SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU

SCANDAL DIRIKU DAN DIRIMU
Scandal - #3 Sintarina Dewi Safitri


__ADS_3

Sudah 6 Tahun aku tidak bertemu dengan Kak Radit.



Dia menghilang sejak terakhir dia ke rumahku. Bahkan teman-temannya menanyakan padaku kemana Kak Radit pergi.



Aku hanya bisa bilang aku tidak tahu karena kami sudah putus.



Persahabatanku dengan Rika pun menjauh, meskipun aku bilang aku sudah putus dari Kak Radit dia tetap tidak suka padaku. Dia bahkan tidak melihat persahabatan kami yang sudah lama.



Aku kuliah di Jurusan yang sama seperti cita-cita yang sama dengan Kak Radit, Arsitektur. Aku menempuh S1 ku di ITB. Sebenarnya Mama keberatan aku kuliah di luar kota, dengan lolosnya aku pada tes penerimaan mahasiswa baru, mamaku tidak dapat berbuat apa-apa.




Kini setelah lulus aku bekerja di sebuah Arsitektur besar di kota ku ini PT. Creation of Art. Sebenarnya nama ini cukup aneh sih, namun Kreasi dan Artistik merupakan hal yang diperlukan dalam bidang Arsitektur ini.



Aku masih junior disini, jadi aku masih membidangi Art of Design Interior sebagai permulaan.



Tentu saja hal ini sudah cukup bagus untuk permulaan karir. Meskipun bukan bidangku secara langsung namun aku masih bisa mengerjakan tugas tugas ini.




***



"Pagi Sin"



"Pagi Mas Adi" (Mas Adi rekan kerjaku di Divisi Design Interior ini. Seniorku sebenarnya)



"Cantik banget sih hari ini"



"Nanti aku bilangin Kak Mila lho Mas"



"Akh gak asik nih bocah"



"Hehehe"




"Pacarku sudah datang?"



"Sudah, lagi di Pantry mungkin mas"



"Aku sapa dulu ya. Jangan masuk lho"



"Ia beres"




Kak Mila adalah Pacar Mas Adi. Mereka sudah pacaran 3 tahun, lebih lama dari waktu aku bekerja disini. Rencananya mereka akan menikah akhir tahun ini. Nanti entah siapa di antara mereka yang harus Resign, karena suami istri tidak diperbolehkan bekerja disini, harus ada yang Resign salah satu."




"Sinta, nanti ikut kakak ke Nada Melodi ya.."



"Siap kak. Sudah aku siapkan berkasnya."



"Sip."


__ADS_1



"Lho Yang, kita gak makan siang bareng?"



"Alay deh"




Aku pun tertawa. Mereka adalah teman baik sebelumnya, sehingga hubungan mereka tidak ada romantis-romantisnya. Mas Adi pun karena usil jadi Kak Mila tidak memperdulikannya saat mulai manja.




Aku suka bekerja disini. Karena para senior saling membantu. Meskipun lingkungan kami bekerja kecil namun kami seperti keluarga.




"Sin, kamu ada pacar?"



"Aku gak minat jadi pacar kedua mu mas"



"Huss, Ngawur aja kalau ngomong nih anak. Bukan. Mau aku kenalin temanku gak?"



"Ganteng gak?"



"Ganteng lah"



"Mapan gak kerjaannya?"



"Bokap gue lebih mapan. Duda lagi."




"Aku gak masalah punya mama tiri kamu Sin"



"Aku keberatan punya anak tiri kaya kamu Mas"



"Hahaha… mau gak?"



"Gak akh"



"Rugi lho"



"Masak?"



"Ia. Dia anak orang kaya, Ganteng, kerjaan sudah bagus"



"Brengsek gak?"



"Ya Tuhan mulutnya anak ini"



"Cowok kaya yang kakak bilang itu kalau gak brengsek mungkin aja homo kak kalau masih single. Apalagi seumuran Mas Adi."



"Ia juga sih"



"Nah itu Mas Adi nyadar."


__ADS_1


"Ya gak lah Sin. Masak aku kenalin cowok brengsek ke kamu sih"



"Emang mas Adi pernah pacaran sama dia?"



"Ya gak lah"



"Kok tau gak brengsek?"



"Y udah y udah. Gak jadi deh."



"Wkwkwk… ya sudah kalau gak jadi."



"Bangke banget anak ini"



Aku tertawa puas karena umpatan mas Adi.



Aku memang jomblo, tapi aku tidak tertarik untuk di kenalin begitu. Karena bila hubungan itu gagal maka pertemanan bisa terancam juga.



Selain itu aku masih belum berminat berpacaran lagi karena aku masih teringat Kak Radit.



Bagaimana kabarnya sekarang? Apakah dia sudah memiliki pacar? Apakah dia masih mengingatku?




***



Aku pergi menemui Klien dengan Kak Mila di Studio klien kami.



Kami meeting cukup lama untuk menentukan desain mana yang disetujui oleh klien kami.




Studio ini cukup luas. Akan menjadi beberapa studio untuk studio musik dan akan ada studio balet dan dance juga.



Namun sementara masih di khususkan untuk pembuatan Studio musik dan Teater Room untuk pertunjukan.



Mereka menginginkan desain yang sangat detail agar membuat betah murid maupun untuk penonton. Juga akan ada Kantin untuk ruang tunggu orang tua dan tempat makan.




Menurutku ini hampir mirip Sekolah Musik yang benar-benar sekolah, karena sangat kompleks.



Guru-guru yang mereka miliki pun ternyata adalah profesional yang sudah terkenal bahkan mereka memiliki Kepala Sekolah layaknya sekolah pada umumnya.



Meeting ini berlangsung hingga selesai makan siang karena banyak sekali detail-detail yang kami bahas.




Ini merupakan proyek besar, karena bonus yang dijanjikan Bos juga lumayan besar. Satu hal yang membuat aku suka bekerja disini, karena meski gaji standard mereka memberikan bonus yang besar bagi kami yang membuat Klien Puas. Selain itu dengan pekerjaan yang bagus dan baik, itu akan menambah portofolio kami yang nantinya akan membuat pekerjaan sampingan kami lebih banyak. Disini kami bisa bebas mengambil pekerjaan sampingan yang bukan merupakan klien perusahaan. Bila sampai terlanggar, karir kami akan habis karena akan akan tersebar di semua penjuru perusahaan Arsitektur dan Desain.



##################



Aku harap kalian suka cerita ini. Jangan lupa beri like bila kalian suka, dan komentar sebagai saran kalian…



__ADS_1


__ADS_2