Satu Hati Dua Rasa

Satu Hati Dua Rasa
Episode 66


__ADS_3

#Happy Reading's🌻


.


.


.


"Kamu harus bertahan Nara..." Cemas Ansel.


"Hiks, sayang... Nara... Hiks."


Ranty terus saja menangis. Dani pun selalu menenangkannya. Begitu juga dengan Ansel, ia begitu cemas dan terlihat mundar-mandir di depan pintu ruang IGD.


"Ansel, tenangkan dirimu..." Pinta Riani pada Ansel.


"Tapi mom, bagaimana bisa aku tenang sedangkan istriku di dalam sedang melawan sakitnya."


"Mommy tau, tapi kamu juga harus menenangkan dirimu..." Riani mengusap-usap punggung Ansel agar merasa tenang.


Akhirnya Ansel duduk menuruti permintaan Riani. Ketika itu, Viana dan Tony datang membuat Ansel melihat Viana naik pitam.


"Buat apa kamu kesini hah?! PERGI DARI SINI!" Usir Ansel pada Viana.


"Aku tidak mau! Aku ingin menemui Nara!"


"Aku tidak mengijinkan mu menemui istriku! Pergilah! Istriku seperti itu gara-gara kau!" Gertak Ansel langsung berdiri dan menghampiri Viana.


"Sudahlah Ansel... Biarkan Viana menemui Nara." Tony berusaha melerainya.


"Tidak bisa ya tidak bisa! Aku bilang pergi dari sini!" Ansel hendak menyeret Viana, tetapi Tony melindunginya.


"Nak Ansel... Biarkan Viana disini..." Ucap Ranty.


"Tapi mah, dia yang menyebabkan Nara seperti ini!"


"Ini juga salah mu Ansel! Jika saja kamu tidak memicu mereka bertengkar, Nara tidak seperti ini." Ujar Abraham angkat bicara.


Mendengar hal itu Ansel menunduk. Ia menyadarinya. "AAHH!!" Ansel dengan kesal meninju tembok.


"Dokter..."


Seorang dokter dan dua orang perawat keluar dari ruang rawat Nara.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Ujar Ansel khawatir.


"Istri anda mengalami luka yang cukup serius dibagian kepala dan tulang ekor. Dan untungnya saja beliau segera ditangani. Tetapi..." Ucapan dokter itu terjeda.


"Tetapi apa dok? Anak saya tidak apa-apa kan?" Tanya Dani yang tak kalah khawatirnya.


"Maaf saya harus mengatakan ini, jika anak dan istri tuan mengalami lumpuh."


"Apa?"


Semua orang tampak terkejut mendengar penjelasan sang dokter. Ranty samapi pingsan mendengarnya. Riani dan Viana pun membantu Ranty untuk duduk dan mengolesinya minyak angin. Sedangkan Ansel, ia sangat terpuruk mendengar itu. Air matanya tidak terbendung lagi.


"Tapi istri saya bisa berjalan lagi kan dok?"


"Beliau bisa mengikuti beberapa terapi untuk menyembuhkan kakinya yang lumpuh." Jelas dokter.


"Syukurlah jika bisa disembuhkan. Apa saya bisa menemui istri saya dok?"


"Silahkan... Tetapi cukup satu orang saja. Kalian bisa secara bergantian menemuinya." Ucap dokter itu.

__ADS_1


"Terimakasih dok..." Dengan segera, Ansel pun memasuki ruangan Nara. Sebelum itu ia meminta ijin kepada Dani untuk menemuinya terlebih dahulu dan Dani menyetujui itu.


Nara begitu pucat dan lemah di atas kasur rawat. Kepalanya terlihat di perban. Ansel mendudukan bokongnya di kursi dekat kasur Nara. Ia memegang tangannya dan beberapa kali mengecupnya.


"Maafkan aku. Maaf, karna aku kamu seperti ini. Bangunlah sayang... Aku berjanji, akan selalu menjagamu sampai akhir hayatku. Kamu adalah wanita kuat dan tegar yang pernah aku temui. Aku mencintaimu Nara... Sangat mencintaimu. Bangunlah untukku sayang..." Ansel menggenggam tangan Nara, mengecup kening hingga seluruh wajahnya. Ia tak kuasa melihat betapa lemahnya wanita yang ia cintai.


Beberapa menit berlalu, Ansel sudah keluar dari ruang rawat Nara. Kedua matanya terlihat sembab dan masih berair. Riani yang melihat putra semata wayangnya begitu rapuh, ia pun memeluknya.


"Yang sabar ya sayang... Pasti Nara cepat sembuh." Ucap Riani.


"Iya mom..."


"Mah, yah, boleh aku menemui Nara?" Dengan hati-hati Viana meminta ijin pada Ranty dan juga Dani.


"Untuk apa kak Viana menemui kak Nana? Mau menyakitinya lagi?!" Ujar Mario menolak Viana memasuki ruang rawat Nara.


Dani memegang pundak Mario.


"Silahkan..." Dani memperbolehkan Viana.


"Tapi yah, dia..."


"Tidak apa-apa... Setiap orang pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Dan ini adalah masalah kakak mu dan Viana. Jadi biarkan mereka menyelesaikannya sendiri." Jelas Dani.


Viana memasuki ruangan Nara. Ia mulai meneteskan air matanya mengingat dirinyalah penyebab Nara kecelakaan. Jika saja Nara tidak cepat mendorongnya, pasti dirinyalah yang terkapar diatas kasur itu.


"Nara... Maafin gue ya. Gue ngaku salah Ra. Gara-gara nyelametin gue lo jadi kayak gini. Gue juga selama ini salah menilai lo. Seharusnya gue percaya sama lo Ra... Tapi gue terlalu egois dan keras kepala. Gue menyesal Ra..." Viana memegang tangan Nara.


"Bangun Ra... Katanya lo kangen sama gue. Ayo bangun Ra... Kita kembalikan persahabatan yang pernah kita lewati dulu. Gue juga sejujurnya kangen sama lo..."


"Viana..."


Terdengar lirihan Nara memanggilnya. Dengan perlahan juga jari-jemari tangan Nara bergerak. Viana yang melihat itupun langsung memencetkan bel diatas ranjang Nara guna memanggil dokter. Melihat dokter datang dan memasuki ruangan Nara, semua orang tampak terkejut dan sangat khawatir dengan kondisi Nara. Semuanya mengikuti dokter memasuki ruangan Nara.


"Iya dok, ada apa dengan kondisi istri saya?"


"Tenang ya bu, pak... Kami akan memeriksa pasien terlebih dahulu. Silahkan kalian menunggu diluar saja." Ucap seorang suster.


Semuanya keluar. "Viana, ada apa dengan Nara?" Tanya Ranty.


"Aku mendengar Nara memanggilku dan dia juga tangannya bergerak." Jelas Viana.


"Syukurlah jika seperti itu."


Tak beberapa lama, dokter pun keluar kembali memberitahukan jika Nara sudah sadar. Semua orang tampak bersyukur dan semuanya diperbolehkan memasuki ruangan Nara.


"Kamu sudah sadar nak." Ranty memeluk putrinya.


"Nara, akhirnya kamu bangun..." Senyum lembut Ansel.


"Viana dimana mah?" Nara langsung menanyai Viana.


"Gue disini Ra..." Viana menghampiri Nara.


"Lo gak apa-apa kan?" Tanya lemah Nara.


"Gue gak apa-apa. Lo kenapa nyelamatin gue sih Ra? Kan jadinya lo yang celaka kayak gini." Viana menyeka air matanya.


"Karna gue gak mau lo yang tidur disini."


Viana begitu terharu mendengar ucapan Nara. Hatinya terenyuh dan sangat bersyukur memiliki sahabat yang begitu baik hati dan menyayanginya seperti Nara. Semua orang yang berada disitu pun begitu mengagumi Nara.


"Maafin gue..." Viana memeluk Nara.

__ADS_1


"Maafin gue juga..." Ujar Nara membalas pelukan Viana.


"Ekhem!" Deheman Ansel.


"Aku juga minta maaf sama kalian. Gara-gara aku, persahabatan kalian hancur." Ucap Ansel.


"Iya..." Serentak Nara dan Viana.


"Nah, akur gini kan di liatnya enak." Ucap Dani.


"Ekhem! Aku juga minta maaf sama kamu Nara... Perihal masa lalu ku." Tony pun ikut menyela.


"Sudah ku maafkan." Senyum Nara.


"Terimakasih..."


"Tapi Vi... Gue sama Ansel..."


"Gue udah terima dengan ikhlas kok hubungan kalian. Mungkin gue dan Ansel bukan jodoh." Jawab Viana.


"Terimakasih Vi..." Ucap Ansel.


"Yasudah, jika begitu mommy dan daddy kembali ke gedung membereskan pernikahan kalian berdua." Ujar Abraham.


"Aku dan istriku akan membantu. Kalian tetap disini, dan temani anakku." Pinta Dani.


"Baik..." Serentak semuanya.


Para orang tua pun sudah kembali ke gedung pernikahan Nara dan Ansel. Sedangkan Ansel, Viana, Tony dan Mario masih menemani Nara.


"Kak Viana, maafin Rio ya tadi udah kasar sama kakak..."


"Iya, kakak udah maafin kamu kok." Viana mengelus pundak Mario.


"Eh ya Ra, kaki lo..."


"Gue udah tau. Lo tenang aja, gue gak bakal nangis histeris kayak di drama-drama... Gue ikhlas kok. Lagian, ini bisa diobati."


"Aku bangga menjadi suami mu." Ucap Ansel mengelus kepala Nara.


"Ekhem-ekhem... Seharusnya ada yang malam pertama nih!" Goda Tony.


Mendengar itu, wajah Nara memerah karna ia mengerti apa yang dimaksud Tony. Begitu juga dengan Ansel ia pun sudah memerah manahan rasa malu. Sedangkan Viana dan Mario hanya terkekeh geli.


"Gak jadi belah duren nih! Bakal libur berbulan-bulan nunggu Nara pulih." Tony lagi-lagi menggoda Ansel dan Nara.


BUGH


Ansel melemparkan vas bunga plastik pada Tony. "Diem lo keong racun!" Semuanya tertawa dengan itu.


.


.


.


TBC


**Author come back😘 Beri dukungan Author dengan cara like, coment, hadiah, dan vote kalian🙏


Uhuy akhirnya persahabatan Nara dan Viana akhirnya kembali lagi😍 Siapa nih yang kangen mereka sama-sama lagi? Nanti di episode-episode berikutnya Author akan menyajikan cerita kebucinan Ansel dan Nara dan keuwuan Tony dan Viana😍


Ayo beri dukungan untuk Author❤**

__ADS_1


__ADS_2