adalah milik dari Tiara Angel. Angel inti murni dari ruang pikiran sang Queen Angel. Pemimpin tertinggi dari para Angel setelah Queen Angel.
Pangeran juga tahu kedua kekuatan elemen yang di gunakan pelayan wanita itu, memiliki cahaya berwarna putih. Warna yang cukup tinggi yang di miliki oleh Warrior biasa, pangeran juga dapat merasakan terbukanya kekuatan spiritual dan energi Qi dari salah satu gadis yang mereka lihat menang dalam pertarungan.
Entah siapa yang membuka kekuatan spiritual dan energi Qi dalam tubuhnya? pangeran tidak tahu jelas. Dia hanya bisa meyakini, bila salah satu dari gadis itu adalah seorang Warrior yang kuat dan tangguh. Mereka hanya melihat gadis pelayan pribadi itu saja yang bertarung, sedangkan Zepania hanya menghindar dan berdiri melihat serta mengamati pertarungan itu.
__ADS_1
Mereka juga tahu dan melihat langsung, ketua penjahat yang sudah tumbang menghilang begitu saja. Itu semakin membuat pangeran merasa curiga.
"Yin…selidiki dan awasi Zepania dan pelayannya itu, aku curiga pada mereka." perintah pangeran pada Yin si Singa.
"baik yang mulia."
Yin si Singa langsung mengerti apa yang di inginkan oleh junjungannya tersebut? Dia juga dapat melihat gadis pelayan yang cukup kuat dan tanggap dalam bertarung. Dua gadis yang mencurigakan, dan harus di cari tahu secepatnya tentang siapa sebenarnya dua gadis itu?
"aku curiga mereka berdua menutupi kekuatan mereka. Siapa sebenarnya mereka? bagaimana bisa pedang Naga Merah ada di tangan pelayan itu?" ucap pangeran pelan yang maasih bisa di dengar oleh Yin si Singa.
"pedang Naga Merah?" beo Yin si Singa.
"pelayan itu memakai pedang Naga Merah, salah satu pedang mistik, yang memiliki kekuatan spiritual dan energi Qi dari pemiliknya. Pedang Naga Merah pemilik terakhirnya adalah Tiara Angel, Angel tertinggi setelah sang Queen Angel. Aku yakin pedang itu asli." ungkap pangeran, sedangkan Yin hanya bisa menyimak.
Yin si Singa tidak tau bila pedang yang di gunakan oleh gadis pelayan itu, adalah pedang Naga Merah yang melenggenda, karena inilah pertama kalinya dia melihat pedang Naga Merah.
"apa yang mulia yakin itu pedang Naga Merah yang asli?"
"sangat yakin sekali, aku tahu pedang itu dari sebuah lukisan kuno tentang semua senjata mistik yang ada di dunia ini. Lukisan yang di buat oleh salah satu Angel inti murni, kau mau tahu siapa pelukis itu?" tanya pangeran melihat ke arah Yin si Singa yang menganggukkan kepalanya.
"Lily Angel, Angel yang memiliki The Manifestation change Of Magic, magic perubahan wujud. Lily Angel adalah Angel satu-satunya yang pandai melukis di antara ke 20 Angel inti murni."
"apa mungkin gadis pelayan itu adalah perwujudan dari Lily Angel yang menyamar, yang mulia…?"
"tidak mungkin itu Lily Angel, pedang Naga Merah tidak bisa di pakai dan di kendalikan oleh sembarang orang, kecuali sang Queen Angel yang memegang pedang 'Blue powers' yang bisa menyerap semua kekuatan magic dan elemen yang mengarah pada pedang itu, dengan kata lain pedang Blue Power adalah rajanya para pedang mistik, tidak kecuali pedang Naga Merah yang akan juga tunduk pada si pemegang pedang Blue Power."
"jadi menurut anda mereka siapa?" tanya Yin si Singa yang bertambah bingung akan penjelasan dari junjungan tersebut.
"aku tidak yakin dengan kecurigaanku ini, pasti salah satu dari mereka adalah Tiara Angel yang sedang menyamar."
"bila itu benar, tidak akan mudah kau untuk mengawasinya, karena Tiara Angel memiliki The Love Flower Of Magic, magic pengendali pikiran, perasaan dan hati seseorang. Jadi dia akan mudah mengetahui keberadaan mu." ungkap pangeran kembali.
Pangeran Pericles banyak tahu tentang semua kekuatan magic yang di miliki oleh para Angel inti murni, karena tadi saat pertarungan terjadi pangeran langsung curiga saat melihat pedang Naga Merah. Dia dengan cepat menutup semua kekuatan dan hawa tubuhnya beserta kedua pengawal pribadinya. Itulah sebabnya Tiara Angel tidak dapat merasakan keberadaan mereka tadi siang saat di lokasi.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.