SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU

SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU
Scandal - #42 Kalea Arka Raditya


__ADS_3

Aku berangkat dengan hati yang panas. Bagaimana mungkin aku harus bertengkar di pagi hari dengan mama hanya untuk seorang perempuan. Aku tidak paham mengapa ingin sekali menjodohkanku entah dengan siapapun. Tidak ada yang tahu takdir mengapa aku yang sudah menderita karena tidak bisa beralih dari masa lalu harus dipaksa untuk dekat dengan perempuan yang tidak aku minati. Aku mungkin akan segera mencari apartemen dekat kantor dan segera pindah agar hatiku juga lebih tentram. 


Ketika sampai kantor aku sudah melihat Ina disana. Sedang asik minum kopi dengan menghadap komputer jinjingnya.


"Pagi Na"


"Pagi Kak, kok udah datang?"


"Kamu yang kok udah datang? Tumben? Diantar Bang Ardan?"


"Yup. Tadi bangun kepagian. Terus diajak Kak Ardan berangkat sama mampir beli Bubur Ayam."


"Hemm… kakak jadi pengen. Kapan-kapan kalau kamu kesana lagi kakak nitip ya."


"Oke."


Aku membuat kopi di mesin pembuat kopi yang tersedia di Pantry. Disini cukup menyenangkan, meski termasuk kantor yang tidak begitu besar, fasilitas disini cukup memadai. Tidak harus seperti kantor Google atau kantor-kantor besar lainnya.


"Gimana kerjaan kamu Na? Ada revisi lagi?"


"Iya nih kak, Pak Agung minta sedikit perubahan soalnya habis lihat rumah saudaranya. Tapi ada beberapa yang gak efektif sih, jadi aku kasih sedikit advice dan yah perubahan lumayan lah."


"Bagus. Pokoknya meskipun klien adalah raja, tapi kita sebagai penyedia jasa harus memberi pertimbangan-pertimbangan supaya klien tidak menyesal. Nanti kalau akhirnya jelek atau gimana nama perusahaan kita yang jadi buruk."


"Iya Kak."


"Nanti bisa bareng gak pas pulang. Ada yang mau aku omongin ke kamu."


"Emmm… oke"


Setelah membuat janji dengan Ina aku menuju ke ruanganku.


Disini ada OB tapi aku lebih suka membuat kopiku sendiri. Selain bisa bertemu dengan staff yang lain juga akan bosan sekali kalau hanya duduk di ruangan.


Saat di dalam ruangan aku segera membuka laman browser untuk mencari kira-kira apa ada apartemen yang bisa kubeli.


Iya mau membeli apartemen, karena aku memiliki tabungan dari pekerjaanku US kemarin.

__ADS_1


Aku menemukan beberapa unit yang kelihatannya cocok, maka mungkin d hari Sabtu nanti aku bisa janjian bertemu brokernya. Atau mungkin lebih cepat lebih baik.


***


Hari ini cukup sibuk hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Aku lalu berjalan ke meja Ina.


"Masih lama Na?"


"Iya kak. Mungkin sejam lagi selesainya."


"Ya sudah. Kakak juga selesaikan kerjaan dulu. Nanti kamu ketuk ruangan kakak ya kalau sudah selesai."


"Oke."


Karena Ina masih lama, akhirnya aku menyibukkan diri dengan menghubungi beberapa broker apartemen untuk membuat janji melihat unit.


Aku akhirnya membuat janji di setiap pulang kerja hingga hari Jum'at dan di hari Sabtu di siang dan sore. Iya memang banyak unit yang ingin aku lihat, agar lebih banyak pilihan. Meskipun apartemen tapi bila kita cocok, pasti akan nyaman untuk tetap tinggal diam dalam apartemen.


Tidak lama Ina mengetuk pintu. Dia bilang bahwa pekerjaannya sudah selesai dan akan siap-siap pulang. Jadi aku pun segera mengemasi barangku.


***


"Kita makan dulu Na?"


"Makan apa kak?"


"Pecel?"


"Boleh."


Akhirnya kami makan pecel langganan kami, dan untungnya tidak begitu jauh, hanya perlu waktu 20 menit untuk sampai.


Kami makan sambil ngobrol tentang pekerjaan. Karena aku takut apa yang akan ku bicarakan akan membuat nafsu makan hilang.


Selesai makan kami akhirnya pulang. Di dalam mobil akhirnya aku mulai bicara.


"Na"

__ADS_1


"Iya Kak"


"Boleh kakak tanya soal kamu sama pacar kamu?"


"Kenapa Kak Radit dengan hubungan Ina dan Varo?"


"Emm… Apa kamu serius sama pacar kamu?"


"Kalau dibilang serius ya Ina serius sama Varo."


"Cinta?"


"Yang pasti Ina sayang banget sama Varo."


"Kalau sama kakak?"


"Hah? Kalau sama kakak…"


Aku membiarkan Ina berpikir, hingga tidak terasa sudah sampai rumah Ina.


"Gak usah dipikirkan Na, kakak cuma mau bilang, Iya kakak masih sayang sama kamu, tapi, kalau kamu serius dan sayang sama pacar kamu, kakak bakal mulai menata hati kakak supaya kakak juga bisa punya pengganti kamu. Paling nggak kita sudah tau akar masalah kita dimana, dan kakak relain hal itu. Dan kakak harap kita saling merelakan."


Aku kelihat raut wajah Ina berubah, dan aku memeluknya tanpa terasa.


Namun pelukan kami terinterupsi oleh ketukan pada kaca mobil.


***


Pendek ya?


Maaf ngrangkai katanya masih bingung. Wkwkwkk… gini nie kalau dikerjakan ulang, feel nulisnya juga kurang dapet. Tapi semoga aja, bisa tersampaikan feel yang aku bangun. Wkwkwk…


Jangan lupa support dengan vote ya…


Biar rangkingnya naik… wkwkwk


See ya...

__ADS_1


__ADS_2