
Tidak kusangka hari ini sudah 6 Bulan aku bersama dengan Revaro.
Alan Revaro Dharmayudha. Dia adalah laki-laki yang dikenalkan oleh Mas Adi. Revaro berteman dengan Mas Adi sejak Sekolah Menengah Pertama hingga kini. Pria bertubuh tinggi, kulit putih, berkacamata, dengan rambut yang berpotongan rapi. Dia bekerja di bidang IT di sebuah operator telekomunikasi ternama. Bagaimana dia terlihat rapi meskipun bekerja dalam posisi itu? Karena memang dia orang yang memperhatikan penampilan.
Apa dia orang yang baik? Tentu saja. Selama 1 tahun mengenalnya dia orang yang baik. Meskipun dia jarang ada untukku karena pekerjaannya. Dia bukan orang yang romantis, namun realistis. Dia banyak membuktikan cintanya padaku daripada memberi janji-janji.
Apa contohnya? Saat dia sedang tidak sibuk dia akan tiba-tiba berada di kantorku atau di tempatku berada untuk mengajak makan siang/pulang bersama tanpa rencana. Dia tidak mengucapkan Selamat Ulang Tahun biasa tapi sudah berada di rumah sejak pagi dan memberiku kejutan. Bagaimana aku menjalin hubungan dengannya? Karena dia meminta izin pada Papa secara langsung untuk berpacaran denganku. Bahkan hampir saja melamarku namun papa menolaknya karena beliau ingin kami saling mengenal sebelum berada di tahap itu. Dan inilah kami. Berpacaran dengannya selama 6 bulan setelah hampir 6 bulan PDKT.
Aku menikmati hariku bekerja, menikmati waktuku dengan keluarga dan menikmati waktuku dengan Revaro. Kami memang tidak menentukan kapan kami bertemu. Saat kami sama-sama ada waktu luang, kami meluangkan waktu untuk bersama. Namun kebanyakan dia yang mendatangiku saat memiliki waktu luang, karena aku tidak tahu kapan waktunya luang.
Sekarang aku lebih banyak mengerjakan proyek-proyek pembangunan rumah. Karena sejak Kak Mila Resign aku menempati posisinya. Iya, Kak Mila resign karena menikah dengan Mas Adi beberapa bulan yang lalu.
"Sin, kamu tahu gak bakal ada teman Mas Lingga bantu-bantu untuk pengerjaan Proyek Apartemen yang kita dapat kemarin?"
"Hah? Buat apa Mas?"
Aku dan Mas Adi sedang makan siang di warung Soto langganan di Pojok Kuliner di dekat Kantor kami.
"Maksudnya?" Tanya Mas Adi
"Ikh, buat apa Mas Lingga minta bantuan temannya kalau Proyek itu udah kita dapat gitu maksudku."
"Katanya sih itu bukan Proyek bikinan Lingga sendiri. Tapi memang kerjasama dengan temannya itu. Makanya namanya juga ditulis."
"Emang sebagus apa sih, sampai jadi Partner kok gak jadi karyawan aja?"
__ADS_1
"Katanya sih lulusan MIT"
"What?"
"Ia"
"Keren dong"
"Yang tak lihat sih emang keren. Makanya Proyek itu jatuh ke Perusahaan kita."
"Gila"
"Katanya sih temennya Lingga cowok ganteng dan belum nikah lho Sin"
"Heh? Apa hubungannya?"
"Jangan sampai kamu tergoda."
"Ia ia. Mas tahu."
"Gimana Kak Mila Mas?"
"Baik kok. Calon ponakan kamu juga baik."
"Syukurlah. Kak Mila gak pernah kesini ya Mas. Gak bosen apa di rumah."
"Ish, ini nih, ketahuan kalau jarang ngobrol sama Mila. Mila gak cuma di rumah tahu. Akhir-akhir ini malah dia makin sibuk karena banyak proyek Desain Interior yang dia terima.
"Waah keren. Rejeki Baby ya Mas"
__ADS_1
"Ia. Ponakanmu memang membawa banyak rezeki buat kami."
"Seneng gak Mas menikah?"
"Seneng lah, sekarang tidur ada yang nemenin, ada yang dipegang-pegang."
"Please TMI banget sih"
"Hahahaha"
"Huft"
"Kapan kamu nikah sama Reva?"
"Gak tahu. Belum kepikiran."
"Kalau diajak nikah besok kamu mau?"
"Gak masalah sih Mas. Kalau jodoh kan gak akan kemana. Kalau jalannya nikah, aku nikah besok pun siap-siap aja."
"Syukurlah. Berarti kalian sudah cocok. Jadi gak perlu menunda-nunda nantinya."
"Udah akh Mas, ayo balik. Udah mepet nih."
Setelah makan siang kami pun segera kembali ke kantor. Bekerja lagi sampai tidak terasa sudah hampir pukul 8. Bekerja di Bidang Desain memang membuat kami hampir lupa waktu saking seriusnya mengerjakan Proyek yang kamu tangani. Entah itu hanya Desain Interior bahkan bagi yang memegang Proyek yang lebih besar kami bisa sampai menginap di Kantor. Disini disediakan Dome. Ada 2 Dome. Untuk laki-laki dan Perempuan. Masing-masing terdapat 4 buah tempat tidur. Jadi bagi yang lembur bisa menginap dengan nyaman. Tapi tentu saja tidak senyaman tempat tidur rumah. Apalagi yang sudah memiliki keluarga.
--- --- --- --- --- --- --- --- --- --- --- --- --- --- --- ---
Jangan lupa Like dan Komentar kalian kalau suka dan dukung cerita ini.
__ADS_1