Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Ego atau Hati


__ADS_3

Tidak semua kisah kehidupan sesuai yang diharapkan, begitupun kisah cinta brian yang sudah kandas sebelum memulai.


Berbuat baiklah dimasa sekarang yang tak berujung penyesalan dimasa depan. Jika bisa memilih, brian tidak mau dilahirkan dari orang tua pembunuh. Semua kejahatan orang tuanya berimbas padanya, dia tidak tau apa-apa, yang dia inginkan cuma kebahagiaan bersama orang tercinta. Begitu sederhana.


Nasi sudah terlanjur jadi bubur, dia harus menelan pahitnya kehidupan.


"Gue tahu apa yang lo rasakan yan.... Tolong jangan begini. Lo harus melanjutkan kehidupan lo jadi lbih baik. Ubahlah takdirmu sendiri, dengan kamu begini apa bisa buat masa lalu ortu lo berubah." kata alex yang sudah diceritahi masalah percintaannya.


"Iya yan, doakan yang terbaik untuk semuanya. Bertemanlah dengan masa lalu, karna adanya masa lalu yang membuatmu menjadi lebih baik." ditambah nando menasehati.


"Entahlah, rasanya gue belum bisa terima masalalu bokap gue." ucapnya mendesah.


"untuk sekarang memang sulit, lambat laun juga pasti bisa"


"iya yan, harus semangat"


"Ayo kita bantu membuka usaha bengkel buat lu, jangan tolak lah. Seenggaknya hargai kita sebagai sahabat gitu" usul para sahabatnya yang berstatus orang-orang kaya, berbeda dengannya yang hanya mempunyai bokap sebagai karyawan dan pembunuh. Duhhhh sedih banget rasanya.


"Baiklah jika kalian memaksa, tapi dengan syarat. Suatu saat jika gue sudah punya uang akan gue balikin. Gimana?"


"Terserah lo saja lah"


Ahirnya brian dkk mendirikan bengkel otomotif untuk usaha brian, dengan kesibukannya bisa membuat brian lupa akan masalah-masalahnya walaupun sementara.


Bagaimana dengan Arsya....


Gadis tersebut sedang berada dikantor usaha barunya yaitu WO. Dia membuat berbagai planning untuk kemajuan usahanya, sedangkan rere membuat desain-desain gaun. Mereka kompak bekerja sama dalam pembagian tugasnya, sedangkan untuk arka, dia hanya membantu disaat dibutuhkan saja karena dia sibuk dengan sekolahnya.


"syaa... Yuk cari makan siang dulu, tante laper" ajak rere pada arsya


"nanggung tan... Arsya disini saja ya.. Tolong beliin" pintanya tersenyum


"Ahhh kamu ini, diajak biar tante ada temen malah nyuruh beliin" omel rere yang tak mau pergi sendiri


"Gimana dong tan... Arsya males, pesen saja ya" usul arsya tak rela mengalihkan perhatiannya pada laptopnya


"kamu ya, diajak bicara orang tua gk sopan banget. Pokoknya ayooooo, tidak boleh ada penolakan" paksa rere suapaya arsya tidak begitu capek, kasiahan baru sembuh pikirnya.


"iya iya tannnn, nanggung juga ini kerjaannya tinggal dikit tan.."


"masa bodo..... Ayooo cusss" paksa rere tarik tangan arsya


Tak jauh dari kantornya mereka berhenti di stand makanan KFJ, yang menyediakan berbagai macam olahan ayam dan nasi.

__ADS_1


"Arsya nasgor full toping tan...." pesen arsya pada rere yang sudah siap menuju loket. Dan dijawabi dengan jari jempol dan telunjuk bergandengan, ertanda oke. 👌


Lumayan lama arsya menunggu rere datang, arsya memainkan benda pipih ditangannya tak sengaja melihat hasan bersama dua orang perempuan. Dilihat dan terus dilihat, rupa-rupanya ada sesuatu yang menggelitik. Tanpa dia sadari, ternyata rasa cemburu.


Arsya terbengong sampai rere datang pun mengejutkannya.


"Bengong sya, ati-ati nanti kerasukan...."


"Apaan sih tan, lama banget pesennya. Aku kan dah lapar" ngelesnya tak mau bicara jujur


Arsya makan seperti orang kesetanan, dua bola mata terpancar cahaya menakutkan kearah hasan.


"kenapa?" tanya seorang perempuan yang bersama hasan


"entahlah, saya merasa ada yang mengawasi" jawabnya hasan


"wahhhh jangan nakut-nakutin dong san..." teman satunya lagi merasa takut


"sudahlah, mungkin perasaanmu saja, ayo dilanjut makannya" temen satunya melerai.


Hasan menyapu sekeliling untuk memastikan, menyapu.... Menyapu.... sampai ahir menemukannya.


Hawa sekeliling berubah, dia tak tahu apa kesalahannya, dia bingung harus bagaimana. Pilihan terahir dia putuskan tersenyum seperti orang bodoh.


"Assalamualaikum bidadari surgaku" sapa hasan yang seketika melelehkan atmosfer dalam hati arsya.


"Waalaikumsalam" jawabnya dengan nada yang agak jutek, biar hasan tak tahu lelehan-lelehan tersebut


"Sama siapa?" tanya hasan yang tak melihat siapapun, karena tante rere pergi ketoilet.


"LO lihat?" jawabnya ketus dan hasan menghela nafas


"Sendiri!!, yasudah lanjutkan saja. Maaf sudah mengganggu, semoga harimu bahagia" pamit hasan dengan nada merendah mampu membuat arsya keceplosan


"Kemana? Mau nyamperin cewek-cewek itu lagi?" ucapnya yang setelah sadah mengucap sumpah serapah didalam pikirnya, bagaimana dengan hasan? Dia seakan dejavu mendengarnya. Tak tau harus bagaimana, antara duduk lagi atau pergi.


Tiba-tiba salah satu cewek tersebut memanggil


"Hasannnnn.... Ngapain disitu?"teriaknya yang membuat hasan melihat kearahnya dan tersenyum


"CK tebar pesona" jutek arsya


"Maaf, aku kesana dulu ya" katanya yang tak ada jawaban, hasan nyamperin temen-temennya tadi dan bilang minta maaf, dia akan pergi bersama tunangannya dengan memberi isarat menunjuk kearah arsya.

__ADS_1


"Yahhhhh dah punya tunangan ternyata, telat dong gue"


"Iya nih, patah hati ramai-ramai"


Hasan hanya tersenyum tak merespon ucapannya dan pergi kearah arsya.


"Aku kembali.... Jangan jutek-jutek, nanti ilang cantiknya" ucap hasan yang sedang menyendok nasgor arsya.


"kenapa dimakan!!!" tanya arsya datar


"Dikit sya... Pelit amat sama calon sendiri juga" protes hasan sambil bercanda


"Siapa yang mau jadi calon lo" tanya arsya semakin tak berekspresi berbeda dengan isi hatinya yang sudah berbunga-bunga


"Yaa kamu syaaa, masak mereka.." jawab hasan tanpa melihat ekspresi arsya yang berubah-ubah. Kali ini dia benar merasakan cemburu


"ya sana, ngapain masih disini"


"Kamu ngusir sya?" tanya hasan serius dan tak ada jawaban dari arsya


"diamnya kamu kuanggap itu jawaban tak setuju" kata hasan lagi.


"Lhooo ada kamu san, kapan? Kamu dicalling arsya?" tanya tante rere yang mengira hasan dicalling arsya, itu berarti ada kemungkinan arsya akan memilihnya.


"ngapain juga calling dia, punya nomernya aja nggakk" ketus arsya


"jangan gitu sya, nanti nyesel kalau hasan pergi hlooo" ceplos tante rere


"nggak akan!!"


"Kita lihat saja nanti, kamu bakal mencariku apa tidak! Nanti malam aku akan ke kota C dan tak tahu kapan kembalinya. Jaga diri baik-baik, jaga kesehatan, jangan hobi masuk rumah sakit disini tidak ada aku disampingmu. Assalamualaikum" pamitnya dan pergi meninggalkan tempat makan


Bagaimana dengan arsya??? Dia terdiam memahami kata-kata hasan dan tersadar kalau hasan sudah jauh pergi.


"Ck katanya gak butuh, katanya gak suka, katanya disuruh pergi... Terus ini apaa namanyaaaaa?" ejek tante rere yang membuat arsya semakin tersudutkan


"Cepat dimakan, keburu dingin jadi gak enak. Itu contoh simpel sya, kalau dah dingin gak enak" kata tante rere lagi.


Arsya hanya terdiam tak berkata, dia tak tahu harus bagaimana. Menuruti ego atau hati.


__________


Bagaimana kabar kalian? Semoga baik-baik saja ya, salam dari author.

__ADS_1


Tolong tinggalkan jejak ya.


__ADS_2