
Diruangan yang sunyi arsya memainkan jari lentiknya dikantor diningrat, mulai hari ini dia diharuskan kembali ke kantor. Untuk usahanya bersama tante rere dia hanya membantu saja jika dibutuhkan.
Tok tok tok
Suara pintu diketuk oleh sekertarisnya,
"Nona, pagi ini jadwal ke sekolah SMA Merpati untuk memberi motivasi tentang bisnis" kata sekertarisnya bernama Anya.
"Baiklah, setelah itu?" tanya arsya
"Ada pertemuan sama perusahaan J setelah makan siang" jawabnya lagi.
"Siapkan berkasnya sekalian, dari SMA kita bisa lanjut ketemu perusahaan tersebut" putus arsya yang membereskan kerjaannya
"Baik nona" jawabnya dan berlalu menyiapkan semuanya.
SMA Merpati, semua murid pada sibuk mempersiapkan acara. Karena sulit sekali untuk mengundang CO perusahaan tersebut, dan bisa dikatakan tertutup.
"Seperti apa ya orangnya?" katanya membayangkan
"denger-denger dia baru balik dari kota Z, semoga saja beliau orang yang supel"
"Gue sangat nge fans, meskipun tidak pernah tau siapa orangnya. Tapi dari pencapaiannya yang sukses seperti ini membuatku iri"
"Gue sih ogah, kaya keturunan apa yang mau dibanggain coba?" kata orang yang tak suka pada orang yang lebih unggul dari nya.
"yeee dasar mak lampir, emang apa bakat lo??? Merendahkan orang???"
"Sudah-sudah, ayooo lanjutkan sebentar lagi aacaranya" lerai murid satunya yang melihat mereka akan tarik-menarik rambut
Semua murid beserta guru sudah berkumpul diaula, mereka menunggu seseorang yang luar biasa katanya dimata mereka.
Seorang gadis cantik nan rupawan berjalan dengan anggunnya, celana panjang baju hem dipadukan dengan jas kebanggaannya. Tak lupa kaca mata hitam bertengger dihidungnya, WOW semua terhipnotis.
Guru-guru yang berjejer berdiri bersalaman, artis mah lewat dibuatnya.
Sikapnya yang dingin memberi kesan serius, dan tak tersentuh.
"itu arsya bukan sih?"tanya tisa
"mirip aja kaliiie" jawab uli
__ADS_1
"bukan mirip lagi jhooonnnn, itu beneran arsya" ucap santi sambil nonyor kepala uli.
"Ahirnya yang kita tunggu-tunggu datang juga, CO dari Perusahaan DININGRAT CORP. Terimakasih sudah berkenan hadir diSMA Merpati kebanggaan kita semua. Dimohon untuk segera naik ketempat yang sudah kami sediakan." Ucap pembawa acara mempersilahkan.
Semua mata tak berkedip dibuatnya, termasuk Brian.
"Sepertinya gue pernah liat tu orang" pikirnya dalam hati
Arsya naik keatas podium memegang mic disertai membuka kaca matanya,
"HALLO, Selamat pagi menuju siang. Ada yang kenal dengan saya?" tanyanya tersenyum sedikit membuat semua orang terdiam ntah apa yang mereka pikirkan
"Baiklah, jika tak ada jawaban, biar saya memperkenalkan diri ya bapak ibu guru dan para teman-teman semuanya. Perkenalkan nama saya ARSYA DININGRAT, saya salah satu murid disini yang kerap bahkan sering mendapat hukuman, betul bukan bapak bahrun?" tanya arsya pada guru BP yang diangguki bapak guru.
"Saya bisa menceritakan sedikit tentang kehidupan seorang arsya si gadis jutek ini. Sejujurnya saya sudah lulus S2 bisnis dikota Z, pasti kalian tidak percaya. Begitupun saya, saya juga tak percaya dengan kehidupan yang super duper membosankan. Tujuan hidup saya cuma 1, membuat my mom bahagia, maka dari itu hidup saya hanya belajar dan belajar supaya bisa menggantikan my mom bekerja agar beliau bisa beristirahat. Dulu saya berfikir, kenapa punya kehidupan membosankan, maka dari itu saya pindah kekota kelahiran saya ini dan masuk ke sekolah my mom dulu. Saya hanya ingin merasakan bagaimana jadi anak badung, ternyata enak juga ya pak bahrun. Begitu singkat waktu saya belajar tak seperti kalian ini, bisa santai kumpul bersama teman, nongkrong. Saya tidak punya waktu untuk semua itu" kata arsya tersenyum sambil memanggil guru yang sering menghukumnya dan dibalas tersenyum
"Baiklah ini secara singkat perjalanan saya tanpa saya beritahu kenakalan-kenakalan yang selama ini saya lakukan, sebelum saya membahas materi selanjutnya apa ada yang ingin ditanyakan ?" tanya arsya dengan anggunnya berbeda dengan disaat dia sekolah.
Ada beberapa teman yang bertanya tentang kenakalan apa saja dan sudah punya pacar apa belum.
"baiklahhh, saya akan jawab dulu kenakalan. Mohon jangan ditiru yaaa, saya suka balapan motor dan tawuran" kata arsya singkat mampu mengundang keramaian.
"Arsyaaa... Arsyaaa... Arsyaaa.... Ayo pilih arsya jika ingin jadi anak motor" teriak salah satu murid dan tak lain yaitu alex dari geng bandit.
Brian terdiam menatap kasih tak sampai, jarak diantara mereka begitu jauhhh, jika diukur dengan benang, maka benang tersebut akan berubah kusut.
Arsya menggelengkan kepala melihat kericuhan yang dibuat teman-temannya. Pasti dia akan merindukan teman-teman yang dipertemukan secara singkat ini.
"Khusus untuk kalian, saya berpesan.. Boleh aja nakal tapi harus berprestasi. Percuma nakal jika tak bisa di banggakan."
"huuuuuuuuuuu" sorak teman-teman pada mereka berdua membuatnya menggaruk kepala salah tingkah
"pertanyaan kedua" tanya brian, teman-teman spontan melihat kearah suara tersebut
"Ehmm jujur, saya tidak begitu terbuka dengan publik apalagi tentang kehidupan pribadi. Jika ada yang ingin tahu baiklah, untuk status sudah bertunangan" kata arsya memperlihatkan jarinya
"yaahhh patah hati dong"
"haduhhh ketikung gue"
"sama gue aja syaaa"
__ADS_1
Suara silih berganti dari teman-teman semakin ramai, apa kabar dengan yang bertanya??
Brian seakan dejavu, dia terdiam lesu. Sudah saatnya dia sadar diri, dia siapa dan arsya siapa? bagaikan langit dan bumi.
"Itu perkenalan singkat tentang saya, selanjutkan saya akan membahas materi bisnis yang paling dasar seperti bapak dan ibu guru ajarkan disekolah ini........" ucap arsya yang berlanjut panjang kali lebar.
Acara sudah selesai, arsya dipanggil keruang kepala sekolah .
"Permisi pak"
"ayo silahkan silahkan, sebelumnya terimakasih sudah memenuhi undangan kami. Saya sebagai kepala sekolah sangat bangga dengan prestasimu ini. Tak salah jika kamu putrinya elsa, dia wania yang paling tangguh."
"Terimakasih, sudah berkenan mengundang saya. jika tidak ada yang perlu dibicarakan, saya mohon udzur diri karena masih ada pertemuan setelah ini" pamit arsya
"baiklah, mungkin lain kali kita bisa mengobrol tentang bisnis"
"bisa diatur bapak, saya permisi"
Arsya berjalan bersama sang sekertaris menuju parkiran, dia sudah disambut teman-temannya. Mereka berlari memeluk arsya bebarengan, arsya tersenyum begitu manis .
"Oh Tuhannn,,, inilah cobaan yang nyata" batin brian yang juga berada disana.
"gue pamit yaaaa... Kalau kangen atau butuh sesuatu bisa calling-calling arsya okeeee 👌" katanya pada sahabat barunya
"iyaaa, bakal jadi idola gue nih"
"huumm, nge fans banget gue, gak nyangka. Gue tertipu selama ini"
"Arka juga, kenapa dia gak jujur"
"kenapa gue yang disalahin?? nohhhh adek gue salahinnnn tuh"
"APAAAA??? Kalian saudara?" tanya mereka
""Iya,"
"tapi kenapa adek lu yang lebih unggul timbang kakaknya ya" tanya alex
" itu yang membuatku terdiam selama ini, gue malu jika ditanya begini" jawab arka menghiba dan dapat pelukan dari arsya
"Jangan begini, your brother is the best" ucap arsya tulus
__ADS_1
"Gue pamit semuaaaa, byeeeee" kata arsya menutup perjumpaan siang ini.