
#Happy Reading's🌻
.
.
.
🌻Bandara Soekarno Hatta 🌻
Ansel, Abraham dan Riani sudah sampai dibandara Soekarno Hatta. Mereka menaiki mobil pribadinya di jemput oleh asisten pribadi Abraham yang berada di indonesia.
"Silahkan Tuan besar, nyonya, dan tuan muda." Ujar Hans asisten pribadi Abraham. Dan mereka pun menaiki mobil menuju mansion utama keluarga Wihama yang berada di jakarta.
Setelah sampai di mansion utama, Ansel dan kedua orang tuanya turun dari mobil. Mereka disambut dengan hangat oleh para maid atau pelayan-pelayan, yang sebenarnya sudah ada sedari dulu dan semua maid itu untuk menjaga mansion utama agar tetap terawat sehingga setiap keluarga Wihama ke mansion utama, keadaan mansion tetap bersih dan rapih.
"Selamat datang tuan besar, nyonya, dan tuan muda." Tunduk semua maid dengan serempak. Ada sekitar 45 maid yang menjaga di mansion utama.
"Sudah 9 tahun kita tidak kemari, tetapi suasana nya tetap terlihat sama." Senyum sumringah Riani ibunya Ansel seraya menggandeng lengan Abraham sang suami.
"Ya, kau benar sayang. Mansion ini tetap sama, masih seperti 9 tahun yang lalu." Timpal Abraham. Tangan yang di gandeng Riani ia lepas dan beralih merangkul pinggangnya.
"Mom, Dad, aku akan ke atas dulu untuk beristirahat." Ucap Ansel.
"Istirahatlah sayang... Mommy dan daddy mu juga akan beristirahat dan setelah itu kita makan malam." Ujar Riani pada anak semata wayangnya, dan dibalas anggukan oleh Ansel.
Ansel pun melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Ketika Ansel membuka pintu kamarnya, ia melihat-lihat ke sekililing ruang kamarnya dan terlihat masih sama seperti 9 tahun yang lalu. Dengan cat berwarna abu terang yang terlihat sangat menawan, dan beberapa mainan nya ketika masih kecil, masih terpajang di meja dinding.
"Luar biasa... Ini masih sama seperti dulu." Ansel menidurkan dirinya keatas kasur king size nya, dan setelah itu terlelap.
......................
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
"Ra... Nara..." Viana mengetuk pintu kamar Nara.
"Hmmm, ada apa Vi? Buka aja pintunya, gak di kunci kok." Ujar Nara terbangun dari tidurnya.
"Gue laper Ra, beli makan yuk..." Viana sudah berada di pinggir ranjang Nara, ia memelas karna dirinya begitu sangat lapar. Mereka belum makan siang, dan hanya meminum kopi saja.
"Yaudah ayo... Gue juga laper nih. Lo tunggu aja di depan, gue mau siap-siap dulu." Ucap Nara, dan Viana menunggunya di depan.
Tak lama kemudian, Nara pun sudah bersiap-siap untuk pergi mencari makanan bersama Viana. Mereka membeli makanan di ujung sebrang jalan komplek yang tak jauh dari rumah kontrakan mereka.
"Bang, pesen pecel ayam nya dua porsi yah... Sama satu teh anget, dan satu es teh manis." Nara memesan dua makanan pada penjual pecel ayam & pecel lele tersebut.
#Dikediaman Wihama
Di meja makan, Ansel dan kedua orang tuanya sedang makan malam.
"Ans, kamu besok akan kuliah di kampus milik sahabat Daddy. Dan daddy sudah mengurus semua kepindahan kamu." Ucap Abraham menghentikan makan Ansel.
"Ans, Mommy mau tanya sama kamu." Riani kembali menghentikan makan Ansel.
"Ada apa Mom?"
"Apa kamu sudah putus dengan Elsa?" Tanya Riani dengan serius.
"Belum, memangnya kenapa?" Tanya heran Ansel, tak biasanya mommy nya itu menanyakan tentang pacarnya.
Abraham dan Riani selalu cuek dengan tingkah anaknya yang playboy itu. Tetapi mereka percaya bahwa anak semata wayangnya tak mungkin melakukan hal yang diluar batas. Mereka juga tahu, bahwa Ansel tak pernah serius dengan pacar-pacarnya itu.
"Mommy mau, kamu serius dengan Elsa." Lanjut Riani.
"What?! Mommy becanda yah? Ans cuman main-main aja sama Elsa, gak mungkin serius!" Elak Ansel.
"Huft, begini... Keluarga Elsa dan keluarga kita sangat dekat, dan mommy gak mau kamu menyakiti hati Elsa. Mommy liat, Elsa sangat mencintai kamu Ans."
__ADS_1
"Tapi Mom..." Belum sempat Ansel menjawab Riani, Abraham menyelanya.
"Mommy mu benar, bagaimana pun juga Elsa adalah anak sahabat daddy. Kamu harus serius dengannya, jangan pernah menyakiti hati Elsa." Tutur Abraham.
"Mom, Dad, kalian kan tahu Ans tak pernah serius ketika berpacaran. Ans hanya main-main saja, dan tidak pernah mengaitkannya dalam cinta. Ansel gak mungkin serius dengan Elsa." Elak Ansel.
"Tapi Ans... Cobalah kamu buka hati kamu untuk Elsa. Mommy yakin, dengan seiringnya waktu, kamu akan membuka hati kamu pada Elsa."
"Baiklah-baiklah... Ans akan berusaha membuka hati Ans untuk Elsa. Tapi kalo hati Ans tetap tidak menerima Elsa, tolong mommy dan daddy jangan memaksa Ans."
"Oke, mommy pegang ucapan kamu. Mommy sama daddy tidak akan memaksa kamu membuka hati pada Elsa." Ucap Riani tersenyum.
Setelah selesai berbincang, mereka melanjutkan makan malam mereka yang tertunda. Dan setelah itu Ansel dan kedua orang tuanya kembali ke kamar masing-masing, dan beristirahat menunggu esok hari.
Ansel sedang berbaring didalam kamarnya. Ia termenung memikirkan perkataan Riani yang menyuruh nya untuk serius dengan Elsa. Padahal, ia berniat untuk memutuskan hubungannya dengan Elsa setelah ia datang di indonesia.
Elsa merupakan anak dari sahabat Abraham. Ansel dan Elsa bertemu, ketika kedua orang tua mereka memperkenalkan keduanya disaat perjamuan bisnis. Keduanya terlihat akrab setelah pertemuan itu. Dengan seiring nya waktu, ia memiliki perasaan pada Ansel. Ketampanan dan perhatian Ansel padanya, mampu membuatnya terpincut dengan sosok Ansel.
Sedangkan Ansel? Ia tidak memiliki perasaan apapun pada Elsa. Ia menerima perasaan Elsa, karena ia hanya ingin bersenang-senang saja dengannya. Sudah satu bulan lamanya mereka berpacaran, hubungan keduanya seperti orang pacaran pada umumnya. Tetapi, dengan seiringnya waktu juga Ansel merasa sangat bosan dengan Elsa. Itulah salah satu sifat Ansel, sangat mudah bosan.
Bukan hanya sifatnya saja yang mudah bosan, ia juga sangat tidak suka dengan tingkah dan sifat Elsa yang terlalu manja dan selalu berfoya-foya. Bahkan Elsa wanita pencemburu. Ansel merasa tak bebas jika dengan Elsa, itu semua membuat Ansel jengah padanya. Ansel sangat bingung saat ini, ia memikirkan bagaimana caranya untuk memutuskan hubungannya dengan Elsa. Ansel juga sedikit senang karna untuk sementara waktu ini, ia bisa jauh dari Elsa yang berada di london.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku ingin memutuskan hubunganku dengan Elsa. Tapi Mommy malah menyuruhku untuk serius dengannya!" Lirih Ansel yang sedang berbaring di kasurnya dengan menidurkan kepala nya di atas lengan.
"Aaahhh... Apa yang harus aku lakukan?!" Ansel mengacak-ngacak rambutnya dengan frustasi. Dan tak lama kemudian, Ansel terlelap dalam tidurnya.
.
.
.
TBC
__ADS_1