
Perasaanku bercampur aduk, aku tidak tahu kenapa. Apa mungkin aku cemburu karena Rika dan Kak Radit? Namun bukankah aku sudah memiliki Varo? Ada apa sebenarnya dengan hatiku.
"Hayo lho, ngapain bengong? Gak enak masakan mama?"
"Kaget Kak. Kok datang gak ada suaranya sih?"
"Kamu tuh keasikan bengong. Kakak panggil sampai gak dengar kan. Ada pa?"
"Ina capek, ngantuk, dsb dsb."
"Keterangan apa itu dsb dsb? Bukannya harusnya paling nggak 3 macam yang harus disebutkan sebelum dsb,dll."
"Ikh kok malah bahas penulisan sih?"
"Ya artinya kakak gak percaya sama alasan kamu bengong."
"Ikh, bener kak, Ina tuh cuma lagi mode capek setelah perjalanan."
"Halah halah, ya sudah, kamu makan dulu baru ngelamun atau pergi tidur."
"Iya kak."
Aku segera melanjutkan makan sebelum pergi ke kamar. Bagaimana pun sudah bukan urusanku bila ada hubungan antara Kak Radit dan Rika.
Aku menghela nafas setelah selesai mencuci tangan. Ya begitu memang yang harus kuputuskan.
Agar pikiran ku tidak kemana-mana aku segera menghubungi Varo.
[20.42] Yank! Where are you? Kangen! Lagi apa kamu?-send-
__ADS_1
Aku menuju kamar mandi sambil menunggu balasan dari Varo. Dan ketika aku sudah selesai gosok gigi dan cuci muka aku sudah melihat balasannya.
[20.57] Baru pulang makan malam. Lagi rebahan di tempat tidur. Masak sih kangen?
[21.08] Kok gak percaya sih? Beneran kangen tau. Kamu kok gak kasih kabar sih kalau gak dicari? Lupa ya ada pacar?
[21.11] Gak lupa kok. Malah takut pacarku lupa punya aku.
What? What the hell going on? Kok bisa nih laki mikir kayak gini? What happen with him?
[21.15] Kok ngomong gitu? Gak lupa lah. Masak liburan ama kakak aja sampai lupa pacar.
[21.18] Hemm.. Ya siapa tahu! Hidung siapa ?
Hah pacar gue, suka banget bermain tebak tebak ceria, apa ada yang salah sama apa yang sudah gue lakuin. Hah
[21.22] Ya udah deh kalau gak percaya dirimu selalu dihati. 😢 Apalah aku yang hanya butiran gula. Yang manisnya gak seberapa.
[21.27] Masih kangen!
[21.28] Iya tahu. Tapi kita tidur ya biar gak sakit. Nite pacarku.
[21.30] Nite Yank!
Udah gitu aja pembicaraanku dengan Varo. Terkesan keburu-buru. Entah apa dia benar-benar lelah atau bagaimana.
Namun sesuai apa yang dibilang Varo, aku segera mencoba untuk tidur. Agar segala pikiran ini hilang. Agar semua beban hati berkurang.
***
__ADS_1
Aku terbangun pukul 3 pagi karena mimpi buruk. Varo melangkah pergi dariku dengan Rika yang menamparku. Dan Kak Radit yang hanya melihatku. Ada apa sebenarnya ini? Mengapa mimpi buruk menderaku? Sebenarnya apa yang terjadi nanti. Aku mencoba untuk terlelap lagi. Namun tidak mudah untuk tidur kembali ketika kita tiba-tiba terbangun.
Aku masih memikirkan mimpi yang membuatku bangun di pagi buta ini. Dan lagi mengapa ada Rika dalam mimpiku. Apakah karena semalam aku memikirkan kehadiran Rika di kantor. Dan mengapa Varo meninggalkanku?
Hingga pukul 4 pagi aku masih belum juga terpejam, sehingga aku memutuskan untuk bangun dan mencuci muka untuk mencoba pergi berolahraga. Ya, mungkin lari di pagi hari akan membuat mimpi buruk itu pergi.
Setelah lari hampir 45 menit akhirnya aku memutuskan untuk kembali pulang lalu mandi. Aku melihat ada Kakakku di depan.
"Tumben kamu lari pagi?"
"Gak bisa tidur nyenyak, jadi mending bangun. Malah makin ngantuk kalau tidur gak berkualitas."
"Hemm, ya sudah mandi gih, nanti berangkat bareng kakak, nanti kita sarapan bubur ayam."
"Oke"
Aku segera mandi dan bergegas siap. Karena makan bubur ayam di pagi hari adalah cara yang asik memulai hari.
--- --- --- --- --- ---
Hai, lama ya saya tidak muncul?
Kenapa kok berhenti lamaaaa banget?
Alasan pertama , Kemarin kemarin lagi konsen sama usaha yang baru buka, sebagai pengusaha amatir, fokus jadi tersedot.
Alasan kedua , Henpon aku tuh rusak habis terjun bebas di paving sampe agak terpental, jadi kagak punya henpon sementara file file cerita ini di henpon itu, sementara akika gak ada waktu buat ketik-ketik di laptop waktu itu.
Jadi, cerita ini akan berubah total dari yang aku tulis kapan hari. Tapi ide cerita akan tetap sama.
__ADS_1
Jadi mohon support nya ya...