SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU

SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU
Scandal - #32 Kalea Arka Raditya


__ADS_3

Pagi ini aku dibangunkan oleh alarm dari Bang Ardan. Kenapa aku bisa sekamar sama Bang Ardan? Sebenarnya demi low budget, Bang Ardan pesan kamar twin bed yang nantinya akan diisi dia dan Ina. Tapi karena aku kasihan dengan Ina yang cewek dan pasti lebih butuh privasi meskipun dia sekamar dengan kakaknya, akhirnya aku menawarkan kamarku untuk Ina sementara aku dengan Bang Ardan.


Ternyata suara yang berdering dari pagi adalah telepon dari pacar Bang Ardan.


"Yang, ini hari Sabtu"


"Kalau di Bali terus kenapa Yang?"


"Ina? Ina gak tahu udah bangun apa enggak. Aku gak sekamar sama Ina."


"Ina diatas. Ketemu Radit, jadi Ina pakai kamarnya Radit."


"Ya ampun Yang, ini jam 6 lho."


"Iya iya, makasih ya Adek Erlita pujaan hati Mas Ardan sudah bangunin Mas buat sarapan. Udah dulu ya. Kasihan Radit kebangun ini."


"Iya. Nanti aku kabarin pas Sarapan."


Begitulah suara dari Bang Ardan yang kudengar. Yang akhirnya mau gak mau membuatku bangun setelah mendengar monolog Bang Ardan yang kudengar.


"Sorry ya dit, gue berisik."


"It's ok bang. Pacar Abang  ya?"


"Iya. Dia cerewet banget, katanya mesti bangun nanti mau jalan-jalan sama Ina. Loe kemana hari ini?"

__ADS_1


"Gue di hotel aja sih rencananya Bang. Pengen tidur aja rencananya."


"Loe ikut kita aja. Bantuin gue nyetir juga. Kita gantian. Lagian ngapain loe di hotel terus padahal ada teman."


"Abang udah sewa mobil?"


"Ada nanti jam 8 apa jam 9 gitu diantar. Pinjam temen. Tapi dia lagi di Jepang jadi entar diantar sama supirnya. Bisa pakai supir, tapi gak enak juga sih, supir sendiri aja."


"Oke lah. Ini abang mandi duluan apa Radit nih yang mandi?"


"Loe dulu aja. Gue bangunin adek gue. Kita dapat dua kunci kan, jadi santai aja mandinya."


"Oke deh"


Akhirnya aku mandi duluan agar kami tidak kesiangan dan sarapan dengan tenang.


Aku mandi sambil merenung, lalu ketika  mendengar suara pintu dibuka, aku tahu bahwa Bang Ardan sudah kembali. Aku lalu mandi dengan cepat. Aku tak ingin membuat Bang Ardan menunggu terlalu lama. Aku sudah membawa boxer dan kaos dalaman kesukaanku jadi kami tidak perlu awkward untuk keadaan rambut basah dan handuk yang bila untuk kaum hawa mereka akan berharap bisa memeluk dan melihat abs yang membuat mereka meleleh. I haven't a good abs dude.  Isn't like your Idol in Kdrama already or MV.


Setelah keluar, Bang Ardan melihatku, seperti yang sudah kubilang, dengan pakaian sopanku, tidak akan ada ke-awkward-an yang terjadi diantara kami.


Setelah Bang Ardan masuk kamar mandi, aku segera berganti pakaian dan menyiapkan apa saja yang cocok dibawa. Mulai dari dompet, powerbank, kabel usb, obat-obatan, permen. Apakah aku perokok? I'm not. Kalau kalian kuliah di luar negeri kalian akan tahu betapa mahalnya rokok disana dan sempitnya ruang gerak perokok, sehingga tidak merokok adalah hal yang bagus untuk kantong dan ruang gerak. Apakah aku pernah minum alkohol? Yes of course. It's liar if I said I didn't. Sampai mabuk? Nope. Gue gak bego, jadi main lah dengan aman, sesuai kemampuanmu. Kalian gak akan tahu kesalahan apa yang akan kalian lakukan saat kalian mabuk.


Kak Ardan mandi dengan cepat, namun aku juga bersiap dengan cepat sehingga saat Kak Ardan keluar dari kamar mandi, aku sudah siap.


"Ina udah bangun, semoga dia tidak tidur lagi. Agak lama bangunin tuh bocah. Cewek tapi kebo banget."

__ADS_1


"Mungkin dia capek bang. Lagian kebiasaan kalau sabtu bangun telat kan kita sebagai kaum muda mudi pejuang Senin sampai Jum'at."


"Ia juga sih, tapi Ina tuh sebenarnya bisa banget begadang dan kalau tidur aslinya juga suka banget. Jadi kalau tidur suka lama dan susah dibangunin."


"It's ok lah bang. It wasn't a problem. We're gonna vacation with a simple rule. Just do what you want and go to where do you want to go."


"Hahaha… iya sih, loe kan udah siap. Jemput adik gue gih, terus ajak ke restoran. Gue siap-siap. Bentar doang. Paling bentar lagi selesai."


"Gapapa nih?"


"Kalau cuma jemput sih gapapa. Loe mau lebih?"


"Ya enggak bang."


"Ya udah. Berangkat sana."


"Oke lah. Ketemu di resto."


Aku meninggalkan Bang Ardan, dan menuju kamar Ina di lantai 7. Setelah menemukan kamar akhirnya aku mengetuk pintu kamar dan aku melihat sesuatu yang sudah lama tidak ku lihat.


--- --- --- --- --- --- ---


Kalau ada banyak typo dimaklumi ya. Editnya gak berulang-ulang.


Jangan lupa share cerita-ceritaku, terutama Yes, I'm a Secretary yang lagi ikut kontes biar menang.

__ADS_1


Klik Like dan jangan lupa komentar kalian.


See you...


__ADS_2