SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU

SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU
Scandal - #27 Sintarina Dewi Safitri


__ADS_3

"Kenapa galau?"


Aku terkejut mendengar suara Kak Ardan tiba-tiba.


"Kok gak ketuk pintu?"


"Sudah, tapi kamu yang gak denger sampai sibuk melamun. Ada apa?"


"Ina bingung."


"Soal?"


"Varo tanya apa yang bisa Ina kasih ke dia kalau kita sepakat menikah."


"Kok kamu yang ditanya dek?"


"Katanya, kalau penghidupan yang cukup Varo pasti kasih. Cinta dan kasih sayang sama usahain buat Ina bahagia dia juga pasti kasih, lalu Ina akan kasih dia apa, supaya kami bisa sepakat untuk melanjutkan hubungan."


"Bener juga sih. Lalu jawaban kamu?"


"Ya belum di jawab. Makanya Ina lagi bingung."


"Apa sih yang Varo butuhin dari kamu?"


"Perhatian?"


"Kayak yang Varo bilang, itu pasti harus kamu kasih sebagai pasangan. Selain itu yang lebih spesial?"


"Ina gak tahu kak. Kalau kakak pengen apa?"


"Apa ya? Mbakmu seutuhnya. Artinya semua yang mbakmu punya itu jadi punya kakak. Perhatian,cinta,waktu. Semua cuma boleh buat kakak. Itu yang kakak pengen."


"Waktu ya? Berarti kakak pengen Mbak Erlita buat jadi ibu rumah tangga?"


"Mungkin suatu saat iya, kalau anak kami benar-benar butuh pengawasannya sebagai ibu. Kamu tahu kan kalau sekolah pertama seorang anak itu ibunya. Jadi kakak bakal minta itu ke istri kakak nanti. Tapi otomatis sebagai kepala keluarga kakak juga tahu, kakak harus lebih bekerja keras supaya bisa menafkahi keluarga termasuk nafkah istri kakak. Nafkah beda lho sama uang belanja. Yang biasanya kalau dia kerja dia bisa beli sepatu harga sejuta, nanti waktu dia jadi ibu rumah tangga, kakak juga harus bisa beliin itu buat dia, tanpa mengurangi uang kebutuhan rumah. Dan daripada kamu mikirin hal yang belum tahu jelas apa yang kamu pengen dan kamu tahu jawabannya,mending kamu tutup jendela dan pergi tidur. Besok kan kerja. Lagian hati kamu juga pasti agak nyeri."


"Kenapa?"


"Tari lihat mantan sama mantan teman baik."


"Kak Ardan!"


Aku berteriak merengek sambil melempar bantal ke arahnya yang sedang kabur.


Iya. Gak bisa dipungkiri, rasa nyeri itu ada. Apa sebenarnya hubungan mereka. Namun tidak serta merta harusnya aku memikirkan mereka, karena aku pun memang sudah seharusnya tidak ikut campur dalam hubungan mereka meski nyeri menyerang.


Setelah menutup jendela dan mengunci pintu aku segera bersiap untuk tidur.


 


Pagi tiba, hari ini aku memilih untuk berangkat dengan Kak Ardan. Aku benar-benar ingin menikmati waktuku dengannya sebelum dia memutuskan untuk menikah dan meninggalkan rumah.

__ADS_1


"Hari ini pulang bareng atau?"


"Gak bareng kak, Ina gak tau bakal pulang jam berapa."


"Itu atasan kamu yang juga mantan kamu bakal sampai kapan jadi atasan kamu?"


"Apaan sih nanyanya aneh banget, yang jelas dong kak"


"Itu si Radit bakal jadi bos kamu sampai kapan?"


"Dua sampai Tiga tahun lagi. Pokoknya selulus lulusnya Bang Lingga."


"Enak ya nanti bakal punya bos lulusan luar negri."


"Iya, biasanya nilai perusahaan bakal naik. Sama Kak Radit juga naik kok, banyak tender yang kita menangkan dalam sebulan ini."


"Jago dong dia?"


"Huum"


"Kenapa dulu putus kalau dia sekeren itu?"


"Gara-gara persahabatan Bullsh*t"


"Jodoh gak akan kemana kok dek."


"Kok kakak gitu? Ina kan udah ada Varo."


"Udah akh, udah sampai. Makasih ya kak."


"Iya sama-sama. Kamu take care ya."


"Kakak juga. Salam buat mantan kamu."


"Kak Ardan kebiasaan banget sih."


Setelah perbincangan pagi aku masuk ke dalam kantor. Dan segera membuka rancangan yang sudah setengah kubuat.


Hari Senin adalah hari yang sibuk. Aku sempat melihat Kak Radit namun aku masih merasa sedikit jengkel karena kejadian kemarin. Namun dia seperti biasa pergi meeting, sedang meeting. Hingga kami sempat bertatap muka hanya saat dia akan pulang setelah beres-beres ruangannya.


Aku tidak pernah tahu bahwa Kak Radit cukup loyal, hingga memberi kami tunjangan makan saat lembur selain tunjangan pribadi kami sendiri. Jadi selain memang jatah makan malam saat lembur, tambahan dari Kak Radit membuat kami pesta makanan. Namun pesta makanan di sela pekerjaan ku terusik. 


- My Love -


19.12 


Dimana Yang?


Yup, chat dari Varo. Biasanya saat dia chat duluan maka dia senggang, dan bisa jadi dia akan menjemputku.


19.14

__ADS_1


Di kantor, lembur. -send-


19.17


Masih lama?


19.18


Nggak. Habis gini selesai. Mau jemput? -send-


19.21


Oke. Aku jemput. 45 menit lagi sampai.


19.22


Oke. I'll be waiting. See you soon -send-


Karena Varo akan jemput sebentar lagi, jadi aku memilih buat segera bekerja lagi supaya cepat selesai.


Varo sampai lebih cepat sedikit tapi pekerjaanku yang tinggal finishing terpaksa aku tutup supaya dia tidak menunggu. Mungkin dikerjakan di rumah bila nanti tidak malas. 


Masih ada Mas Adi di kantor, jadi aku pamit padanya.


 


"Sudah makan Yang?" Tanya Varo


"Sudah. Kenapa? Kamu belum makan?"


"Iya."


"Ke Fast Food aja ya. Kamu makan aku beli burger."


"Oke."


Kami menuju ke Fast Food yang lebih dekat dengan rumah, supaya nanti tidak terlalu jauh di perjalanan setelah makan.


Seperti kesepakatan, aku memesan burger dan Varo memesan paket nasi dan kentang lengkap.


Kami makan sambil ngobrol tentang pekerjaan kami. Iya, beginilah kami, tidak selalu dingin, hubungan kami hangat meskipun kami sibuk. Kami mengobrol bercanda, tapi entah kenapa hatiku masih terbelah, apalagi aku melihat dia, saat masuk ke restoran sendirian.


 


Dinikmati aja. Kalau bosen bisa pindah channel, jangan menghujat.


Klik like kalau suka. Kasih komentar yang berfaedah.


Hope u like and enjoy it.


See you

__ADS_1


__ADS_2