Satu Hati Dua Rasa

Satu Hati Dua Rasa
Episode 48


__ADS_3

#Happy Reading's🌻


.


.


.


Ansel sepanjang jalan terus menggerutu tanpa henti sampai membuat mommy nya Riani pusing dengan tingkah anaknya ini.


"Apa kamu benar-benar mencintai gadis tadi?" Tanya mom Riani dengan serius menatap Ansel yang sedang mengemudi seraya menggerutu tak jelas.


"Ya, aku mencintainya mom." Jawab Ansel yang tetap fokus menyetir mobil.


"Bagaimana dengan Elsa?"


"Aku tidak mencintainya! Sudah Ans bilang dari awal, jika Ans hanya bermain saja dengan Elsa. Ans tidak menganggap nya serius." Jelas Ansel.


"Huft... Bukankah gadis tadi sudah memiliki kekasih? Kamu tidak boleh merebut kebahagiaan mereka dengan merusak hubungan mereka."


"Aku tidak peduli! Nara hanya milikku! Dan kebahagiaan ku ada padanya mom." Kekeh Ansel.


"Ansel! Sejak kapan kamu seperti ini?! Kamu tidak boleh melakukan hal gila, untuk merusak hubungan mereka! Masih banyak perempuan-perempuan lain di luar sana..." Tegas mom Riani.


"Aku hanya ingin Nara!" Protes Ansel yang kekeh dengan ucapannya.


"Ya ampun Ansel! Mom pusing dengan tingkah kamu ini! Kamu sangat keras kepala!" Riani memijat pelipisnya. Ia sangat pusing dengan tingkah anaknya yang sangat keras kepala yang sebelas dua belas seperti dirinya.


"Lupakan gadis itu Ans!" Tegas mom Riani kembali.


"Aku tidak bisa mom! Nara sudah memiliki hatiku sepenuhnya!"


"Apa kamu yakin jika itu cinta? Itu obsesi Ans... Bukan cinta!"


"Obsesi dan cinta hanya beda tipis mom! Dan aku tidak peduli, jika ini cinta atau obsesi sekalipun yang terpenting Nara adalah milikku!"


"Astaga!! Terserah kau saja lah... Mom benar-benar pusing dengan keras kepala mu ini! Mom ingatkan, jangan gegabah dalam tindakan mu! Mom takut itu akan menjadi boomerang untuk mu." Nasihat mom Riani. Ansel hanya diam saja mendengar nasihat mommy nya. Ia sedang memikirkan cara agar Nara dan Bayu berpisah. Sungguh egoisnya diri Ansel.


......


Bayu sudah mengantarkan Nara pulang.


"Terimakasih ya Bay..." Ucap Nara seraya tersenyum.


"Iya sama-sama... Aku juga berterimakasih padamu karna sudah menghabiskan waktumu untuk aku." Ujar Bayu.


Nara memeluk Bayu. "Aku sayang kamu Bay." Ucap Nara di pelukan Bayu. Dan Bayu pun membalas pelukan Nara. Sesekali Bayu mencium puncak kepalanya.


"Terimakasih sayang... Kamu sudah membuka hatimu untukku. Aku juga sangat-sangat menyayangi mu." Bayu memejamkan matanya. Ia sungguh sangat beruntung karna cinta nya selama ini terbalaskan.

__ADS_1


"Aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku." Nara mengeratkan pelukannya.


"Tidak akan... Aku tidak akan meninggalkan mu. Sampai akhir hayatku, aku janji tidak akan meninggalkan mu." Ujar Bayu.


"Terimakasih..." Nara menyelusupkan kepalanya di dada Bayu.


"Sudah jangan berterimakasih terus... Aku jengah mendengar nya. Beristirahat lah, ini sudah hampir larut malam." Bayu melepaskan pelukan Nara.


"Tidak bisakah kamu menginap disini untuk satu malam saja." Pinta Nara memeluk pinggang Bayu dengan manja.


"Hey-hey... Sejak kapan Nara yang galak dan jutek ini bisa semanja ini hem?" Ujar Bayu tersenyum geli melihat tingkah kekasihnya.


"Sejak kamu hadir di hatiku..." Rayu Nara.


"Hahaha... Kamu sangat lucu jika menggombal." Bayu tertawa geli.


"Haish... Kau ini tidak bisa di ajak mesra!" Nara mencubit pinggang Bayu.


"Aduh... Iya-iya maafkan aku." Bayu merengkuh Nara dalam pelukannya.


"Maaf aku tidak bisa bermalam di tempat mu. Kita belum sah, aku juga laki-laki biasa yang mempunyai hawa nafsu. Tunggu sampai kita menjadi halal ya..." Ucap Bayu melepas pelukannya.


"Iya, tidak apa-apa. Aku mengerti..." Ujar Nara tersenyum.


"Gadis pintar! Yasudah, masuklah..." Pinta Bayu.


"Tidak. Kamu dulu yang masuk, setelah itu aku pergi. Aku hanya ingin memastikan jika bidadari ku yang cantik ini baik-baik saja sampai di dalam rumah."


"Baiklah pangeran... Sesuai dengan perintahmu, bidadari mu ini akan masuk terlebih dahulu. Bye... Muach." Nara dengan jailnya mengecup pipi Bayu lalu lari kedalam rumah.


"Gadis nakal..." Senyum Bayu. Ia pun pergi setelah Nara sudah masuk kedalam rumah.


Di Mansion Wihama


Ansel sedang di balkon kamarnya. Ia menyesapkan nikotin nya yang kesekian kali. Begitulah Ansel. Jika ingin menenangkan dirinya ia akan merokok untuk menghilangkan emosi di dalam dirinya.


Drrt... Drrtt...


"Bagaimana?" Tanya Ansel pada seseorang di balik telpon itu.


"Saya sudah mengirimnya ke email tuan." Jawab seseorang itu di balik telpon.


"Kerja bagus..." Ansel pun menutup sambungan telpon itu dan mengecek sesuatu di emailnya.


"Dapat kau!" Senyum devil Ansel.


"Aku akan menghancurkan mu.... Bayu! Kau tidak akan mendapatkan Nara! Dia hanya milikku, dan kau bukan siapa-siapa baginya... Kau hanya kerikil yang menghalang hubungan ku dengan Nara." Geram Ansel. Ia menghabiskan nikotin nya dan kembali kedalam kamar.


Ke esokan paginya

__ADS_1


"Nara, pak Tian memanggil mu ke ruangannya." Ucap Rani yang berada di dalam ruangan Nara.


"Pak Tian? Baiklah, aku akan kesana." Ujar Nara.


Nara pun pergi keruangan pak Tian. Ketika Nara masuk kedalam nya, ia di kejutkan dengan kedatangan Ansel yang sedang menyesapkan kopinya. Tapi anehnya, Ansel terlihat seperti tak memperdulikan kedatangan Nara. Tak seperti biasanya.


"Apa dia gak ada kerjaan, setiap saat muncul terus..." Batin kesal Nara.


"Bapak memanggil saya?" Ujar Nara pada pak Tian.


"Ya, saya memanggil mu karna ada hal penting yang ingin saya sampaikan." Ucap pak Tian.


"Silahkan kamu duduk dulu..." Pinta pak Tian.


Nara pun mengikuti perintah pak Tian. Ia duduk berhadapan dengan Ansel.


"Begini, saya memanggil kalian datang untuk membicarakan kerjasama perusahaan Swift Corp dengan Wihama Corp. Kerjasama ini akan di alihkan pada CEO baru perusahaan ini." Jelas pak Tian.


"CEO baru?" Nara mengulang kembali perkataan pak Tian.


"Ya CEO baru. Dia adalah keponakan pak Edward. Ia yang akan menggantikan beliau. Jadi, nanti kamu Nara yang akan mendampingi CEO baru kita selama kerjasama ini berlangsung."


"Baik pak..."


"Hanya itu yang ingin saya bicarakan... Oh ya, katanya tuan Ansel ingin membicarakan sesuatu."


Ansel yang sedari tadi diam saja memulai pembicaraannya.


"Saya disini hanya ingin memberitahu kalian untuk satu minggu kedepan, saya tidak akan menangani kerjasama ini. Yang menghendel semua ini adalah asisten saya Roni. Selama satu minggu ini saya akan pergi keluar kota." Jelas Ansel dengan suara datar.


"Baiklah tuan..." Ucap pak Tian menyetujui nya.


"Kalau begitu, saya permisi dulu..." Ansel berdiri dan langsung pergi begitu saja tanpa melihat kearah Nara sekalipun.


"Ada apa dengannya?" Lirih bingung Nara dalam hati. Seraya menatap kepergian Ansel.


"Saya juga permisi pak..." Nara pun pergi kembali kedalam ruangannya.


Di dalam mobil, Ansel tersenyum dengan sinis nya.


"Aku akan membiarkan mu bersenang-senang dulu sayang... Tunggu aku sampai mendapatkan mu." Ucap Ansel, lalu melajukan mobilnya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2