
Apa kamu merindukanku setelah aku pergi?
Apa kamu sudah memiliki orang lain saat tidak adanya diriku?
Apa memang hanya sampai disitu jodoh hubungan kita?
***
7 Tahun aku meninggalkan negara ini. Kali ini dengan gelas S2 aku sudah tidak dapat mangkir untuk pulang.
Tidak ada yang menjemputku, tentu saja, tidak ada yang tahu bahwa hari ini aku pulang.
Aku mencari makan sebelum pulang ke rumah. Aku tidak ingin kelaparan di Jalan bila nanti terkena macet. Apalagi kalau tidak ada makanan di rumah. Aku memilih Fast Food untuk makan. Sungguh kenikmatan yang hakiki sebuah Fast Food yang franchise namun memiliki beda rasa yang signifikan antarnegara. Dan Makanan Indonesia memang tiada duanya.
Aku membeli paket sayap dan tambah 4 buah sayap lagi.
Setelah makan aku pulang ke rumah. Rumah nampak sepi bahkan saat aku masuk hanya asisten rumah yang ada. Lalu aku masuk ke kamar dan beristirahat dan tidak lupa memberitahu pada bibi bahwa tidak ada yang boleh tahu aku sudah datang. Biar menjadi kejutan nanti setelah beristirahat. Dan setelah aku terbangun pukul 7 malam tepat saat makan malam keluarga, aku segera membersihkan diri dan turun. Mama Papa terlihat kaget aku sudah di rumah. Malam itu menjadi pembicaraan yang panjang antara aku dan Papa, dan mama menempel padaku seolah aku adalah kekasihnya.
***
Tidak terasa sudah 2 minggu aku di rumah tanpa kegiatan. Hanya mengambil pekerjaan dari teman disini untuk membantu dan dari Simon. Aku masih bekerja dengannya. Karena nilai Dollar lebih cantik dari nilai rupiah kan. Aku ingin segera mengumpulkan uang yang banyak agar bisa segera memiliki perusahaan sendiri.
Proyek membantu Lingga deal. Fee akan masuk segera saat semua design fix sementara pengerjaan proyek akan diurus oleh Lingga sendiri. Dia memintaku untuk freelance di kantornya, namun harus datang ke kantor karena dia ingin aku membantu mengurusi perusahaan. Aku jelas tidak mau. Aku lebih suka mendapat proyek secara freelance dan tidak ke kantor tapi bila tidak kemana-kemana pasti sangat membosankan juga. Apalagi mama selalu mengomel agar aku bergaul di luar supaya cepat memiliki pasangan dan akhirnya menikah. Who care about married if I already loving my ex? I'm lame? It's ok if you want thinking that, because my curious bigger than your opinion. Aku masih penasaran dengan apa alasan Ina memintaku putus. Dan saat nanti aku bertemu dengannya, aku ingin bertanya apa alasannya dia memutuskan ku dulu. Tapi bagaimana kabarnya sekarang?
***
"Dit, gimana keputusan kamu?"
"Apanya?"
__ADS_1
"Gabung di perusahaan gue."
"Perusahaan loe kan udah stabil dan bagus, jadi buat apa gue disana?"
"Buat bantu karyawan lah,pengalaman loe di luar negeri kan bagus, loe bisa kasih tips tips atau apa kek biar karyawan gue berkembang."
"Yaelah, gue yakin mereka udah bagus kok. Mereka lulus dari jurusan yang tepat jadi jangan remehin kreatifitas orang loe dong. Gak selalu kreatifitas orang yang sekolah di dalam negeri kalah sama yang diluar. Orang pelajarannya sama."
"Yaelah Bro. Bantuin doang. 6 bulan aja deh kalau gak mau lama. Gue tahu maksud loe, tapi tetep aja gue pengen staf gue berkembang. Jadi mereka berkembang perusahaan gue berkembang."
"Masih gue pikirin lah Bro. Masih mode L-A-Z-Y nih"
"Loe kalau mode males jangan ambil kerjaan sama sekali lah. Ngeles bae."
"Wkwkwk.. Besok gue kabarin ya. Gue mau antar emak arisan nih. Mak gue rempong banget pengen cepet-cepet gue nikah."
"Ya entar di kantor loe bisa cuci mata. Ada karyawan yang cantik disini."
"Wkwkwk.. oke oke. Gue tunggu ya"
"Oke."
'Huft, ditagih nih, apa gue ambil aja ya? Ketimbang gabut di rumah?' batinku.
Setelah terima telepon dari Lingga aku turun ke bawah karena mama sudah berteriak memanggil.
"Kalea lagi terima telepon kerjaan Ma"
"Halah kerjaan apa, paling kamu tidur lagi tadi."
"Yaelah gak percayaan amat sama anak."
__ADS_1
Iya. Memang mama masih belum percaya bahwa aku tetap bekerja meskipun aku terlihat pengangguran. Karena baginya bekerja adalah ke kantor. Padahal gaji di kantor tidak sebanding dengan freelance yang aku kerjakan.
Dasar emak-emak kuno.
***
Arisan ini aku terpaksa turun karena aku kenal dengan Tante Widya teman mama dari jaman Kuliah.
"Tante"
"Kalea, duh udah makin dewasa ya? Makin ganteng lagi. Kapan ini nikah?"
"Belum ada yang mau dinikahin Kalea tante. Kayaknya Kalea kurang baik."
"Masak sih? Orang sama tante aja sopan gini kok. Dikenalin tante sama ponakan tante mau?"
"Jangan tante, nanti ngerepotin."
"Gak akh, gak repot. Masuk dulu."
Yah beginilah nasib anak muda di Indonesia. Kalau single ditanyain kapan nikah. Kalau udah nikah ditanyain kapan punya anak. Kalau punya anak ditanyain kapan kasih adik. Hah. Kalian pikir cuma perempuan aja yang ditanya. Kami kaum laki juga senasib dengan kalian. Tapi karena kami bukan perasa kami tidak memikirkan hal itu, beda dengan kalian yang merasa bahwa memiliki batas usia karena memikirkan kehamilan.
Karena kalau cinta setua apapun kalian, pasangan akan tetap menikahi kalian. Soal hamil kalau rejeki, pasti akan punya. Tidak bisa normal? Ya cesar. Kalau sudah lama menikah belum dikaruniai anak? Bisa bayi tabung dengan sperma dan indung telur kalian sendiri. Kedokteran sekarang sudah canggih, jadi tinggal sampai dimana cinta dan pengorbanan kalian sebagai suami istri.
--- --- --- --- --- --- --- --- --- --- --- --- --- ---
Kalau suka like aja. Tapi gak perlu tanya kapan up. Cerita ini akan saya gantung sesuka hati saya.
Hahaha 😈😈😈
__ADS_1