
#Happy Reading's🌻
.
.
.
Parkiran kampus sangat riuh, ketika Ansel dan Viana terlihat turun bersama dari mobil Ansel. Bagaimana tidak? Bunga kampus bisa bersama dengan idola kampus yang baru, yang tak lain Ansel si cowok ganteng pindahan kampus itu. Banyak yang bedecak kagum akan keserasian mereka berdua, ada juga yang merasa iri terhadap Ansel maupun Viana.
Ansel menggenggam tangan Viana dengan mesra menuju kelas mereka. Hati Viana sangat berbunga-bunga, ia merasa senang Ansel bisa menggandengnya dengan sangat mesra dan Viana pun membalas genggaman Ansel. Mereka berdua saling tersenyum, layaknya seperti berpacaran yang sedang kasmaran.
"Vi, gue ke perpustakaan dulu yah... Gua mau ngambil buku pelajaran buat hari ini." Ucap Ansel pada Viana, dan Viana mengangguk seraya tersenyum manis. Ansel yang tak tahan melihat senyuman manis Viana, ia mencubit pipi Viana dengan gemas.
"Aduh... Kok lo nyubit pipi gue sih." Cemberut Viana.
"Abisnya lo gemesin sih..." Kekehan Ansel.
"Ah, lo sama aja sama Nara yang hobinya nyubitin pipi gue..." Viana mengusap-usap kedua pipinya. Ketika Viana menyebutkan nama Nara, ia baru tersadar akan keberadaan Nara.
"Tunggu-tunggu... Bukannya tadi Nara duluan yah ke kampus? Kenapa di belum dateng?!" Viana celingak-celinguk mencari keberadaan Nara.
"Eum, mungkin Nara lagi ada urusan kali." Ucap Ansel.
"Masa sih..." Ujar Viana mengingat-ingat Nara yang tak biasanya seperti ini.
"Ah sudahlah... Lo tunggu aja Nara disini, pasti juga sebentar lagi bakal dateng. Yaudah, gue cabut ke perpustakaan dulu." Ansel pun melangkah pergi menuju perpustakaan.
Di perpustakaan
Terlihat Nara yang membulak-balikkan bukunya dengan malas. Tangannya sibuk membulak-balikkan setiap bab buku, tetapi pandangannya melihat lurus kearah tembok perpustakaan. Nara terlihat bengong dan sedang memikirkan sesuatu. Wajahnya nampak berbeda, wajahnya agak sedikit pucat dan matanya terlihat sayu. Entah apa yang Nara pikirkan saat ini.
Ketika Nara sedang asik dengan pikirannya, tiba-tiba saja seseorang mengejutkannya.
BUGH
"BADAK LETOY!" Latah Nara yang terjingkrak kaget. Semua orang yang ada di perpustakaan melihat kearah Nara, dan Nara pun meminta maaf kepada semua orang di perpustakaan.
"Pfftt... Ngapain lo bengong disini." ucap pria yang membantingkan buku tadi dihadapan Nara sembari mendudukkan dirinya di samping Nara.
__ADS_1
Nara menoleh kearah pria tersebut, muka nya kini memerah menahan kesal dan malu. Nara pun mencubit lengan pria tersebut dengan kencang, sehingga membuatnya meringis kesakitan.
"Awww aww... Ampun-ampun!! Gue minta maaf." Rintih pria itu pada Nara dan Nara pun melepaskan cubitannya.
"Lo ngapain sih ngagetin gue!! Terus ngapain lagi lo duduk disini... Cepet pergi sono." Geram Nara mengusir pria itu.
"Yaelah... Gue kan cuman numpang duduk doang Ra. Masa lo tega ngusir cowok se ganteng kayak gue di usir gue gitu aja sih." Ucap pria itu memandang Nara dengan menumpu kepalanya di tangan sebelah nya.
"Kepedean banget sih lo Bay! Udah cepet pergi dari sini..." Nara mendorong-dorong kecil pada pria yang bernama Bayu itu.
Bayu adalah kakak kelas Nara yang beda satu semester dengannya. Sedari awal mereka bertemu, Bayu sudah memiliki perasaan terhadap Nara. Dan pernah sekali Bayu mengungkapkan perasaannya pada Nara, tetapi Nara menolaknya mentah-mentah. Dari kejadian itu, Bayu sempat menyerah dengan perasaannya.
Bayu tau, jika perempuan yang disukainya itu sangatlah berbeda dengan wanita lain. Sifat Nara yang cuek dan jutek itulah yang mampu memikat hati Bayu. Padahal Bayu termasuk salah satu idola kampus. Dengan tampangnya yang tampan, cool, ramah, dan juga lembut membuat banyak kaum hawa menyukainya. Banyak yang tahu jika Bayu menyukai Nara, hal itulah yang sempat para wanita mundur.
Saingan mereka terlalu berat, mereka merasa tak mampu jika bersaing dengan Nara yang notabenya seorang bunga kampus. Tetapi dengan sikap Nara yang super cuek, memberikan sebuah kesempatan untuk para wanita mendakati Bayu.
Tetapi tetap saja mereka tak bisa, karna Bayu hanya acuh saja. Dan dihatinya hanya Nara seorang. Bayu memantapkan hatinya untuk tetap mengejar dan memperjuangkan cintanya.
"Hei-hei... Oke-oke gue akan pergi, tetapi dengan satu syarat." Ucap Bayu yang terlihat tak menyerah.
"Haish, udahlah gak usah pake syarat-syarat segala... Lebay lo!" Jutek Nara.
"Yaudah, gue aja yang pergi dari sini!" Nara beranjak dari duduk nya, dan itu membuat Bayu juga beranjak dari duduknya dan mencoba mencegah Nara.
"Nar... Tunggu dulu!" Bayu memegang tangan Nara, dengan cepat Nara menghempaskan tangannya.
"Apaan sih!! Gak usah pegang-pegang!"
"Ups sorry... Gue gak ada niatan buat pegang-pegang lo." Bayu mengangkat kedua tangannya. Dan Nara pun melanjutkan langkahnya keluar perpustakaan. Ketika sudah berada diluar, Bayu kembali mencegah Nara.
"Nar... Nara dengerin gue dulu!" Bayu berusaha membujuk Nara untuk mendengarkannya. Dengan malas, Nara berhenti dan melihat kearah Bayu. Ketika melihat Bayu, Nara melihat mata Bayu yang sayu dan terlihat menyejukkan itu merasa iba padanya.
"Oke, gue akan dengerin lo. Tetapi jangan disini, banyak orang-orang yang memperhatikan kita." Nara berbicara dengan pandangan yang tak bisa diartikan oleh Bayu. Tetapi, Bayu merasa senang Nara memberinya kesempatan untuk berbicara.
"Ikut gue Nar." Bayu mengarahkan langkahnya kembali kedalam perpustakaan, dan itu di ikuti oleh Nara.
"Gue tau perasaan lo kayak gimana Bay... Gue juga pernah di posisi lo. Tapi maaf, gue belum bisa nerima lo karna gue masih merasa takut Bay. Lo pantes mendapatkan cewek yang lebih baik dari gue. Lo terlalu baik, bagi gue yang buruk ini." Lirih Nara mengikuti langkah Bayu dan memandang punggung Bayu.
Bayu pun membawa Nara kembali kedalam perpustakaan dan membawanya ke sebuah pojok rak-rak buku yang cukup sepi. Bayu berhenti disana, dan ia terlihat gugup dan sedikit bingung ingin berbicara dari mana dulu. Hatinya berdegup sangat cepat, ketika berhadapan dengan Nara. Nara juga merasa canggung saat ini, ia merasa tak enak dan hatinya juga berdegup tak beraturan.
__ADS_1
"Nar..."
"Bay..."
Serentak mereka berdua yang canggung satu sama lain.
"Ekhem, ada apa lo bawa gue kesini?" Tanya Nara yang sedikit was-was.
"Gu... Gue... Gue cuman mau bilang, gue cinta sama lo Nar. Eits, jangan dijawab dulu sekarang... Gue tau, lo bakal tolak gue lagi. Tapi, kasih gue kesempatan buat dapetin hati lo Nar. Gue mohon... Gue mau memperjuangkan cinta gue, yang mungkin gak penting bagi lo."
Bayu memegang kedua tangan Nara. Nara yang mendengar setiap kalimat yang dilontarkan Bayu, ia merasa terharu. Baru kali ini, ada seorang laki-laki yang terlihat begitu tulus mencintainya.
Tapi, Nara yang selalu memegang prinsipnya untuk tidak lagi percaya dengan cinta, ia sedikit bimbang. Ia ingin sekali menerima cinta Bayu, tetapi hatinya menolak. Ia masih trauma dan merasa takut masa lalunya akan terulang kembali. Nara masih takut ia akan merasakan rasa sakit lagi. Di satu sisi, ia merasa kasihan dan iba melihat Bayu yang begitu tulus untuknya.
"Eum... Sekali lagi gue minta maaf sama lo Bay, gue belum bisa nerima lo di hati gue. Tapi..." Ucap Nara menggantung dan terlihat ragu-ragu seraya melepas genggaman Bayu. Bayu semakin gugup dibuatnya.
"Tapi? Tapi apa?" Bayu mengulang ucapan Nara.
"Tapi... Tapi gue akan kasih kesempatan buat lo, untuk mendapatkan hati gue dan memperjuangkan cinta lo buat gue." Nara menundukan kepalanya karna malu. Mendengar itu, Bayu merasa ada harapan untuknya mendapat kan cinta dari Nara.
"Be... Benaran Nar?" Sumringah Bayu dan Nara pun mengangguk.
"Tapi ingat, jangan berlebihan! Gue gak suka lo ngedapetin hati gue dengan cara, lo selalu gangguin gue setiap hari! Gue gak suka itu, ingat!" Peringatan Nara.
"Kalo begitu, gimana gue bisa dapetin hati lo dengan cepat?!"
"Itu urusan lo... Bye!"
Nara membalikan badannya dan pergi dengan senyum sinis. Ketika Nara ingin melewati rak-rak buku, dari arah berlawanan tiba-tiba saja ia menabrak seseorang dengan keras sehingga Nara terjatuh. Dan ia tak sengaja menarik kerah baju seseorang yang ditabraknya, sehingga seseorang itu ikut terjatuh.
BRUK
.
.
.
TBC
__ADS_1