SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU

SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU
Scandal - #38 Kalea Arka Raditya


__ADS_3

"Terima kasih ya pak, oiya, ini buat bapak"


"Nggak perlu bli"


"Gapapa Pak. Ini cuma ucapan terima kasih saya untuk bapak. Terima kasih banyak, mohon diterima."


"Kalau gitu terima kasih."


"Sama-sama Pak."


Aku akhirnya sampai Hotel. Kali ini aku sendirian. 


Aku tidak tahu harus bagaimana setelah sampai Hotel. Tidak ada yang bisa ku lakukan karena terbiasa ada kawan dua hari ini.


Mama Calling…


"Halo ma"


"Kal, kok belum pulang?"


"Kalea pulang besok langsung kerja. Soalnya ternyata disini urusannya baru selesai malam. Capek kalau mau nyetir malam-malam. Kenapa ma?"


"Kamu di Bandung kan?"


"Kenapa memang mama gak percaya?"


"Itu, Rika di Bandung."


"Kalea tahu."

__ADS_1


"Dia sendirian di sana, katanya kamu gak mau ketemu dia."


"Ngapain dia di Bandung sendirian? Kalea aja kerja disini. Lagian kenapa dia tahu Kalea di Bandung?"


"Mama yang kasih tahu."


"Kenapa mama kasih tahu?"


"Rika anak baik, Kal. Sopan sama mama. Jadi waktu dia tanya kamu dimana ya mama jawab."


"Terus mama mau jodohin Kalea sama Rika karena mama suka?"


"Kamu ngomong apa sih Kal. Mama cuma kasih tahu. Semua terserah kamu. Tapi mama suka Rika. Lagian Rika bilang Ina sudah akan menikah."


"Oya? Tahu dari mana dia?"


"Kita bahas waktu Kalea di rumah aja ya ma. Kalea males bahas sekarang. Kalea capek juga. Mau tidur. Besok mesti pagi-pagi berangkat. Kalea sayang mama. Salam buat papa. Oke. Bye ma"


Aku menutup telepon mama. 


Huft.. Akhir-akhir ini selalu beban bila harus ngobrol dengan Mama. Apa sih sebenarnya yang beliau mau. Apa mama masih mikir aku terobsesi dengan Ina hingga bisa lupa Ina punya pacar? Nggak Ma. Kalea gak pernah lupa. Karena itulah Kalea gak bisa apa-apa kemarin. Karena menghargai hubungan Ina dengan lelaki itu. Kalea tahu laki-laki itu baik jadi mungkin Kalea yang harus mengalah. Kalea tahu itu ma.


Aku hampir seperti orang gila yang berbicara sendiri dalam pikiran.


Tapi mama telah mengalihkan perasaan kecewaku pada Ina kepada rasa heran kenapa mama ingin sekali aku move on.


Bahkan rasa kecewa semalam karena alasan yang membuat Ina putus dariku sudah menguap hilang. 


Mungkin permintaan tulus Ina membuatku akhirnya sadar, ini sudah 7 tahun lebih. Bukan hal yang baru untuk kami bahwa hubungan kami sudah berakhir.

__ADS_1


Seandainya aku kembali lebih awal, mungkin kami bisa kembali, tapi jika sekarang, aku masih cukup menghargai kekasih Ina.


Lelaki yang entah dimana saat ini, yang hampir aku lupakan keberadaannya. 


Simon Calling…


Aku mengangkat telepon darinya. Mungkin ada hal penting yang membuatnya menelponku. 


Ternyata benar, tender resort dimajukan. Aku harus menguras pikiran untuk membagi mana perusahaan Lingga mana Perusahaanku dan Simon. Bila proyek ini goal, tentu saja nantinya aku akan mengunjungi lokasi pembuatan Resort untuk melihat, apakah memang sudah tepat belum pengerjaannya. Dan itu artinya liburan untukku, namun bagaimana dengan perusahaan Lingga. Sebenarnya, untuk perusahaan yang sudah berlangsung lama, harusnya sudah bisa auto pilot, namun beberapa karyawan memiliki pekerjaan bagus namun belum mampu percaya diri secara penuh, sehingga masih perlu diawasi. 


Aku sepertinya harus membuat sebuah gathering untuk menyatukan misi dan membuat mereka percaya diri, agar auto pilot berjalan dengan baik. Sehingga mereka juga bisa mandiri. Meski perlu acc atasan namun semua sudah tidak perlu dikonsultasikan.


Aku melihat waktu sudah menunjukkan pukul 12 lebih waktu WITA. Sehingga aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum itu aku melakukan check in online agar besok tidak perlu terburu-buru. Apalagi aku tidak membawa oleh-oleh selain oleh-oleh untukku sendiri seperti celana baju dan sandal. Itu pun yang tidak terlihat mencolok kalau habis liburan dari Bali. Bagaimanapun aku sudah membohongi mama.


Setelah melakukan check in online aku memasang alarm pukul 4 agar tidak perlu buru-buru nantinya, lalu tidur.


--- --- --- --- --- --- --- --- --- ---


Jadi liburannya gitu aja guys. Dan Radit sudah tidak terlalu kecewa lagi. Istilahnya dia legowo.


So gimana nanti lanjutannya?


I hope you enjoy it.


Klik like kalau suka, jangan lupa komentar kalian. 


Oia, cerita ini ikut kontes, jangan lupa di share supaya banyak yang baca dan bisa menang. 


See you...

__ADS_1


__ADS_2