
***Balai Pengobatan Froska***
Zepania selesai melakukan perawatan pada luka operasi Brisia yang kembali terbuka akibat gerakan yang tadi di lakukannya, kini giliran Tiara Angel yang menyalurkan kekuatan spiritual dan energi Qi dalam tubuhnya, untuk membantu penyembuhan luka dalam Brisia.
Bagaimana juga? Tiara Angel memiliki kekuatan penyembuh yang Zepania berikan padanya beberapa hari yang lalu, karena Zepania ingin beberapa Angel menguasai magic penyembuh agar saat terluka mereka bisa mengobati diri sendiri, dan teman mereka serta orang lain yang membutuhkan.
Tetapi tidak semua Angel inti murni yang bisa menguasainya, masih ada beberapa Angel yang tidak bisa menerima magic special tersebut dalam tubuh mereka, karena tidak mudah untuk mempelajari dan menguasainya.
Begitu selesai Zepania hanya berdiri di samping ranjang Brisia dan menatap teduh wajah pucat Brisia yang masih tertidur, Zepania membelai lembut pucuk kepala Brisia dan berkata harapan kepadanya.
"Cepatlah sembuh dan jangan terlalu memaksakan dirimu, aku akan selalu ada untukmu." Ucapnya pelan tetapi masih bisa di dengar oleh semua orang yang ada di sana.
"Hamba sudah selesai Putri mahkota." Ucap Tiara Angel melihat pada Zepania.
"Terima kasih…sudah mau cepat datang kesini."
"Itu sudah tugas hamba sebagai Angel yang harus melindungi mereka." Balas Tiara Angel melihat pada Brisia.
"Hamba juga di utus oleh sang Queen Angel untuk menemani anda putri mahkota, karena tabib wanita belum kembali dari perguruan Suci Putih." Ucap Tiara Angel memiliki inisiatif sendiri, yang membuat Zepania mengerutkan keningnya melihat kepada Tiara Angel.
"Mengapa begitu Tiara Angel?" Tanya selidik Zepania yang mencurigai maksud Tiara Angel.
"Bagaimana juga anda adalah salah satu titipan langsung dari sang Queen Angel putri mahkota, beliau tidak ingin anda lupa untuk mempelajari apa yang di ajarkan oleh tabib wanita kepada anda." Ucapnya tersenyum tipis karena Tiara Angel mengarang semua, agar bisa terus bersama Zepania.
Tiara Angel ingin terus bersama dengan Zepania sang Queen Angel yang menutupi semua kekuatan dalam dirinya, dan Tiara Angel tidak bisa begitu saja muncul dengan tiba-tiba di hadapan semua orang kalau Zepania dalam kesulitan, lebih baik ikut secara langsung bersamanya untuk melindungi Zepania.
"Izinkan hamba ikut secara terang-terangan nona.!!" Ucap Tiara Angel melalui telepatinya.
"Baiklah…terima kasih anda mau bersama hamba saat ini, dan sampaikan juga kepada sang Queen Angel rasa terima kasih hamba kepada beliau." Balas Zepania yang berpura-pura membungkukkan sedikit tubuhnya untuk rasa terima kasih dan rasa hormat terhadap Tiara Angel.
"Tentu saja putri mahkota, berterima kasihlah dengan cara belajar lebih banyak apa yang di ajarkan oleh tabib wanita." Balas Tiara Angel terseyum senang karena izin dari Zepania sang Queen Angel.
Semua orang yang ada di sana dapat mendengar percakapan mereka, mereka menatap kagum pada putri mahkota yang mendapat kesempatan dari sang Queen Angel, karena semua orang sangat ingin mendapatkan kesempatan menjadi salah satu pilihan dari sang Queen Angel.
Zepania membalik tubuhnya dan melangkah mendekati tabib kepala dan putra mahkota, bagaimana juga? Zepania tidak meminta izin mereka terlebih dahulu tadi saat membantu dan mengobati Brisia.
"Maafkan saya tabib kepala, maafkan hamba yang mulia putra mahkota, hamba sudah lancang menyentuh gadis itu." Ucap Zepania dengan membungkukkan tubuhnya dan memasang mimik wajah bersalahnya, agar tidak ada yang curiga.
"Tidak apa-apa putri mahkota, hamba yang merasa terhormat karena anda bersedia datang dan membantu kami." Ucap kepala tabib yang mengerti arti lirikkan dari putra mahkota, agar bersikap baik kepada Zepania.
"Apa kau baik-baik saja? Kau terlihat lelah…bagaimana kau tahu ada pasien yang mencarimu?" Tanya putra mahkota yang heran melihat Zepania ada di sana, dan ingin tahu.
"Apa anda lupa putra mahkota, di istana berita apapun akan cepat tersebar luas, dan hamba mendengar berita tersebut dari pelayan pribadi hamba yang tahu dari pelayan lain." Ucap Zepania yang tidak ingin Ivy mendapatkan masalah.
"Baiklah kalau begitu…apa kau akan kembali, biar aku antar kembali ke istana."
__ADS_1
"Tidak perlu yang mulia, hamba bisa kembali sendiri, lagi pula hamba masih menunggu gadis ini siuman, hamba yakin saat dia sadar, dia pasti mencari hamba lagi."
"Baiklah kalau begitu…kepala tabib siapkan ruangan untuk kami berdua, aku akan menemani putri mahkota, dan jangan lupa antarkan Tiara Angel pada ruangan Angel lainnya." Perintah Helios pada kepala tabib yang tidak bisa di bantah.
"Tapi yang mulia… " Ucap Zepania ingin menolak.
"Tidak ada bantahan atau kau kembali ke istana, apa kau pikir keluar istana sembarangan di perbolehkan?" Ucap Helios, dan itu benar.
Tidak ada yang bisa keluar masuk istana sembarangan. Apalagi tanpa izin dari para petinggi kerajaan, yang memiliki jabatan tinggi di dalam istana.
"Kau akan kembali bersamaku, kau pasti tidak membawa tanda pengenal istana kan? Sewaktu keluar istana tadi?"
"Iya yang mulia." Jawab Zepania menahan rasa kesalnya karena aturan tersebut, yang mengharuskannya ada satu ruangan bersama Helios yang selalu dia ingin hindari.
Helios dan Zepania masuk ke dalam satu ruangan yang di sediakan di balai pengobatan Froska, Zepania akan bertahan sampai Brisia siuman, lalu dia akan membawa Brisia masuk ke dalam ruang dimensi para Angel bersama Tiara Angel.
"Zepania…!" Panggil Helios saat mereka sudah duduk di meja yang sama, dan ini untuk pertama kalinya Zepania mendengar namanya di sebut.
Zepania hanya melihat ke arah Helios yang menatapnya lembut.
"Aku ingin membatalkan pelengseranmu, aku ingin kau tetap menjadi putri mahkota dan calon istriku." Ungkap Helios dengan menggenggam satu tangan Zepania yang ada di atas meja.
"Mengapa anda berubah pikiran yang mulia?" Tanya selidik Zepania.
"Maafkan segala kesalahanku dulu, ayo kita mulai dari awal lagi."
"Kenapa…? Apa kau ingin menghukumku dengan penolakan ini?"
"Tidak yang mulia …hamba hanya ingin hidup dengan apa yang hamba inginkan?"
"Apa yang kau inginkan…aku bisa memberikannya…!! Katakan apa yang kau inginkan?"
"Kebebasan…" Ucap Zepania yang membuat Helios memandangnya intens.
"Apa maksudmu kebebasan…?"
"Hamba tidak ingin terkurung terus di istana, hamba ingin bebas dan melakukan segala yang hamba inginkan dan sukai."
"Apa kau niat keluar istana, ingin keluar juga dari kerajaan Froska?"
"Iya." Jawab Zepania terus terang dan dia tidak ingin menyembunyikan apapun lagi.
"Kau melepaskan gelar putri mahkota, hanya untuk keluar dari istana dan kerajaan Froska?" Tanya Helios ingin memperjelas.
"Iya." Jawab Zepania tegas.
__ADS_1
"Jika aku memberikanmu kebebasan itu? Apa kau masih tetap mau bersamaku?"
"Apa maksud anda yang mulia?" Tanya Zepania tidak mengerti.
Zepania tidak tahu bila perasaan Helios telah berubah padanya, Helios telah jatuh cinta dan memiliki perasaan yang besar untuk Zepania saat ini, dan Helios hanya ingin Zepania yang menjadi pendamping hidupnya.
"Aku telah jatuh cinta padamu Zepania, dan perasaan ini baru pertama kali aku rasakan pada seorang wanita, dan itu kepadamu." Ungkap Helios yang membuat Zepania terkejut sekaligus tertawa lucu.
Sejak kapan Helios jatuh cinta padanya, segampang itu dia mengatakan jatuh cinta setelah kebenciannya pada Zepania selama ini. Sepanjang Zepania bersama Helios, tidak sekalipun Helios memperdulikannya dan melihat Zepania ada di dekatnya, Helios tidak pernah menganggap dia ada.
Jadi sejak kapan Helios melihat Zepania? Sejak kapan Helios mulai jatuh cinta pada Zepania? Apakah semenjak Helios melihat Zepania berubah menjadi cantik dan sedikit mempunyai keahlian? Itu sangat lucu bagi Zepania.
"Perasaan anda berubah, apa karena hamba sudah berubah seperti sekarang ini?" Tanya Zepania tepat sasaran.
Helios mulai jatuh cinta saat melihat senyum bahagia Zepania, yang menghiasi wajah cantiknya. Semenjak pertama kali wajah cantik Zepania terlihat, pada acara taman bunga istana, semenjak itulah hati Helios berdetak jika melihat Zepania.
"Jujur iya…dan aku menyesal dengan apa yang pernah aku lakukan padamu selama ini." Ungkap Helios jujur dan Zepania bisa melihat kejujuran itu pada sorot mata Helios.
"Lebih baik lupakan kita pernah ada ikatan pertunangan, dan carilah pengganti hamba yang lebih baik lagi, yang bisa seimbang mendampingi anda yang mulia. Lagi pula hamba tidak memiliki keahlian apapun yang hanya akan membuat anda malu."
"Itu sudah tidak masalah bagiku, walaupun kau tidak memiliki kemampuan dan kekuatan apapun, aku yang akan melindungimu, karena aku tulus dan benar-benar cinta kepadamu." Ungkapnya berterus terang dan Zepania dapat melihat kejujuran dari sorot mata Helios.
"Tapi hamba tidak memiliki perasaan apapun kepada anda yang mulia."
"Itu tidak masalah bagiku, sudah cukup aku yang mencintaimu, kita bisa mulai dari awal dan aku bisa memberikanmu kebebasan yang kau inginkan. Bila kau belum siap menjadi putri mahkota, aku akan menunggumu sampai kau siap kembali." Ungkap Helios dengan ketulusan di matanya dan menggenggam kedua tangan Zepania.
'*A*pa-apaan pria ini…? Begitu mudahkan dia mengatakan kata cinta? Dia pikir aku akan percaya begitu saja…? Akan aku ikuti permainanmu, kau bisa aku gunakan sebagai pionku untuk bisa keluar dari kerajaan ini dan mendapatkan keamanan selama aku tidak bisa memakai kekuatan dalam tubuhku.' Gumam Zepania dalam hati.
"Hamba hanya ingin bukti bukan hanya ucapan anda saja, apalagi hanya janji anda? Buktikan jika anda memang benar dan tulus mencintai hamba? Apakah anda sanggup menunggu hamba sampai siap menjadi putri mahkota kembali? Karena hamba tidak tahu sampai kapan hamba akan kembali…?" Ungkap Zepania ingin menguji Helios.
"Apa kau akan pergi jauh dan dalam jangka waktu yang cukup lama? Kemana kau ingin pergi?" Tanya Helios penasaran sekaligus terkejut akan pengakuan Zepania.
"Hamba akan pergi ke gunung suci, hamba ingin belajar ilmu pengobatan di perguruan Suci Putih, hamba sudah mendapat izin dan berkat dari sang Queen Angel, hamba ingin berguna bagi banyak orang." Ungkap Zepania membuat alasan, karena tidak mungkin dia mengaku akan pergi ke kerajaan Pericles, dan menyelidiki tentang kerajaan Kegelapan yang di pimpin oleh Dewa Kegelapan.
Helios hanya bisa diam menatap mata Zepania dengan lembut, dalam hatinya dia belum siap kehilangan Zepania, tetapi untuk mendapatkan hati Zepania dan menebus segala kesalahannya pada gadis ini, dia harus menerima segala keputusan dan keinginan Zepania saat ini.
Helios hanya akan mengikat Zepania sebelum dia pergi, karena Helios memiliki perasaan tidak nyaman dengan tujuan kepergian Zepania dari kerajaan Froska ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.