
"Oh iya bu, terimaksih sudah menolong arsya dikala dia susah dulu. Ntah apa jadinya jika tidak bertemu dengan keluarga ibu. Terimakasih sebanyak-banyaknya" ucap mommy elsa berterimakasih
"Semua itu karena Allah, jangan berterimakasih kepada kami, berterimakasihlah padaNYA"
______________
"Sebelumnya minta maaf jika lancang, apa benar ini dengan ibu kandungnya arsya?" tanya ummi siti memastikan
Elsa tersenyum "iya bu benar, saya menikah dulu seumuran arsya 16 th dan diumur 17 saya melahirkan arsya dan saudara kembarnya arka" jawabnya jujur dan terlihat kesedihan diraut wajahnya.
"Jadi nak Arsya kembar. Di umur berapa ayahnya arsya meninggal?"
" huuuft waktu saya masih hamil, daddy arsya meninggal dibunuh seseorang" jawabnya lagi dan tak bisa membendung air mata. Ummi segera memeluk elsa untuk menyalurkan kekuatan,
"Maaf, kami hanya ingin tahu keluarga dari nak arsya. Niat kami baik, kami ingin meminang nak arsya untuk menjadi menantu kami"
"menantu?" katanya diulang untuk memastikan dan diangguki ummi siti
"iya, tepatnya untuk putra kami hasan"
"Saya serahkan semuanya pada arsya bu, apapun keputusannya saya akan mengikuti. semua itu untuk kebahagiaannya dimasa yang akan datang. Sebagai orang tua saya hanya bisa mendoaakan yang terbaik dari yang paling baik" harapan mommy elsa.
"Bagaimana jawabannya?" kata elsa bertanya pada putrinya.
"Arsya belum tahu jawabannya mom" jawabnya gelagapan bingung
"Baiklah, 3hari lagi harus punya jawaban. Mommy tunggu. Okeeyyyy"
__ADS_1
"okey momm" katanya pasrah
"Sudah dengar kan hasan, tagih jika sudah 3 hari"
Hasan tersenyum, semoga jawabannya sesuai harapan.
"kalau begitu kami pamit dulu, semoga cepat sembuh ya nak" pamit abah ahmad menyudahi percakapan sore ini.
~ POV Arsya ~
Aku tak tahu harus berkata apa disaat mommy bertanya apa jawanku, semua mata seakan akan menelanjangiku hidup hidup.
Kenapa juga dengan si hasan itu, kenapa dia tidak mencoba membantu bicara menjawab. dia juga ikut-ikutan tak berpihak padaku.
Aku akui... Dia baik, sopan, ganteng, sebagai putra pemilik pondok pesantren dia termasuk modern. Mungkin ini jalannya untuk merubah diriku menjadi lebih baik.
Engkaulah pemilik hati, jika takdirku pada hasan tolong ubahlah hatiku berpindah padanya. Kuserahkan semua padamu yang maha membolak balikan hati ini.
««POV Hasan»»
Hatiku sudah bagaikan genderang mau perang saja diasaat menunggu arsya menjawab, aku terdiam antara bahagia dan patah hati.
Aku hanya berdoa, jika dia tulang rusukku, maka persatukanlah kami.
Aku hanyalah insan biasa tak luput dari dosa, aku berharap yang terbaik.
_______________
__ADS_1
Pagi hari, arsya sudah dibolehkan pulang.
"Tidak boleh capek-capek, makan teratur, tidak boleh begadang. Ingaattttt, sakit tidak enak !!" kata dokter hasan menasehati
"Sok perhatian lu"
"Ini sudah dari kewajiban seorang dojter mengingatkan pasiennya dan juga sebagai calon imam yang baik."
"Sok yakin sekaliii anda ya!"
"Hanya padaNYA aku yakin, yasudah ayo pulang kerumah"
"Nunggu mommy"
"Ibu elsa tidak bisa menjemput.....
"bagus, gue bisa pulang sendiri" kata arsya dengan melompat dari atas tempat tidur dan terjatuh
"kenapa tidak hati hati, kamu baru sembuh syaaaa..." kata hasan gemes.
"terlalu semangat ini, hari ini gue bebas dari mommy" senyum jumawa terlihat digadis tersebut.
"kata siapa kamu bebas, ayo aku antar pulang"
"ogah, pulang sendiri gue"
"Silahkan saja jika ingin membuat ibu elsa marah"
__ADS_1
"ck braninya pakai nama mommy" sungutnya yang tak brani membantah sang mommy