SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU

SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU
Scandal - #11 Sintarina Dewi Safitri


__ADS_3

"Kak Ardan baru tau kalau Radit satu kantor sama kamu." Tanya Kak Ardan padaku.



"Baru hari ini kak. Dia mau gantiin Mas Lingga jaga kantor. Katanya sih Mas Lingga mau S2 di US."



"Owh gitu. Berarti si Radit lulusan Arsitek juga dong dek?"



"Ya iya lah kak, khan Papanya kak Radit punya perusahaan Desain dan Kontraktor."



"Kok gak lanjutin punya papanya? Kok malah bantuin bos kamu?"



"Ya mana Ina tahu kak"



"Btw tadi kamu kok bisa diantar pulang dek?"



"Tadi itu di kantor tinggal Ina sama Kak Radit doang, sebenernya Ina mau lembur kerjain rancangan Ina yang mesti bikin ulang tapi gak dibolehin soalnya mulai nya terlalu awal jadi diseret pulang. Lagian Varo juga gak bisa jemput, jadi ya udah numpang aja deh."



"Ya sudah kalau gitu. Itu bakmi duk duk kamu udah kakak belikan juga."



"Makasih kak"



"Sama-sama."




Aku segera makan sambil mengirim chat ke Varo.




My Love  -



19.36



Yang, dimana? Aku udah di rumah. Sekarang lagi makan. -send-



-send-




Aku mengirim fotoku dengan makanan yang sedang kusantap.



Saat selesai makan, Varo baru membalas pesanku.


__ADS_1



20.02



Di rumah. Baru datang. Mandi dulu ya Yang.



20.04



Oke. Habis mandi cepat makan ya..




Tidak ada balasan lagi artinya dia langsung mandi.



Lama sekali Varo tidak membalas. Mungkin dia sekalian makan malam.




21.03



Maaf Yang, baru selesai mandi sama makan.





21.06



Makan apa tadi? Sekarang lagi apa? -send-



21.10



Lagi tiduran aja di kasur. Makan KFC. Tadi Drive Thru.



21.12



Jangan makan fast food sering-sering.-send-



21.15



Ia. Aku tidur dulu ya. Capek mataku.




Dia selalu gini. Varo orangnya cuek. Tapi kadang perhatian juga. Aku tidak terlalu menuntut perhatian lebih. Asal dia memberi kabar setiap hari meskipun hanya ucapan selamat pagi atau selamat tidur itu sudah cukup. Kesibukan kami membuatku memaklumi bahwa dia sibuk dengan pekerjaannya. Begitupun denganku yang ingin dia mengerti juga tentang pekerjaan dan kesibukanku.

__ADS_1




Bagaimana cara kami bisa jadian. Aku tidak tahu pasti. Dia hanya bilang dia suka padaku. Aku juga merasa tertarik padanya karena dia orang yang tidak rewel saat pendekatan. Kami saling mengerti tentang kesibukan masing-masing. Dan tidak terlalu menuntut soal kuantitas kencan. Kami cukup menikmati waktu kebersamaan kami.




Apakah menurut kalian hubunganku hambar? Karena hanya seperti itu?




Tapi menurutku tidak. Meskipun tidak seperti saat aku bersama dengan Kak Radit yang selalu ada waktu di sela-sela kesibukannya tapi aku berpikir Varo dan kak Radit berbeda karena saat dengan kak Radit kami satu sekolah. Sedangkan dengan Varo kami berbeda pekerjaan, tempat pekerjaan, daerah rumah dan lain-lain. Jadi aku cukup mengerti dengan keadaan aku dan Varo.




Tapi sebenarnya aku pun cukup ragu dengan perasaanku saat ini sejak aku bertemu dengan Kak Radit. Kenyataan bahwa aku masih memikirkan kak Radit sebelum aku berpacaran dengan Varo, membuatku bimbang, apakah aku mampu bertahan untuk tetap menjaga perasaanku pada Varo.



Aku mungkin mencintai Revaro, tapi aku tidak bisa memungkiri 45% perasaanku masih ada Kak Radit disana. 7 Tahun kami tidak bertemu, entah berapa perempuan yang sudah dipacari oleh Kak Radit di Jogja. Sedangkan aku, baru move on sekitar 7 bulan itu pun karena aku sudah berpacaran dengan Revaro 6 bulan dan 1 bulan pendekatan.




Bagaimana aku tahu Kak Radit ke Jogja? Itu bermula ketika aku bertemu dengan kak Anjani, kakak Perempuan Kak Radit, aku sempat menanyakan dimana kak Radit kuliah. Ternyata dia mendapat beasiswa di Jogja. Tak heran karena kak Radit adalah sosok yang pintar, bahkan meskipun ikut ekstrakurikuler dan Osis dia tetap menjadi juara kelas.



Akh, mengenang Kak Radit gak akan ada habisnya. Malah rasa menyesal karena melepasnya disaat kami baik-baik saja membuatku merasa bersalah dan semakin merindukannya.



Bahkan orang yang ku anggap sahabat, hingga aku kehilangan seorang kekasih saat kemarin bertemu di Mall pun dia tidak merasa perlu menyapa untuk membuktikan bahwa kami saling kenal.




Apa pengorbananku sia-sia?




--- --- --- --- --- --- --- --- --- --- ---




Saya ingatkan lagi ya.. Kalau cerita ini akan saya gantung sesuka hati saya karena belum selesai saya kerjakan. Silahkan menunggu bila berminat, bila tidak sabar bisa berhenti dan membaca novel yang lainnya.




Klik like kalau kalian suka. Komentar juga boleh.




See you




__ADS_1


__ADS_2