
#Happy Reading's🌻
.
.
.
Nara masih menarik Viana hingga sampai ke dalam ruangan kelasnya.
"Duh Ra, lo apa-apaan sih! Gue kan mau ngasih tau ruangan rektor dimana sama cowok tampan tadi... Tapi malah lo tarik-tarik gue kesini!" Viana terlihat kesal pada Nara.
"Vi, udahlah... Kan ada si Angel juga yang ngasih tau cowok itu. Gak perlu repot-repot lo ngasih tau." Nara kembali duduk di kursinya.
"Ah lo mah... Kan gue juga mau kali ngasih tau cowok itu. Gara-gara lo nih, pasti si Angel ratu ular piton itu yang menang." Viana pun mendudukan dirinya ke kursi dengan kesal.
"Udahlah... Masa gitu doang ngambek sih! Nanti cantiknya ilang loh..." Nara membujuk Viana agar ia tak mengambek dan marah lagi padanya. Dan benar saja, Nara berhasil dengan satu bujukan bisa membuat Viana kembali tersenyum padanya.
"Ah... Lo mah bisa aja deh Ra, bikin gue gak ngambek lagi sama lo!" Senyum Viana gemas.
"Iya dong, Nara..." Ucapnya dengan bangga.
Tak selang beberapa saat, bel masuk pun berbunyi. Semua mahasiswa dan mahasiswi memasuki ruangan kelasnya masing-masing. Begitupun dengan Nara dan Viana, mereka dengan sigap mengeluarkan beberapa buku pelajaran sesuai jadwal hari ini. Dan seorang dosen pun datang memasuki kelas Nara dan Viana.
"Pssttt..." Nara berdeset pada Viana, ketika melihat siapa dosen yang datang.
"Lo manggil gue Ra?" Tanya Viana menoleh kebelakang yang merasa Nara berdeset padanya.
"Iya, noh liat siapa yang dateng." Ucap Nara yang mengecilkan suaranya.
"Pak Rian..." Jawab Viana dengan lantang, sehingga membuat semua orang yang ada di kelas itu menoleh padanya. Terutama dosen Rian.
"Ada apa Viana? kamu memanggil bapak?" Ucap dosen Rian pada Viana, lalu tersenyum kearahnya membuat Nara dan Viana bergidik ngeri.
"Ti... Tidak pak... Hehehe" Cengir Viana yang salah tingkah. Ia pun menundukkan kepalanya.
"Malu banget gue ya ampun..." Batin Viana.
__ADS_1
"Oh..." Dosen Rian hanya ber-oh ria saja.
"Apa Viana juga menyukai ku yah?" Gumam dosen Rian yang menyangka Viana menyukai nya.
"Ekhem... Baiklah anak-anak semuanya, hari ini kita kedatangan mahasiswa baru yang baru saja pindah dari universitas london." Ujar dosen Rian pada semua anak murid nya.
Semuanya yang berada di ruangan itu terlihat antusias mendengar pengumuman dosen Rian. Mereka sangat penasaran dengan mahasiswa yang berasal dari london itu. Tetapi Nara dan Viana hanya acuh saja tidak peduli. Nara tak menghiraukan mnya karna sibuk membulak-balikan buku novelnya. Sedangkan Viana, ia sibuk menulis hal yang tak jelas di bukunya.
"Silahkan nak Ansel masuk..." Pinta dosen Rian.
Ansel yang mendengar perintah dari dosen Rian itu pun segera masuk. Dengan cool nya ia masuk kedalam ruangan kelas dan membuat semua orang teriak histeris saat Ansel telah memasuki ruangan mereka. Terutama para mahasiswi, mereka sangat antusias dan bersorak ria.
Bahkan Viana pun yang tadinya sibuk dengan kegiatannya sendiri, kini ikut meneriaki Ansel, tetapi tidak dengan Nara. Ia malah menutup kupingnya menggunakan headset dan menyalakan musik lalu membuka kembali buku novelnya.
"Silahkan perkenalkan dirimu nak Ansel." Pinta dosen Rian.
"Hai semuanya..." Sapa Ansel manampilkan senyuman nya.
"Hallo tampan..." Antusias semua mahasiswi, terkecuali para mahasiswa yang menyapanya dengan malas. Bagaimana tidak? Seorang pria tampan mengalihkan perhatian semua perempuan yang berada di ruangan itu. Mereka merasa tersaingin oleh Ansel.
"Hallo Ansel..." Serentak semua mahasiswi, yang di balas senyuman manis Ansel.
"Apa ada pertanyaan?" Tanya Ansel dengan ramah.
"Ansel... Apa kamu sudah punya pacar?" Ucap salah satu mahasiswi pada Ansel, yang diikuti oleh teriakan semua orang yang ada di ruang kelas.
"Punya." Singkat Ansel dengan jujur.
"Yah... Dikira belum. Tapi gak apa-apa deh, aku mau jadi yang kedua." Cengir Perempuan itu yang kembali di suraki.
"Kalo sudah tidak ada yang bertanya lagi, silahkan nak Ansel kamu duduk di sebelah kiri Nara." Ucap dosen Rian.
"Tunggu pak, saya ingin bertanya." Viana mengangkat tangannya.
Dugh
Nara melihat Viana mengangkat tangan, ia membuka headset nya dan menendang kursi Vian dari belakang.
__ADS_1
"Lo ngapain sih nanya-nanya segala!" Bisik Nara.
"Biarin Ra, ini seru..." Balas bisikan Viana.
"Ya silahkan Viana." Dosen Rian terdengar malas melihat Viana juga ikut antusias dengan Ansel.
"Ansel, Mantan kamu ada berapa?" Antusias Viana.
Ansel tersenyum kikuk lalu menjawabnya, "Lebih dari tiga puluh." Ujar Ansel. Semua orang di ruangan itu tampak kaget.
"Cih... Dasar playboy. Sudah terlihat dari tampang nya kalo dia itu bukan ciri-ciri laki-laki yang setia. Mantannya aja sebanyak itu. Hih, amit-amit deh gue kalo jadi salah satu mantan pacarnya." Batin Nara sembari melihat kearah Ansel sekilas, laku memasang kembali headset nya di telinganya.
"Wah... Luar biasa." Viana bertepuk tangan di ikuti semua orang.
"Baiklah jika Ansel, silahkan duduk disamping sebelah kiri Nara." Ucap dosen Rian mempersilahkan Ansel. Menghentikan sesi tanya jawab.
"Nara?" Ansel mengulang kembali perkataan dosen Rian. Dan setelah itu, Nara mengangkat tangannya dengan malas. Ansel pun melihat kearah Nara, ia sempat terkejut karna ia satu kelas dengan Nara. Ansel pun tersenyum dalam diam nya.
Ansel melangkah kearah tempat duduk nya. Tatapannya terus menatap kearah Nara, tetapi Nara tak menyadari hal itu karna ia sibuk membaca novelnya. Sedangkan Viana yang berada di depan Nara tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Ansel. Ansel pun membalas senyuman dan lambaian dari Viana. Ansel sempat terpana oleh senyuman Viana, yang terlihat manis dan memikat itu.
"Dia cantik sekali... Sungguh sempurna." Lirih Ansel dalam hati ketika melihat senyuman Viana. Dan Ansel telah duduk di kursinya dan memikirkan sesuatu.
Sifat playboy nya kembali bangkit, dan ia berniat ingin mendekatkan dirinya kepada kedua wanita yang mampu mengalihkan perhatiannya itu. Ansel merasa Nara berbeda dengan wanita lain, sedangkan Viana sangat begitu mempesona di matanya sehingga ia begitu terpikat oleh kecantikan Viana.
"Aku harus mendapatkan mereka..." Pikir licik Ansel.
Semuanya pun kembali pada pelajaran mereka. Dosen Rian menjelaskan beberapa materi, dan ia menjelaskan materinya sembari sesekali memperhatikan Viana yang tengah fokus pada penjelasan nya. Ansel yang saat itu sedang mendengarkan penjelasan materi dosen Rian pun menyadari akan lirikan-lirikan dosen Rian pada Viana.
"Apa dia menyukai perempuan itu? menarik sekali..." Gumam Ansel dengan senyum smriknya dalam hati sembari memperhatikan tingkah dosen Rian.
.
.
.
TBC
__ADS_1