Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Masalalu 1


__ADS_3

Cinta memang tidak pernah ada kreterianya, tapi rasa ini berawal dari rasa suka dan itu mencerminkan ada karakter yang kamu sukai disana, hanya saja ada getaran yang berbeda saat ada didekatnya, ada rasa nyaman bila bersamanya.


Itu hanya sekali terjadi mengalami yang seperti itu.


Jatuh cinta lagi dan lagi, artinya sebelumnya tidak benar jatuh cinta, mungkin saja karena suka saja, selamat mencari cinta yang tanpa syarat yang ada hanya memberi.


Cinta adalah memberi bukan meminta.


Semakin hari bahkan berbulan-bulan dua insan manusia tak dapat terpisahkan.


Cinta brian pada Arsya begitu tulus dan kuat, begitu juga sebaliknya.


Badai rintangan yang menggoyahkan cinta mereka mampu ia lalui, rintangan demi rintangan dapat ia lewati.


Bahkan sampai detik ini, badai besar menghantam hubungan mereka karena keluarga.


Disaat Brian diperkenalkan pada sang mommy, disitulah terkuak semuanya.


Brian Pov


Bangunan yang megah nan kokoh bak istana membuatnya menciut, nyalinya seakan lenyap begitu saja.


"Rumahnya arsya?? Kenapa dia tinggal dirumah kost selama ini" gumam gue pelan,


Seakan gue ini orang kecil disini, gue terdiam diluar rumah menuruti keinginan sang tuan putri.


"Mom... Arsya pulang" suara bahagia arsya terdengar ditelinga sang mommy dan memeluknya tak tertinggal gue masih mendengarnya dari luar.


"Bahagia banget sepertinya tanpa mommy ya" goda elsa pada putrinya

__ADS_1


"Apaan sih mom, bukan begitu. Bentar ada yang ingin arsya kenalkan sama mommy" ucap arsya berlari keluar


Elsa tersenyum menggelengkan kepala "ada aja kelakuannya"


Gue ditarik arsya masuk kedalam untuk bertemu mommynya katanya.


Wajahnya tak beda jauh dengan arsya waktu pertama bertemu, dingin nan datar plus jutek.


"Mom ini brian" kata arsya mencairkan suasana.


"Hallo tan, saya brian. Saya pacarnya arsya" ucap gue ramah memperkenalkan diri setelah duduk


"Siapa orang tuamu?" tanyanya dengan nada judes nan sinis tanpa basa basi.


"Rian pratama tan, kalau mama sudah meninggal waktu melahirkan saya" jawab gue pelan dan sendu


"Rian pratama seorang pegawai swasta di PT. Praja?" kata elsa


"Benar tan, papa bekerja disana" jawab gue membenarkan perbedaan kasta diantara kita.


"Tidak salah lagi, dia anak orang bre***** itu" gumamnya yang masih bisa gue dengar. Apa maksud semuanya? Apa mereka saling mengenal?


Perasaan gue tiba-tiba tak enak dengan pertemuan ini.


"Semoga baik-baik saja" batin gue berdoa karena gue tak bisa hidup tanpa pemilik hati ini.


_________


"Mommy bicara apa?" tanya arsya yang tidak terlalu jelas mendengarnya

__ADS_1


Elsa memijat pelipisnya, kepalanya tiba-tiba pusing. Kejadian demi kejadian masa lalunya muncul kembali dan...


Bughhh


Elsa tak sadarkan diri disofa


"mom....." panggil arsya mendekat, menepuk-nepuk pipinya yang tak ada respon.


"Bantu gue angkat mommy kekamar," pintanya setengah teriak pada brian


Brian angkat elsa menuju kanarnya sesuai titah sang kekasih.


"Mommy mu sakit apa memangnya?" tanyanya setelah meletakkan elsa diatas kasur


"Mommy kelelahan. lo pulang dulu ya gue mau temani mommy"


"Gpp nih? biar aku temani saja ya disini" usulnya brian tapi ditolak arsya


"No... lo pulang aja. pleaseee" pintanya memohon


"Baiklah, kalau ada apa-apa telfon aku. Oke" kata brian dengan pasrah


"hmmm"


"Aku pulang dulu"


Cup


Pamitnya mencium kening arsya.

__ADS_1


__ADS_2