SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU

SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU
Scandal - #2 Kalea Arka Raditya


__ADS_3

Siapa yang akan menyangka..



Saat kita merasa bahagia..



Ternyata sedih menyapa..



Siapa yang akan menyangka..



Saat cinta berbunga..



Namun esok bunga telah berguguran di tanah…




***



"Mana Ina Kal? Katanya mau jemput Ina?"



Tanya mama



"Ina ada acara ma"



"Tapi kamu sudah kasih tau dia?"



"Sudah. Oia ma, saat Kalea kuliah nanti, mama tidak perlu bilang ke siapapun kalau Kalea kuliah di MIT."



"Kenapa?"



"Kalea tidak mau jadi sombong."



"Kalau mama di tanya Kalea kuliah dimana sama teman-teman mama?"



"Bilang aja Kalea kuliah di Rumah Nenek di Jogja"



"Kenapa mesti bohong Kal?"



"Gapapa. Nanti pasti banyak yang bilang, wah Kalea emang pintar ya.. wah Kalea sudah ganteng pinter lagi."



"Kamu GR banget Kal. Belum tentu juga bakal bilang gitu."



"Pasti Ma, Kalea kan ada bakat cenayan."



"Wkwkwk, ia deh. Apa sih yang gak buat anak ganteng mama."




"Sore semua"



"Sore pa"



"Selamat ya anak papa. Semoga nanti kuliahnya lancar ya nak"



"Makasih pa"



"Papa mandi dulu ya,kakakmu mana Kal?"



"Mungkin masih di kamar."



"Kamu panggil ya. Nanti biar cepat."



"Ok Pa"




***



Malam ini kami makan bersama di sebuah restoran keluarga untuk merayakan beasiswaku.



Malam ini di balik bahagia atas beasiswa ada kesedihan yang aku rasakan.




Kami pulang setelah puas makan malam.



"Ma, besok Kalea mau ke rumah Nenek."



"Besok?"



"Ia"



"Kok mendadak?"



"Kalea gak tau kapan bisa ke nenek, setelah ini Kalea harus mengurus semua untuk pergi ke USA."



"Bener juga si Kalea ma. Besok kita ke rumah Nenek Kal. Kamu yang cari tiket."


__ADS_1


"Oke pa"




***



7 Juli 2012




"Mau kemana Kal?"



"Mau ke Rumah Ina"



"Ya sudah hati-hati. Ingat ya nanti Sore kita berangkat."



"Ia ma"




Aku mengendarai motorku untuk ke rumah Ina. Aku membawa kado yang sudah kusiapkan jauh-jauh hari untuk ulang tahunnya bulan depan.



Pada dasarnya aku ingin tahu mengapa Ina meminta putus. Kami baik-baik saja selama ini. Dia hampir setiap waktu. Kami tidak merahasiakan apapun. Ina juga bukan tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya. Apa sebenarnya yang membuat dia ingin putus?




Tok tok tok…




Ternyata Ina yang membukakan pintu.



Aku melihat matanya yang merah dan bengkak, dia mungkin menangis semalaman. Bagaimana mungkin seseorang yang minta putus tapi dia juga menangis semalaman.




Setelah memberikan kado dan menyampaikan rasa sayangku aku juga terpaksa memberi jawaban tentang persetujuanku untuk putus. Karena dengan begitu Ina akan menerima kesibukanku saat kuliah nanti. Dan aku juga bisa fokus agar bisa cepat kembali.




'Tunggu aku Na. Aku akan kembali secepatnya. Dengan gelarku, dan mendapatkan pekerjaan yang baik untuk melamarmu.'




Setelah kembali dari rumah Ina, aku packing semua barang yang akan aku bawa ke rumah Nenek. Aku tidak tahu akan berapa lama. Tapi mungkin akan lama.




---------------------------------





"Siapa ma?"



"Dulu pernah kesini, tapi mama lupa. Kamu temui dulu. Dia di taman."



"Oke"




??? Teman lama?



Berarti bukan Ina yang datang.




"Kak Arka"



"Eh, Rika, ada apa ya?"



"Mau nemuin kakak"



"Ada apa?"



"Selamat ya kak"



"Untuk?"



"Kelulusannya. Ini aku bawa kado."



"Kado?"



"Ia. Kado. Tolong diterima."



"Makasih ya Rika. Harusnya kamu tidak perlu repot-repot."



"Nggak repot."



"Kamu duduk dulu. Mau minum apa?"



"Air putih aja."



"Sebentar ya"

__ADS_1




Aku meminta bibi untuk menyiapkan minuman dan cemilan untuk Rika sekalian menaruh kado dari Rika ke kamar.



"Maaf ya lama, kadomu aku taruh di kamar dulu."



"Ia kak, gapapa"




"Emm kak, kakak mau kuliah dimana nanti?"



"Aku rasanya mau kuliah di Jogja sih. Mau cari suasana baru."



"Kenapa?"



"Gapapa. Mungkin sudah bosan aja dengan suasana kota ini"



"Bukan karena Tari?"



"Tari?"



"Sintarina, aku biasa memanggil Tari"



"Lho kamu kenal?"



"Kenal. Dia teman dulu SD dan sampai sekarang masih sering main bersama"



"Owh"



"Karena dia?"



"Kenapa kamu bilang begitu?"



"Aku dengar dia putus dari kakak. Sebenarnya aku baru tahu sih kalau kakak pacaran sama dia."



"Aku juga baru tahu kamu temannya Ina."



"Apa karena dia kakak pindah? Dia kan bukan perempuan satu-satunya kak, kenapa kakak pindah karena putus dari dia?"



"Mmm, Rika sebenarnya bukan karena dia aku pindah. Malah lebih bagus putus begini karena kami tidak perlu LDR atau apapun itu. Jadi kami tidak perlu terbebani soal hubungan. Tapi kenapa kamu bahas ini?"



"Karena aku juga suka kakak. Aku suka kak Arka dari aku SMP. Dan aku baru tahu ternyata kakak pacaran dengan teman baikku. Saat aku tahu kakak putus aku merasa ini peluang buatku. Tapi ternyata kakak malah kuliah di luar kota."



"Maaf ya Rika. Aku gak bisa terima perasaanmu. Karena aku harus kuliah di luar kota dan sebagai mahasiswa baru pasti nanti akan banyak kegiatan yang menyita waktuku, jadi tidak bisa punya pacar dulu."



"Tapi aku bisa tunggu kakak sampai kakak bisa menerima perasaanku."



"Mari kita bahas ini di lain kesempatan ya Rika. Aku harap kamu tidak perlu bercerita pada Ina soal hal ini."



"Tapi kak"



"Kakak ingin konsentrasi di sekolah kakak dulu ya Rika. Kakak harap kamu mengerti. Oia, habis ini kakak harus segera berangkat. Maaf ya tidak bisa menemanimu terlalu lama."



"Owh, ia kak. Gapapa. Nanti kita ketemu lagi saat kakak ada waktu luang atau libur kuliah."



"Terima kasih ya Rika sudah mau ngerti. Ia. Kapan-kapan kita ketemu lagi."




Aku tidak tahu kenapa 2 bersahabat itu harus saling berhubungan denganku.



Ini sangat rumit untuk menghindari sahabat dari kekasihku.




'Ina, belum lama tidak bertemu tapi sahabatmu membuatku merindukanmu.'




***



Tunggu aku kekasih,



Tunggu aku pantas untuk berada disisimu kembali…




Kalea Arka Raditya




--------------------------



Ku harap kalian suka dengan cerita ini…



Jangan lupa like bila suka dan tinggalkan komentar sebagai sarannya...


__ADS_1



__ADS_2