
Terkadang manusia ingin kehidupan seseorang yang menurutnya lebih perfect ketimbang kehidupannya. Padahal sang pencipta sudah kasih kehidupan seseorang sesuai dengan porsinya tanpa kurang dan kelebihan.
Dibalik kebahagiaan pasti ada cobaan begitu juga sebaliknya, jalan hidup seseorang tidak akan murni mulus seperti jalan tol, bagaimana dengan hati manusia? Pasti ada rasa iri, dengki, benci, itu ujian yang sulit dilalui.
Siang yang terik ini arsya sengaja pergi ketempat dokter hasan, dia ingin ajak makan siang bersama. Dandanan super modis tak ketinggalan tingkah arogannya membuat para mata yang dilewati tertuju padanya.
Cantik sempurna begitu batin nya.
Tak jauh dari hasan berdiri, arsya tersenyum menghampirinya tanpa pedulikan orang-orang sekitar dokter.
Hasan terpana seakan mendapat jackpot, tidak ada angin dan hujan sekarang badainya datang.
"Assalamualaikum my honey..." ucap arsya tersenyum membuat hasan tak berkedip dan bengong sementara.
"dokter, didatangi cewek cakep malah diam saja" kata dokter cowok disana membuat hasan sadar dari lamunannya.
""Wa... Wa.. Waalaikum... Salammm.." jawab hasan tergagap tidak seperti biasanya, hasan merutuki dirinya yang membuat malu didepan para staf lainnya.
"Yuk makan siang sama sama. Sudah laper aku mas" kata arsya lembut hasan dibuat salah tingkah.
"A.. Aaaa... A..yooo" jawab dokter hasan
"Hadduh dokter hasan, kenapa jadi punya penyakit gagap begini?" dokter hasan yang diejek teman-temannya dan ditertawakan.
"Maklum, disamperin bidadari. Aku pergi dulu semuanya" pamitnya
Disepanjang jalan sampai parkiran hasan masih tak percaya, mungkin mimpi pikirnya. Hasan menepuk nepuk pipinya mengalihkan pandangan arsya ke hasan.
"kenapa,?" tanya arsya
"seperti lagi mimpi,"
"gak tidur mana bisa mimpi? Ayo buruan masuk mobil dan jalankan. Sudah laper beneran aku" kata arsya dan diangguki hasan
"kamu tadi gak kesambet?"
"maksudnya?"
"tidak jadi deh, begini terus yaaa. Tambah cantiknya" puji hasan pada arsya dan hanya dapat senyuman.
Sedangkan diRumah Sakit pada sibuk bergosip tentang tunangannya dokter hasan.
"Btw itu tadi tunangannya dokter hasan ? Tanya sisi yang sebagai suster
"Sepertinya sih iya, kalau tidak mana mungkin manggil my honey" jawab ita yang sempat mendengarnya
"Katanya kerja jadi CS alias cleaning service, dari penampilannya tidak ada tampang tampang rendahan." imbuh nita mengomentari
"Seperti putri bangsawan begitu, aku jadi gak percaya kalau kerjaannya begitu"
"iya, cocok banget mereka, cantik dan ganteng"
"kalian Sibuk gosip, emang gak ada kerjaan lain hah?" maki dokter nina yang panas melihat dokter hasan bersama tunangannya dan sekarang mendengar gosipan gosipan, semakin menanas saja kan.
__ADS_1
Semuanya langsung bubar meninggalkan dokter nina yang jutek itu.
"haha Dia cemburu" kata suster ita
"Syukurin dokter hasan sudah punya tunangan, sok cantik sih"
"iya, malah lebih cantik pacarnya dokter hasan ya"
Dokter nina yang masih mendengar gosip mereka semakin murka, dia ingin menghancurkan hubungan dokter hasan.
"jika hasan tak bersamaku maka tidak ada orang yang bisa memilikinya" katanya sambil mengepalkan tangannya.
___________
Pov Hasan
Aku tidak menyangka pujaan hati datang mengajak makan, beribu syukur ku panjatkan atas nikmat yang sudah dikasih padaku.
Aku semakin yakin ingin melanjutkan pertunangan kami, dan melanjutkan kejenjang yan halal untuk agamaku.
Aku tak ingin berlama dalam dosa-dosa yang tak disengaja setiap kali bersamanya.
"Dek... Maukah kamu bertunangan denganku?" tanya hasan ketika sudah sampai dilestoran
Arsya terdiam...
"Kalau belum siap, aku akan menunggu" kata hasan lagi dan dapat anggukan dari arsya
Alis hasan terangkat seakan bertanya.
"maksudnya iya, iya apa?"
" aku mau mas" jawab arsya
Hasan tersenyum, dan bertanya
"mau apa dek?" tanya hasan mengerjai
"gak ada siaran ulang" jutek arsya
"yaaahhh juteknya muncul lagi"
"salah sendiri, siapa yang mulai"
" iya iyaaa.. Maaf sayanggg" kata hasan lembut tersenyum
"kapan ada waktu? Ayo bisa kita segerakan"
"besok free sepertinya,"
"Seriusan ini dek, jangan asal jeplak"
"ini juga serius, selain itu lum tau kapannya" jawab arsya dengan entengnya.
__ADS_1
"percuma jadi boss kalau gini" keluh canda hasan
"Justru bos semakin sibuk, supaya semakin kaya hidupnya"
"jangan menumpuk harta dek, perbanyak amal" hasan kasih wejangan pada arsya
"Itu jangan ditanya, jika tangan kanan memberi maka tangan kiri gak boleh tau"
"Syukur lahhh, ter the best memang" kata hasan tersenyum dengan bangganya
"CK iya kalau memberi, kalau kagak gimana kok the best hahahaha" tawa arsya yang tidak pernah terlihat didepan hasan, membuatnya semakin yakin jika arsya sudah sangat menyayanginya.
"Alhamdulillah ya Allah" ucapnya dalam hati yang ikut tersenyum
"Aku sangat yakin, ada banyak kebaikan yang kamu lakukan selama ini. Semoga istiqomah ya sayang"
"Do'akan saja"
"InsyaAllah.... "
"👌 Nanti malam mau ikut gak?" tanya arsya yang sedang menyuap makan
"itu dikunyah dulu dek, emang mau kemana?"
"Dilarang keras melarang, kalau mau ikut ya ayo kalau gak ya udah"
"mau kemana dulu, main ikut-ikutan" tanya hasan sebel yang tak dijawab-jawab
"Seru-seruan dongggg,, balapan. eittssss jangan protes" larang arsya yang melihat hasan akan protes
"Bahaya sya.......! "
"Tidak, jangan larang selama itu masih dalam hal wajar 👌"
"wajar dari mananya???? Balapan liar mana bisa disebut wajar?''
"ya sudah kalau tak mau ikut"
"tapi....."
"pilihannya 2, ikut pa tidak?" katanya memotong ucapan hasan
"Tidak, ada acara sendiri nanti malam" bohong hasan yang ingin arsya tak pergi balapan
"oke kalau gitu aku pergi sendiri" keputusan arsya yang tak bisa diganggu gugat
"hmmm" jawab hasan cuek dan arsya masa bodo
Hari berganti malam tepatnya tengah malam, arsya ngendap-ngendap ingin pergi dari rumah menuju ke tempat dimana dia bisa menyalurkan hobinya yang membawa hasil. Setiap hadiah yang ia terima arsya berikan ketempat yang seharusnya seperti panti yang terbengkalai dari donatur, anak yang tak mampu sekolah atau anak jalanan dan juga para lansia.
Dia selalu semangat dan tak lupa fokus hal yang utama, banyak penonton yang datang silih berganti. Kini waktunya ajang unjuk bakat akan segera dimulai Arsya berada dalam barisa pertama, sebelum mulai terdengar suara sirine polisi yang datang dan semuanya pada bubar melarikan diri, tapi naas motor arsya tak bisa nyala membuatnya harus ikut ke kantor polisi untyk pemeriksaan. Banyak diantara mereka yang ketangkap, ada yang membawa narkoba dari berbagai jenis yang mengharuskan semua untuk tes urin tak ketinggalan arsya, diharuskan untuk membawa wali jika ingin bebas malam ini.
Arsya bingung mau minta bantuan kesiapa, gak mungkin juga arka atau mommy.
__ADS_1
"Baiklah, si hasan saja. Mau tes keseriusannya sampai dimana" kata arsya bicara sendiri dan menekan tombol panvgil tertuju ke my honey....