
Maharani sangat menikmati aktivitas berendamnya, sangat menenangkan pikiran juga hatinya. Dia begitu takjub dengan sungai Air Suci Angel yang tidak hanya membuat luka-luka cambuk di seluruh tubuhnya hilang tanpa bekas, tetapi juga membuat kulitnya kembali putih bersih bahkan secerah dan sehalus porselin. Jauh berbeda dari kulit pada tubuhnya yang asli di dunia kota B.
Saat dia teringat akan luka cambuk, seketika dia teringat jika dia sudah sangat lama meninggalkan penjara tempatnya terkurung sebelum datang ke ruang dimensi ini.
Dengan segera dia keluar dari bathtub dan segera membilas serta dengan cepat pula dia mengeringkan tubuhnya dengan jubah mandi. Maharani masuk ke dalam kamar, dan mendapati sebuah gaun putih layaknya gaun pada umumnya yang di pakai pada zamannya di kota B.
Tanpa kesulitan sama sekali dia memakai bra dan dalaman yang terbuat dari kain tipis bagai sutra, dengan di ikat cara pemakaiannya. Hampir mirip dengan dalaman di zamannya, hanya saja tidak memakai kaitan tetapi memiliki tali untuk mengikatnya. Gaunnya pun memakai kancing yang terbuat dari bahan kayu, dari sisi kiri dan kanannya memiliki tali untuk di ikatkan agar gaunnya dapat membentuk tubuh si pemakai.
Maharani tidak ada waktu untuk berdandan, walaupun dia sekilas melihat di atas meja rias ada sesuatu yang mirip dengan alat dan bahan untuk make-up. Namun semua memiliki bentuk berlainan dengan yang ada di zamannya, rambutnya yang masih basah hanya dia sisir dengan menggunakan tangannya saja.
Segera Maharani keluar dari dalam kamar dan memanggil Lily Angel.
"Lily Angel…Lily Angel…!!" Panggil Maharani pada Lily Angel sembari terus melangkah mencari di sekitar ruang tamu.
"Iya tuan." Jawab Lily Angel, keluar dari balik kamar yang ada di sebelah kamarnya tadi.
Maharani membalikkan tubuhnya ke arah Lily Angel, seketika Lily Angel terpesona melihat wajah bersih Maharani yang sangat cantik alami tanpa sentuhan make-up sama sekali, dalam hati Lily Angel bergumam.
'*Ap*akah ini tuanku yang tadi penuh dengan luka dan sangat kotor?' Gumam Lily Angel dalam hati yang membuat Maharani mengerutkan keningnya karena mendengar gumaman Lily Angel tentangnya.
"Tentu saja ini aku, kau pikir siapa?" Jawab Maharani tidak sadar jika yang dia dengar adalah suara hati dan pikiran Lily Angel. Bukan perkataan langsung dari bibir Lily Angel.
Lily Angel malah mengerutkan keningnya melihat intens kepada Maharani, karena tuannya bisa menjawab apa yang dia gumamkan dalam hatinya, dan dia ingin mencoba sekali lagi.
'Apakah tuan cantik adalah tuan ku Queen Angel?' Gumamnya lagi dalam hati untuk membuktikan, apakah benar tuannya bisa mendengar isi hati dan pikirannya?
"Tentu saja ini aku kau pikir siapa lagi." Jawab Maharani yang belum sadar kalau yang dia dengar adalah suara hati dan pikiran Lily Angel, dan Lily Angel tahu bahwa tuannya belum sadar jika dirinya bisa mendengar suara hati dan pikiran seseorang yang ada di depannya.
'*T*uan coba anda perhatikan bibir hamba.' gumam Lily Angel lagi dan Maharani pun mengikuti melihat ke arah bibir Lily Angel.
'Anda lihat apa bibir hamba bergerak untuk berbicara kepada anda, apakah anda masih bisa mendengar apa yang hamba bicarakan walaupun anda melihat bibir hamba diam tanpa bergerak untuk berbicara kepada anda?' gumam Lily Angel kembali yang membuat Maharani tersadar kalau dia masih bisa mendengar suara Lily Angel berbicara kepadanya, tetapi bibir Lily Angel tidak terbuka dan bergerak sama sekali untuk berbicara.
"Apa kau berbicara dalam hati dan pikiranmu Lily Angel?" Tanya ragu Maharani.
__ADS_1
'Iya tuanku, anda mendengar suara hati dan pikiran hamba.' Gumam Lily Angel sembari menganggukkan kepalanya.
Maharani tercengang hingga membuka mulutnya, kali ini dia percaya kalau apa yang di katakan oleh Tiara Angel benar adanya. Dia sekarang bisa mendengar suara hati dan pikiran seseorang didepannya, dan dia ingin mencoba sekali lagi untuk berbicara pada Tiara Angel yang ada di ruang Pikirannya.
"Tiara Angel, apa kau bisa mendengarku?" Tanyaku ragu dan Lily Angel tersenyum melihat apa yang Maharani lakukan.
"Iya tentu saja nona." Jawab Tiara Angel yang ada di ruang pikirannya, dan hanya Maharani yang bisa mendengar suara Tiara Angel.
'Tiara Angel apa kali ini kau bisa mendengarku?' gumam Maharani sekali lagi ingin membuktikan, jika dia dan Tiara Angel benar-benar bisa terhubung melalui suara hati dan pikiran serta telepati mereka.
"Tentu nona, hamba mendengar suara hati anda." Jawab Tiara Angel.
Maharani tersenyum senang dan mendekati Lily Angel, lalu memegang kedua telapak tangan Lily Angel.
"Lily Angel, aku bisa mendengarkan suara hati dan pikiran kalian." Ucap Maharani senang.
"Iya tuanku, karena itu adalah salah satu kekuatan special yang anda miliki, hamba senang anda dengan cepat bisa mendapatkannya, selamat tuanku." Balas Lily Angel senang melihat senyum gembira tuannya.
"Lily Angel, jangan panggil aku tuan lagi, aku tidak suka di panggil dengan sebutan tuan. Panggil aku nona saja." Ungkap Maharani yang tidak suka akan panggilan tuan dari Lily Angel.
"Baiklah tidak apa-apa, oya Lily Angel aku sampai lupa kalau aku sudah lama meninggalkan penjara, dan aku harus segera kembali. Aku takut nanti ketahuan tidak ada di sana." Jawab Maharani bertubi-tubi.
Lily Angel pun hanya tersenyum mendengar kekhawatiran nonanya.
"Tidak perlu khawatir nona, waktu di sana dan di sini berbeda, waktu disana satu detik di sini 1 jam. Waktu di sini lebih panjang dari waktu di luar sana, nona." Jawab Lily Angel menjelaskan.
"Kalau di luar 1 detik dan di ruang dimensi 1 jam. Itu artinya, kalau di luar 1 menit, di ruang dimensi 60 jam, begitu?" Tanya Maharani memastikan.
"Iya nona benar sekali, jadi anda tidak perlu khawatir bila anda berlama-lama di ruang dimensi." Jawab Lily Angel memastikan.
"Wah...hebat sekali."
"Jadi anda masih punya waktu untuk melihat sejenak buku yang akan anda baca."
__ADS_1
"Tapi tunggu dulu ! Aku sudah berapa lama di sini? Apa tidak sebaiknya aku keluar dulu sebentar untuk mengecek keadaan di luar, kalau sudah aman aku kembali lagi ke sini."
"Anda belum setengah hari di sini."
"Tapi aku khawatir Lily Angel, aku takut ketahuan bila tidak ada di penjara." Ungkap Maharani khawatir.
"Baiklah nona, anda bisa melihat bukunya sejenak, dan anda bisa membacanya nanti di luar. Jika ada orang datang anda bisa memasukkan buku tersebut ke dalam ruang dimensi kembali, bagaimana nona?"
"Itu lebih bagus, ayo tunjukkan di mana bukunya?" Ajak Maharani dengan cepat.
Mereka berdua melangkah beriringan memasuki ruangan dimana Lily Angel keluar tadi, di dalam terlihat seperti perpustakaan kecil dan ruang senjata. Maharani terpesona melihat ruangan tersebut yang tetap rapi dan bersih terawat, yang membuat dirinya kagum adalah berbagai senjata ada di sana.
Berbagai macam senjata ada di sana, ada 3 buah pedang yang ada di dalam box kaca, aneka belati berjejer rapi di rak kecil dengan ukiran naga dan burung Phoenix emas. Busur yang memiliki ukiran dua buah naga yang sangat cantik berwarna hitam dan emas, serta anak panah polos yang berada di dalam wadah. Satu yang membuat aku tertarik, terdapat sebuah alat musik harpa berwarna coklat mengkilap dengan bentuk polos tanpa ukiran.
Lily Angel pun tersenyum melihat aku terpana dengan semua senjata yang ada di sana.
"Semua senjata itu adalah senjata sakti yang memiliki kekuatan spiritual yang dulu anda miliki, tetapi saat ini semua senjata itu hanyalah senjata biasa saja, karena semenjak jiwa anda menghilang dan melebur senjata itu juga kehilangan jiwa dan kekuatan spiritual anda nona. Jadi anda harus berusaha mengembalikan kekuatan spiritual mereka agar bisa menyatu dengan anda kembali." Ungkap Lily Angel menjelaskan, dan Maharani pun mengerti. Ada perasaan bersalah Maharani saat melihat semua senjata yang terpajang tetapi seakan terlihat mati.
"Baiklah…aku akan berusaha untuk mengembalikan kekuatan spiritual dan jiwa mereka kembali." Balas Maharani dengan tulus.
"Baiklah, sekarang lebih baik anda bukalah kotak ini, di dalam ada buku yang hamba maksudkan." Ucap Lily Angel menunjuk sebuah kotak, seperti kotak peti kecil yang memiliki aneka ukiran yang Maharani tidak mengerti detailnya, karena sangat rumit bila di lihat sekilas.
Maharani perlahan membuka tutup atas kotak tersebut, dan betapa terkejutnya dia melihat sebuah cahaya yang menyilaukan mata, cahaya yang ada di dalam kotak tersebut berasal dari sebuah sampul buku tebal. Diapun mengambil perlahan buku tebal yang bercahaya itu dan mengeluarkannya dari dalam kotak.
Buku itu masih bercahaya, cahayanya berasal dari tulisan pada sampul buku yang di tulis dengan tulisan huruf latin yang sangat indah pada setiap goresan hurufnya. Tulisan latin tersebut menggunakan bahasa Inggris.
(Tulisan bahasa Inggris nya langsung di artikan ke dalam bahasa Indonesia oleh author ya, supaya gampang bacanya. Ini hanyalah pemikiran langsung dari author, mohon di mengerti, terima kasih🙏🙏🙏)
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.