
"ARKA!! ARSYA!!"
Suara teriakan menggelegar dipenjuru sekolahan.
"Sialll kita ketahuan" umpat arka
"Kenapa kalian ngendap², cepat kalian temui pak santoso diruang BK" ucap orang tersebut yang tak lain adalah guru yang memergokinya
"Iya pak.." ucapnya bareng dan pergi menuju ruang bk
Diruang BK
"Hukuman kalian lari keliling lapangan 20
" Oke" ucapannya dipotong arsya dan berlari keluar narik arka
"Kenapa narik²”
" klu gak gitu bisa² hukumannya di tambahin, mending langsung go...."
Arka yang mendengar geleng² dan tersenyum
Jam istirahat berbunyi tak membuat hukuman dua anak kembar berbeda jenis tak berhenti.
"Ayo tinggal satu putaran lagi, SEMANGAT CA...." ucap arka memberi semangat
"Dah biasa lari, harusnya semangatin buat dirimu sendiri" jawab arsya dengan senyum mengejek
"Haisshhhh oke² semangat untukku sendiri. PUASSSS"
__ADS_1
"HAHAHA" tawa arsya menggelegar sampai ketelinga orang yang sudah mencarinya beberapa hari ini, yang tak lain itu si brian.
Arsya sudah berjanji dengan sang mommy dan dirinya sendiri akan menjauhi orang tersebut, kalau perlu membuangnya jauh²
"Arsya" gumam brian yang berjalan bersama kawan² menuju kantin, senyum merekah ia tunjukan ketika matanya menangkap mata arsya.
"Kenapa dengan dia" gumamnya lagi yang merasa arsya berubah.
"Udah ayo kita kekantin dulu, tunggu dia disana saja" ucap alex seakan tahu arti pandangan mereka
"ARSYAAAA KITA KANGEN LO" teriak si uli mewakili teman²nya dan disenyumi dengan lambaikan tangan.
"KITA TUNGGU DIKANTIN YAAAA" dijawab anggukan arsya dan mereka pergi kekantin duluan.
Suasana disana nampak rame siswa siswi mengisi perut dengan canda ria, tapi tidak dengan brian. Pemuda tersebut diam dengan muka ditekuk
"Minum aja gue, huffft"
suara helaan nafasnya seakan berat
"kenapa sih lo" tanya alex
"Ntahlah, gue aja bingung kenapa" jawabnya frustasi
"Tuh arsya.." kata dion memnunjuk arsya didepat stand penjual dikantin
"Gue kesana dulu y" ucap brian yang melihat arsya sudah duduk
"kemana aja kemarin, kenapa gak bisa dihubungi, dan kenapa menghilang begitu saja" tanya brian langsung pada arsya.
__ADS_1
Sedangkan arsya tak meresponnya, dia sibuk makan siomay dengan mimik muka seperti yang pertama kali brian ketemu. Jutek
Si Arka hanya tersenyum sinis membiarkan brian yang bertanya, "biarlah caca yang membereskan sendiri, jika tak mampu baru gue" gumamnya dalam hati
"Ca... Aku balik dulu ya, mau istirahat tiduran dikelas" pamit arka yang tak mau ganggu. Arsya memberi anggukan kepala.
"Sayang.... kenapa diem ?" tanya brian lagi setelah kepergian arka
Masih tak direspon arsya
Arsya berdiri ketika makanan dan minumannya sudah tandas.
"Sya. ." ucap brian megang tangannya dibalas dengan tatapan tajam dan terhempas
"Ada apa sebenarnya, jangan seperti ini dong sya"
Arsya tersenyum sinis
"Udah bicaranya! mulai sekarang jangan pernah dekati gue lagi ataupun ngusik kehidupan gue." ucapnya dengan berapi²
"Aku gak bisa sya jauh darimu, aku cinta sama kamu" bujuk brian lagi memegang tangannya dan dihempaskan lagi
"ITU BUKAN URUSAN GUE, PERGI JAUH² DARI HIDUP GUE. GUE BENCI" teriak arsya menatap nyalang brian lalu pergi meninggalkan kantin yang membuat orang² dikantin melihat kearah mereka.
"APA KALIAN LIAT²" teriak arka marah² pada mereka yang menatapnya.
"Sabar bro, nanti kita bantu cari permasalahannya" hibur temannya disaat brian kembali kemejanya
"Iya yan, lo tenangin dulu diri lo"
__ADS_1