SANG QUEEN ANGEL.

SANG QUEEN ANGEL.
54. Kebenaran Yang Tidak Ingin Di Dengar.


__ADS_3

***Kerajaan Josh***


Sinar mentari pagi muncul menyinari dunia, cahaya yang masuk dari sela-sela lubang angin di atas jendela sebuah kamar, membuat sepasang mata indah terbuka perlahan. Tubuhnya masih sedikit lemas, dan kepalanya terasa pusing.


Seorang gadis cantik dengan perlahan mengedarkan pandangan matanya melihat ke sekeliling kamar, dia merasa aneh dengan kamar tersebut. Terdengar jelas suara dengkuran halus ada di dekatnya, diapun mencari sumber suara tersebut.


Gadis itu adalah Zepania Louise, dia seketika terkejut dengan mulut sedikit menganga, melihat wajah tampan seorang pria ada di sampingnya. Mengapa ada dia di sini? itulah pertanyaan yang ada di pikirannya saat ini. Dia sangat mengenal siapa pria yang sedang tidur di sampingnya ini?


Seluruh pandangan matanya melihat ke sekeliling kamar, tapi tetap itu bukanlah kamarnya. Apa yang terjadi? Zepania mencoba mengingat sesuatu. Ingatan semalam saat dirinya sedang duduk di sebuah gazebo, Zepania tiba- tiba merasakan tubuhnya terasa tidak nyaman dan panas.


Zepania menyadari dirinya yang berada di bawah pengaruh obat perangsang, dia mencoba berteleportasi masuk ke sebuah kamar, yang Zepania pikir adalah kamarnya. Dia juga ingat melangkahkan kakinya dengan susah payah untuk masuk ke dalam sebuah bak mandi yang sudah terisi penuh dengan air. Tubuhnya terasa nyaman begitu berada di dalam air dan pelukan seseorang. Zepania ingat sekilas dia melihat wajah seseorang yang dia cium paksa, karena pengaruh obat yang membuatnya ingin sesuatu pelepasan agar terasa nyaman.


Dengan segera dia membekab mulutnya agar tidak berteriak, dia mencoba melihat dirinya dan juga pria yang ada di sampingnya. Pakaian Zepania masih lengkap, dia masih memakai gaun yang semalam dia pakai. Pria itu saja yang hanya memakai pakaian tidurnya.


Zepania mengingat kembali apa yang terjadi semalam semampu dia untuk mengingatnya? Kilasan itupun terjadi.


Flashback on…


Ciuman panas antara Zepania dan juga kaisar Felix membuat mereka terengah-engah. Zepania dapat membuka sedikit matanya yang berat, dia juga mendengar suara dari seorang pria yang berkata padanya.


"nona…apa kau bisa mendengarkan ku…?" tanya pria itu melihat dan memegang kedua lengan Zepania.


Zepania masih saja bergerak agresif karena menginginkan sesuatu yang lebih dari sebuah ciuman. Dia terus memeluk tubuh kaisar Felix yang sangat kekar saat dia sentuh. Sang kaisar berusaha memperlakukan Zepania dengan lembut, lalu berkata kembali.


Kaisar Felix menghela nafasnya sebelum melanjutkan perkataannya.


"baiklah…aku hanya berniat menolong mu, jadi jangan salahkan aku…" ucapnya.


Perkataan dari kaisar terputus karena ciuman dari Zepania, ciuman Zepania yang sangat lembut dan terasa manis pada bibirnya. Membuat kaisar Felix mengikuti untuk menikmati permainan bibir mereka.


Perlahan tangan kaisar Felix melingkar pada pinggang Zepania, tangannya meraba lembut punggung Zepania yang sudah berada di dalam air, tubuh Zepania di bawa naik duduk ke atas pangkuan sang kaisar. Mereka saling memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada setiap titik sensitif yang ada pada tubuh mereka.


Hingga lenguhan dan erangan keluar dari mulut mereka masing-masing, menikmati sentuhan lembut dan nikmat yang belum pernah mereka dapatkan selama ini. Kaisar Felix terus menuntun Zepania agar mendapatkan pelepasannya, dengan perlahan dan lembut kaisar Felix memperlakukan Zepania. Dia berusaha tidak menyakiti atau mengambil yang bukan menjadi miliknya.


Kaisar Felix berusaha sekuat tenaga menahan hasratnya juga, agar tidak membuat mereka akan menyesal di kemudian hari. Kaisar Felix membantu Zepania mendapatkan pelepasannya, tidak dengan berhubungan badan layaknya suami-istri, tetapi kaisar Felix hanya melakukan sentuhan dan ciuman lembut di setiap area sensitif yang ada di tubuh Zepania.


Zepania pun mendapatkan pelepasan dengan usaha yang tidak mudah dan tidak sebentar, apalagi kaisar Felix yang terus berusaha menahan hasrat di dalam tubuhnya? itu sangatlah tidak mudah untuk di lakukan oleh sang kaisar. Begitu Zepania mendapatkan pelepasan? tubuhnya langsung lemas dan tidak sadarkan diri, tepatnya tertidur.


flashback off…


Gaun Zepania yang basah tidak di ganti sama sekali, kaisar Felix mengangkat tubuh basah Zepania dan meletakkannya di atas lantai. Kaisar lalu menggunakan elemen api dan cahaya untuk mengeringkan gaun sekaligus menghangatkan tubuh Zepania.

__ADS_1


Begitu selesai kaisar mengangkat tubuh Zepania kembali dan membawanya ke dalam kamar tidurnya, dia membaringkan perlahan Zepania di atas ranjangnya. Kaisar tidak bisa membawa Zepania keluar dari kamarnya dalam keadaan seperti itu, apalagi saat ini waktu menunjukkan tengah malam, dia tidak ingin ada orang yang akan salah paham kepada mereka berdua.


Karena sudah sangat larut malam, tubuh kaisar Felix yang juga lelah akan rutinitas dan menahan rasa sakit akibat racun di dalam tubuhnya, memutuskan untuk beristirahat dan tidur di ranjang yang sama dengan Zepania. Dia akan bangun sebelum Zepania bangun besok pagi, tetapi semua yang di rencanakan oleh kaisar Felix gagal.


Pagi ini Zepania bangun lebih dulu, sedangkan kaisar Felix yang menyamar menjadi seorang pangeran Pericles, masih menikmati tidur nyenyaknya.


'apa kami melakukan hubungan itu?' gumam Zepania dalam benaknya.


'tapi bagian bawahku tidak terasa sakit sama sekali.' gumam Zepania lagi dengan melihat ke arah wajah tampan yang masih tertidur.


Zepania berpikir kalau dirinya dan sang pangeran sudah melakukan hubungan intim yang seharusnya tidak mereka lakukan. Zepania tidak tahu bagaimana caranya dia mendapatkan pelepasannya? Zepania mencengkeram kuat kain seprai di sampingnya.


Bagaimana kalau keperawanan yang selalu dia jaga selama ini, telah di ambil oleh pangeran yang ada di sampingnya saat ini? Itulah pikiran Zepania, dengan perasaan hatinya yang tidak menentu, apa yang akan terjadi padanya? kini dirinya sudah tidak suci lagi.


Perlahan air matanya mengalir ke atas pipinya, dia tidak bisa menerima kenyataan ini !! Zepania putus asa, hatinya benar-benar tidak nyaman.


Pangeran Pericles merasakan ada sebuah pergerakan di sampingnya, dia membuka matanya dan bisa melihat Zepania sudah duduk di sampingnya. Diapun bangun dan melihat Zepania menangis.


"ada apa…? mengapa kau menangis?" itulah pertanyaan pertama pangeran yang heran melihat Zepania menangis.


Zepania yang mendengar pertanyaan dari pria yang ada di sampingnya pun, melihat ke arah pria tersebut.


Pangeran Pericles yang mendapatkan pertanyaan dan tatapan sendu dari Zepania, melihat intens wajah Zepania yang terlihat polos tanpa make up sama sekali, tetapi tetap terlihat cantik. Kecantikan alami di pagi hari.


"apa maksudmu?" tanya balik pangeran yang belum mengerti maksud Zepania.


"aapaa…ki…kita telah mela…kukan itu semalam…?" tanya gugup Zepania, dia benar-benar tidak ingin mempercayai apa yang telah terjadi padanya.


Pangeran Pericles yang sedang menyamar itu, melihat kecemasan dan ketakutan pada sorot mata Zepania.


'apa dia mengingat semua yang telah terjadi semalam?' gumam pangeran dalam benaknya.


"jawab aku…!!" ucap Zepania sedikit meninggikan suaranya, karena sudah tidak sabar menunggu jawaban dari sang pangeran.


Pangeran menghela nafasnya perlahan sebelum menjawab. Sedangkan Zepania menahan nafasnya menunggu jawaban dari pangeran.


"iya…kita melakukannya." jawab pangeran.


Zepania menutup mulutnya yang menganga karena terkejut, akan jawaban yang dia dengar. Kebenaran yang di ungkapkan oleh pangeran, membuat Zepania berpikir kalau dirinya sudah tidak perawan lagi, karena dirinya dan pangeran telah melakukan hubungan intim semalam.


Pangeran yang menjawab dan mengakui sesuatu yang tidak pernah terjadi pun heran sendiri. Mengapa dirinya menjawab dan mengakui sesuatu yang tidak pernah terjadi di antara mereka berdua? Jawaban itu terlontar begitu saja.

__ADS_1


Air mata Zepania langsung lolos begitu saja, dia menutup wajahnya dan melepaskan tangisnya. Zepania tidak bisa percaya kebenaran yang tidak ingin dia dengar dan semua yang telah terjadi, kini hidupnya telah berubah. Zepania belum siap untuk ini, untuk kehilangan mahkota yang dia jaga selama ini untuk seseorang yang memang Zepania cintai. Walaupun cinta itu ada atau tidak untuknya di dunia ini.


"untuk apa kau menangis? semua sudah terjadi dan tidak bisa kembali lagi." ungkap pangeran meneruskan kebohongan yang dia ciptakan.


Pangeran tahu karena apa Zepania menangis? yang ada di dalam pikiran pangeran adalah, Zepania pasti menangis karena dirinya telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga baginya, atau Zepania menangis karena mengira mereka benar-benar melakukan hubungan intim suami-istri.


Pangeran hanya ingin sedikit membalas Zepania untuk yang terjadi kemarin siang, di saat Zepania dengan lancang menerobos masuk ke dalam kamar tidurnya, saat dirinya dalam kondisi kacau dan berantakan akibat menahan rasa sakit dari racun yang ada di dalam tubuhnya. Kondisi yang memalukan baginya, untuk di lihat oleh orang lain.


Zepania melihat tajam ke arah pangeran, menggampangkan segalanya, seolah itu bukanlah hal penting bagi Zepania.


Pangeran mengerutkan alisnya karena mendapatkan tatapan tajam dari Zepania.


"aku hanya menolongmu, seperti yang kau minta semalam." jawab pangeran santai, dan merasa tidak salah sama sekali.


Zepania sudah habis kata-kata, percuma mengatakan apapun? hanya akan menjadi lebih marah, kecewa dan sedih saja. Bila mendengar lebih banyak cerita yang terjadi semalam. Dengan gerakan cepat Zepania menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya.


Zepania berdiri di samping ranjang, dia tidak ingin mengatakan apapun? hati dan perasaannya sangat kacau saat ini. Saat Zepania ingin membalikkan tubuhnya untuk pergi, pangeran berkata lagi.


"kalau kau mau… aku bisa bertanggung jawab padamu." ucap pangeran terlontar begitu saja.


'mengapa aku mengatakan itu…? apa aku sudah gila?' gumam pangeran dalam hatinya. Dirinya juga bingung sendiri, mengapa bisa langsung mengatakan itu?


Zepania diam mematung, kedua tangannya mengepal kuat sampai buku-buku jarinya memutih. Dia merasa kalau dirinya begitu murahan, yang mudah sekali tidur dengan seorang pria.


"tidak perlu…terima kasih anda mau menolong hamba yang mulia." jawab Zepania dengan posisi tetap membelakangi sang pangeran.


Pangeran melihat semua gerak-gerik Zepania, dia juga tahu saat ini Zepania sedang menahan amarahnya. Pangeran ingin tahu, sampai mana Zepania bisa menolak niat baiknya, yang ingin bertanggung jawab. Itupun dia pikir karena jawaban yang asal saja untuk mengakui hal yang tidak pernah terjadi di antara mereka.


"aku serius akan bertanggung jawab, kau bisa menjadi salah satu selirku." jawab pangeran.


Pangeran tidak bisa mengatakan, kalau Zepania bisa menjadi istri sahnya, karena posisi itu sudah di miliki oleh seorang wanita yang akan menjadi takdir masa depannya kelak. Jadi dia hanya bisa menawarkan posisi seorang selir pada Zepania. Sedangkan Zepania yang mendengar jawaban tersebut, pergi begitu saja tanpa menjawab dan melihat ke arah belakang. Zepania pergi dengan langkah panjang dan lebarnya meninggalkan sang pangeran.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya....


Jangan lupa vote dan like nya.

__ADS_1


__ADS_2