Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Kemarahan Arsya


__ADS_3

Hari berganti hari dan sekarang waktunya ujian semester dilaksanakan, dikediaman diningrat Arka ke kamar arsya yang masih tiduran digulungan selimutnya.


"Ca... hari ini ujian semester, kamu mau pergi sekolah tidak?" tanya Arka menggoyang²kan tubuh arsya.


"Entahlah, belum tanya mommy mau kemana hari ini" jawabnya yang mendesah pasrah akan kehidupannya


"Terlihat capek sekali kamu ca, maafkan aku ya yang tak bisa menjadi kepala rumah tangga menggantikan daddy" ucapnya yang merasa bersalah


"Masih pagi, jangan mewek disini, sana...!" kata arsya yang sudah paham arah perbincangan arka


"Haishhh dasar kamu ya, nyesel aku sudah simpatik terhadapmu" degusnya dan pergi meninggalkan kamar arsya


"Ujian semerter hari ini, jangan anggap remeh yang sudah bergelar S2" teriak arka dari depan pintu


"Ck dasar" gumamnya geleng² dan segera bangun temui sang mommy


"Mom.... Arsya hari ini kesekolah ya"


"No !! Pagi ini ada pertemuan dengan perusahaan DDD"


"Terus ujian semester arsya gimana momm....?"


"Serahkan sama mommy, semua akan beres" kata elsa yang sedang siap² dengan pakaian kebesarannya


"Arsya percaya" ucapnya dan pergi dengan lesu


Disekolah Arka berjalan memasuki ruangan sesuai dikartu peserta ujian semester, diruangan itu juga arsya harusnya tempati. Arka merasa kasihan terhadap saudaranya itu, tapi bagaimana lagi dia belum punya sertifikat kelulusan bahkan skill pun tidak memadahi jika dibandingkan Arsya yang IQ nya diatas rata².


"Arka" teriak sindi dari depan pintu


"Dimana Arsya" tanya tisa


"Dia ada urusan, gak masuk" jawabnya datar


"Lo gk kasih tahu kalau hari ini semester?"


"Sudah, tapi urusannya yang lebih penting dan tak bisa ditinggalkan"

__ADS_1


"Sepenting itukah? ya udah goodluck buat ujian smerternya"


Sudah beberapa hari juga brian tidak masuk sekolah, karena hari ini mulai semester mau tidak mau brian berangkat.


Penampilan seperti biasa cuek, dan ada tambahan terdapat kantung mata yang melingkar hitam disana.


Apa brian selalu begadang?


"Ahirnya lo masuk bro"


"Bagaimana kabar lo? "


"Seperti yang kalian lihat" jawabnya


"Pulang sekolah kita kumpul ditempat biasa, kita akan bahas persoalan lo brian. Kita gak mau lihat lo seperti mayat hidup" ucap alex


"gak perlu, gue bisa selesaikan sendiri" jawab brian


"gak ada penolakan, sudah berapa lama kita biarkan lo menyindiri. Bukannya membaik yang ada semakin memburuk"


"Mau tidak mau lo harus ikut kita" imbuh nando


Dilain tempat seorang gadis terpaku didepan layar meja kerjanya, ada beberapa laporan yang menurutnya tidak efektif.


Brakkk


Gebrakan meja disertahi tatapan membunuh dan tersenyum devil.


Tut..


Suara telepon kantor terhubung pada sekertaris.


"Ada yang bisa dibantu nona?" jawabnya ramah


"kumpulkan semua devisi keruang rapat sekarang!" katanya datar


Tut.

__ADS_1


Telepon dimatikan sepihak


"Aduhhh ada apa ya? gue jadi takut." gumamnya yang langsung menghubungi berbagai pihak devisi dikantor utama.


Tak membutuhkan waktu lama mereka berbondong² menuju ruang rapat dengan mimik yang berbeda² seakan bertanya "ada apa"


Semuanya pada diam melihat bos kecilnya melangkah kekursi kebesarannya.


Menunggu beberapa detik dengan mencuri tatap kearah bos barunya.


"Selamat pagi semua,"


"pagii" jawabnya serentak


"Langsung saja, saya mengumpulkan kalian semua disini untuk menunjukkan berbagai laporan yang kalian buat. Entah saya yang tidak memahami atau memang ada diantara kalian yang sudah bosan bekerja disini" ucapnya datar disertai melemparkan semua laporan dimeja


Semua saling tatap, tidak ada yang berani mengambil.


"Silahkan bagikan" imbuhnya meminta sekertaris


"Siapa yang ingin pergi keluar dari perusahaan silahkan. Bagi yang tetap disini silahkan.! Saya kasih waktu lima menit untuk berfikir dari sekarang."


Semuanya saling tatap dalam keheningan dan membolak balikan file yang dilempar tadi.


"Sudah cukup waktunya dan terimakasih untuk kalian yang masih bertahan diperusahaan ini.


Saya mau tahu, siapa yang mengurus keuangan, pemasaran dan produksi disini?


Jelaskan laporan dari tahun xxxx - xxxx, kenapa bisa tidak sinkron disitu. Kasih alasannya kesaya." Ucap arsya dengan tatapan tajam dan ekspresi datar.


"Disini sudah benar sesuai dengan kinerja kami nona, saya teliti ulang juga hasilnya sama" jawab pihak pemasaran mewakili mereka


Senyum tipis nan sinis arsya tunjukkan "Sepertinya anda sudah bosan bekerja disini pak candra, saya tidak suka ada tikus² yang numpang hidup diperusahaan."


BRAKKK


Arsya menggebrak meja membuat mereka telonjak kaget.

__ADS_1


"Saya kasih satu kesempatan buat kalian yang tetap bertahan, perbaiki kesalahan yang kalian lakukan atau saya sendiri yang akan membereskan tikus lenyap dari bumi" ucapnya disertai beelenggang pergi dari ruang rapat


__ADS_2