
Entah dosa apa yang sudah kulakukan sehingga aku harus mengalami kesialan berkali-kali.
Mulai dari melihat Rika dirumah yang menjadi akrab dengan mama dan harus mengantarnya pulang juga. Sekarang aku harus melihat Ina dengan pacarnya saat aku ingin nongkrong melepas penat dan rasa kesalku.
Yang lebih menjengkelkan, Ina melihatku saat masuk ke Restoran cepat saji ini sehingga aku tidak mungkin berbalik arah dan melupakan tujuanku kesini.
Dengan tegar dan mau tidak mau aku harus tetap berjalan menuju arah kasir untuk memesan makanan. Aku hanya memesan paket burger. Setelah menerima makanan yang kupesan aku segera menuju counter yang bernuansa cafe untuk memesan kopi sebagai temanku menghabiskan waktu.
Saat berbalik kini giliran pacar Ina yang melihatku, sehingga mau tidak mau aku tersenyum sopan dan menghampiri mereka untuk menyapa.
"Hai"
"Selamat Malam Pak" jawab pacar Ina
"Panggil aja Radit, kamu bukan pegawai maupun klien saya, lagian saya hanya atasan pengganti sementara."
"Hi kak. Sendirian?"
"Ia sendirian. Kalian lanjutin ngobrolnya. Saya mau cari tempat untuk cari inspirasi tender individual saya. Saya permisi dulu ya, emm"
__ADS_1
"Revaro. Panggil saja Varo"
"Ok, duluan ya Varo,Ina."
"Ia kak."
Aku pergi meninggalkan mereka mencari tempat yang nyaman dan sejuk karena malam ini angin bertiup sepoi.
Meski melihat kenyataan pahit, tapi aku memang harus menerima bahwa Ina memang bukan milikku lagi. Meskipun aku masih menginginkannya. Masih mencintainya. Dan aku masih melihat cinta yang kecil namun belum redup dalam matanya. Apa sebenarnya yang harus aku lakukan. Mencari celah atau memang harus melupakan.
Tetapi setiap rasa yang muncul saat melihat Ina membuatku ingin memilikinya.
Rika -
21.07
Kak Arka sudah di sampai rumah?
Kulihat chat dari Rika masuk. Namun aku tidak membukanya kali ini. Aku biarkan saja.
__ADS_1
Hidupku cukup rumit karena aku masih nerada dipersimpangan tentang Ina. Aku tidak ingin ada Rika yang semakin memperumit keadaan. Bahkan setelah melihat keakraban mama tadi dengannya membuatku merasa bahwa mama akan ikut campur dalam hal ini.
Aku banyak melamun malam ini sambil makan, langkah apa yang harus aku lakukan selanjutnya. Aku melihat Ina dan Varo meninggalkan restoran. Aku melihat Ina tersenyum, apakah memang sudah saatnya aku menyerah. Bukankah kebahagiaan orang yang kita sayang lebih penting dari kebahagiaan diri kita sendiri, apalagi dia hanya mantan.
Namun, saat asik melamun setelah melihat Ina pergi, Simon menyelamatkan kewarasanku. Dia menelpon karena menanyakan apakah aku sudah mau untuk ambil proyek lagi.
Aku mengiyakan hal itu. Karena disaat kita patah hati memang hanya kesibukan yang mampu mengobati karena waktu lah yang perlahan menyembuhkan.
Aku memilih pulang setelah mengobrol dengan Simon.
Dengan perlahan aku menelusuri jalanan menuju rumah. Banyak hal yang terjadi membuatku frustasi yang mana yang harus didahulukan. Dan apa yang harus aku putuskan.
Alinda Season 2 bakal segera di publish oleh Mangatoon. Jadi bagi yang nunggu kalian bisa search nanti ya.
Cerita ini bakal jalan. Dan sementara akan aku publish entah berapa episode perhari tapi setelah aku edit terlebih dahulu.
Klik like kalau kalian suka dan tinggalin komentar kalian.
__ADS_1
See you...