Satu Hati Dua Rasa

Satu Hati Dua Rasa
Episode 10


__ADS_3

#Happy Reading's🌻


.


.


.


Jam pelajar selesai, kini beralih dengan jam istirahat. Nara dan Viana kini tengah menyantap makan siang mereka, yang di sela oleh obrolan-obrolan. Ketika sedang asik dengan obrolan mereka, tiba-tiba saja seseorang mendekati mereka berdua.


"Halo nona-nona..." Sapa Ansel kepada Nara dan Viana.


Semua orang yang berada di kantin sempat riuh karna kedatangan Ansel, apalagi sekarang semakin riuh karna Ansel mendekati dua wanita bunga kampus yang tak lain Nara dan Viana. Viana cukup terlihat antusias melihat kedatangan Ansel, sedangkan Nara hanya cuek saja dan tetap melanjutkan makanannya. Ansel ingin melancarkan aksinya untuk mendapatkan kedua wanita yang membuat Ansel tertarik itu.


"Halo juga..." Senyum manis Viana pada Ansel yang membuat hati Ansel merasa meleleh.


"Apa aku boleh bergabung nona-nona?" Tanya Ansel yang sudah duduk tepat dihadapan Nara dan Viana.


"Nggak!"


"Boleh!"


Nara dan Viana serentak mengucapkan kata yang berbeda, sehingga Ansel di buat kebingungan.


"Jawaban mana yang harus aku turuti?" Ansel tetap tersenyum menatap keduanya.


"Gue..." Serentak kembali Nara dan Viana.


"Hah?" bingung Ansel.


"Heh cobul! Emang gak ada lagi tempat lain buat lo gitu, selain disini?! Banyakan?! Mending lo cari tempat lain aja deh... Disini penuh!" Sergah Nara menolak Ansel untuk bergabung bersamanya dan Viana.


"Ra... Udah lah, biarin aja dia disini." Lirih Viana menyenggol lengan Nara untuk menyetujui Ansel bergabung.

__ADS_1


"Cobul?" Tanya heran Ansel ketika mendengar kata cobul dari mulut Nara.


"Iya cobul... Cowok bule!! Yaudah sono lo cari tempat lain!" Usir Nara kembali yang masih kekeh.


Tetapi, Ansel tetap kekeh juga untuk bergabung dengan Nara dan Viana. Viana yang melihat itupun sangat senang, karna menurut nya Ansel lebih memilih ucapannya ketimbang dengan ucapan Nara, yang lebih tepatnya mengusir dirinya untuk pergi.


"Eh! Kan gue suruh lo pergi!" Ujar Nara dengan sedikit menaikan nada biacaranya.


"Ra... Udahlah, dia lebih milih ucapan gue. Gak apa-apa kalo dia gabung, apa salahnya kan?" Ucap Viana meyakinkan Nara.


"Good girl... Kamu sangat baik cantik." Ansel mengedipkan satu matanya pada Viana dan mampu membuat Viana tersipu malu.


"Ck... Menyebalkan!" Nara memutar bola matanya dengan malas ketika melihat tingkah Ansel.


"Oh ya, aku belum tau nama kalian. Kenalkan nama aku Ansel." Ansel mengulurkan tangannya pada Viana terlebih dahulu di iringi dengan senyuman nya.


"Viana Agata, dan panggil aja Viana..." Viana membalas uluran tangan Ansel. Setelah Ansel mengulurkan tangannya pada Viana, kini Ansel juga mengulurkan tangannya pada Nara.


"Ansel..." Ansel mengulurkan tangan pada Nara sembari tersenyum padanya.


Mereka pun melanjutkan makanannya yang sesekali di seling oleh obrolan, yang lebih tepat hanya Viana dan Ansel saja yang lebih banyak mengobrol ketimbang dengan Nara yang hanya diam saja, sesekali membaca buku novelnya karna ia begitu malas dengan obrolan Viana dan Ansel, menurutnya sangat membosankan.


Tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi, semua orang yang berada di kantin pun sudah berlalu lalang meninggalkan kantin dan masuk ke kelas masing-masing. Setelah kepulangan mereka dari kampus, Nara dan Viana sudah bersiap-siap untuk pergi bekerja paruh waktunya untuk pertama kalinya.


"Vi, udah siap?" Teriak Nara yang menunggu Viana di depan rumah kontrakan mereka.


"Udah Ra... bentar lagi ni." Ucap Viana yang masih memoles wajahnya. Dan setelah itu, ia pun menyusul Nara di depan.


"Udah yuk Ra..." Ucap Viana yang sudah siap.


"Eh buset! Lo abis benerin keran bocor ya? Lama banget lo siap-siap juga!" Kesal Nara yang sedari tadi menunggu Viana bersiap-siap.


"Hehehe... Sorry-sorry, Yaudah yuk." Ajak Viana.

__ADS_1


Mereka pun melajukan motornya menuju restoran Mars, tempat mereka bekerja. Setelah sampai di restoran, Nara dan Viana segera menemui manager dan manager pun menyuruh Nara dan Viana berganti pakainnya dengan seragam restoran Mars. Nara ditunjuk sebagai pramusaji, sedangkan Viana ditunjuk sebagai kasir. Mereka berdua kini tengah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


.........


Malam pun tiba, seorang pria tampan sedang asik meminum kopinya di tengah hembusan angin malam di teras depan kamarnya, sembari menikmati indahnya malam yang di penuhi oleh bintang-bintang di langit. Dengan bulan yang bersinar begitu terang, sungguh indah pemandangan malam ini.


"Apa kalian sudah menemukan data mereka?" Ucap Ansel yang sesekali menyesap kopinya paitnya.


"Sudah tuan muda, ini dia..." Seorang pengawal itu menyerahkan dua amplop coklat pada Ansel. Dan Ansel pun menerimanya. Lalu membukanya satu persatu.


"Viana Agata... Anak pertama Haris Mahendra dan Sinta Ayudia. Memiliki adik perempuan yang berumur 10 tahun, bernama Viona Maudy. Seorang bunga sekolah yang terkenal dengan sebutan beautiful fakgirl dan memiliki reputasi baik dikampus. Mudah bersosialisasi, dan murah senyum. Heh, Dapat kau! Aku akan menaklukan mu terlebih dahulu Viana. Melihat karaktermu ini, sangat mudah bagiku untuk di taklukkan." Ansel tersenyum dengan penuh arti setelah membaca biodata Viana. Dan kini ia beralih ke amplop coklat satunya.


"Nara Lathesia Sanjaya... Anak pertama Dani Sanjaya dan Ranty Widiyanti Sanjaya, memiliki adik laki-laki yang berumur 16 tahun bernama Mario Sanjaya. Seorang bunga sekolah juga, terkenal dengan sebutan beautiful monster, yang memiliki sifat dingin dan cuek terhadap laki-laki. Kau sangat unik Nara... Aku akan menaklukan mu juga setelah aku menaklukan Viana. Aku ingin tahu, bagaimana jadinya jika kalian bertengkar demi diriku. Hah~ ini pasti akan menyenangkan..." Ansel pun menyimpan kedua amplop yang berisi biodata Nara dan Viana itu di laci kamarnya. Dan ia pun kini beranjak pergi dari mansion nya.


Jam menunjukkan pukul 9 malam, belum saatnya Nara dan Viana selesai bekerja. Sungguh lelah bagi mereka di hari pertama mereka bekerja. Disaat restoran itu terlihat sedikit sepi, Nara dan Viana pun berkesempatan untuk beristirahat sejenak. Nara menghampiri Viana di meja kasirnya.


"Huh... Cape banget hari ini!" Keluh Nara yang mendudukan dirinya di meja kasir bersama Viana.


"Bener, hari pertama kerja itu gak gampang ternyata. Huft, gue jadi pengen cepet-cepet rebahan di kasur empuk nan reyod milik gue!" Keluh Viana.


Disaat mereka sedang beristirahat, tiba-tiba saja mereka di kejutkan oleh seorang pelanggan yang menegor mereka berdua, sehingga Nara dan Viana langsung berdiri karna kaget.


"Hei!! Apa kalian tetap duduk santai seperti itu, ketika ada seorang pelanggan?" Ujar seorang pria itu kepada Nara dan Viana.


"LO?!"


"ANSEL?!"


Serentak mereka berdua ketika melihat Ansel lah seorang pelanggan tersebut.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2