SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU

SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU
Scandal - #17 Sintarina Dewi Safitri


__ADS_3



Entah kenapa aku masih dalam suasana hati yang buruk. Bagaimana tidak, aku masih merasa ada teka teki siapa perempuan yang dating menemui Kak Radit. 



Aku amat sangat penasaran siapa dia.




Ia ini sangat memalukan, ingin tahu pada hubungan mantan. Tapi bukannya hal biasa.



Aku yakin kalian juga pernah ingin tahu bagaimana hidup dan pasangan mantan kalian.



Itu yang terjadi padaku.




Ketika aku sampai rumah, dan selesai mandi aku melihat 9 panggilan tidak terjawab dan 5 pesan dari Revaro.




♫♫



'Cause girls like you run 'round with guys like me



'Til sun down when I come through



I need a girl like you, yeah yeah



Girls like you love fun, and yeah, me too



What I want when I come through



I need a girl like you, yeah, yeah



♫♫




Aku segera mengangkat teleponnya.




“Halo Sayang”



“Dari mana Sin?”



“Dari acara kantor.”



“Kok gak kasih kabar ke aku?”



“Maaf tadi keburu-buru. Jadi diseret-seret yang lain karena aku sendiri yang belum siap. Terus di Lokasi di ajak ngomong terus, jadi gak enak kalua pegang handphone.”



“Acara apa?”



“Makan-makan penyambutan pengganti sementara Mas Lingga.”



“Bos kamu?”



“Ia”



“Ya sudah. Kamu istirahat dulu. Sudah mandi kan?”



“Ia sudah. Kamu dimana?”



“Rumah”



“Sudah makan?”



“Sudah”



“Pulang jam berapa tadi?”



“Jam 8 kurang sampai rumah.”



“How was your day?”



“Good. Like another day.”



“Are you angry?”



“Little bit”



“I’m sorry.”



“It’s okay. Don’t do anymore. I can understand if you have some works. But pick up the phone or give me message if you busy.”



“I’m so sorry. I know my fault.”


__ADS_1


“Okay. I hae already forgiven you.”



“Thanks Varo.”



“You’re welcome.”




Aku lalu diam, tidak tahu harus berbicara apa.




“Take a rest Sin. Don’t work again tonight.”



“Makasih ya Varo.”



“Ia. Aku tutup dulu teleponnya. Aku pengen maen game.”



“huft, game mulu.”



“Daripada aku main cewek.”



“Ya udah. Nite Sayang.”



“Nite Sin.”




Revaro menutup teleponnya.




Bagaimana perasaanku pada Revaro?



Seperti yang aku bilang aku mencintainya. Tapi entah kenapa sejak aku bertemu dengan Kak Radit, hatiku mulai bimbang. Bagaimanapun dulu bukan keinginanku untuk berpisah dengan Kak Radit. Demi seorang sahabat yang setelah itu berlagak tidak kenal. Bahkan saat bertemu di Mall kemarin berlagak gak kenal. Namun akupun tidak bisa tidak memikirkan Revaro yang sudah menemaniku 7 Bulan ini sebagai Pacar.




Kak Radit, siapa sebenarnya perempuan itu?




Apa dia pacar kakak?




Apa aku harus mengubur perasaanku ke kakak karena akupun sudah memiliki lelaki lain di hatiku?




Aku harus gimana Kak?






Perasaan yang aneh ini bagaimana harus ku ungkapkan.




***



Tok tok tok




"Dek"




Aku membuka pintu kamarku.




"Gak makan? Kakak bawa ketoprak."



"Ina kenyang kak."



"Tadi di kantor makan?"



"Tadi ada acara kantor, Kak Radit traktir-traktir buat pesta kedatangan dia."



"Dimana?"



"Itu, Hana All You Can Eat."



"Banyak dong duitnya Radit?"



"Kayaknya Kak. Katanya sih dia banyak bikin desain part time selama ini."



"Kamu gimana lho?"



"Ya kalau Ina sih yang ringan kayak desain interiornya aja kak."



"Mungkin pergaulan kamu yang kurang."


__ADS_1


"Mungkin."



"Radit kuliah dimana sih dulu?"



"Katanya kak Anjani sih di Jogja."



"Owh, jauh ya?"



"Ya enggak lah kak. Disana kak Radit kan ada nenek. Jadi ya mungkin sambil jagain nenek disana."



"Kamu masih ingat ya? Kalau Varo neneknya dimana?"




Aku diam. Ia selain orang tua Varo aku memang tidak pernah tahu anggota keluarga yang lain. Apa sebenarnya yang aku tahu dari Revaro?




Mengapa aku sebagai pacar tidak tahu banyak tentang Varo padahal aku sudah kenal dengannya 1 tahun lebih.




Bagaimana sebenarnya hubungan kami?




"Malah bengong. Mikirin apa?"



"Aneh gak sih aku gak begitu tahu tentang keluarga besar Varo?"



"Kamu kenal berapa lama?"



"1 tahun lebih."



"Ya aneh sih. Sebenernya kamu suka nggak sama Varo?"



"Suka."



"Cinta?"



"Cinta."



"Berapa persen?"



"55."



"Sisanya? Radit?"



"Ia"



"Belum sepenuhnya move on?"



"Ia"



"Kenapa?"



"Gak tahu. Ina gak ngerti."



"Ada yang ganjal?"



"Mungkin."



"Haish, mungkin itu yang bikin kamu gak bisa lepas sepenuhnya dari Radit. Coba pikirin deh, gimana perasaan Varo kalau tahu kamu masih menyimpan perasaanke mantan? Kalau emang gak bisa lanjut sama Varo kamu berhenti sekarang, sebelum semua akan tersakiti. Kamu, Radit dan terutama Varo. Jadi cewek juga perlu punya keputusan. Kakak pergi dulu ya. Kamu cepet tidur."



"Ia kak."




Apa yang dibilang kak Ardan memang benar.




Bila aku tidak segera memastikan perasaanku, maka semua akan tersakiti.




Apa aku sebaiknya ngomong sama kak Radit tentang alasanku mutusin dia?




--- --- --- --- --- ---




Kalau kurang greget maaf ya… soalnya saya masih belum sampai ke inti.




Nikmati aja dulu. Kalau suka bisa like dan kasih komentar kalian. Selain soal up.





__ADS_1



__ADS_2