
Dimalam yang sudah selarut ini tak membuat arsya lelah bekerja seharian, dengan ambisiusnya untuk memajukan perusahaan membuatnya tak kenal lelah. Hingga suara dering panggilan diHp nya tak ia respond.
"Sedang apa nih anak sampai tak menghiraukan mommy nya" ucap elsa dengan geram, sudah puluhan panggilan dilayangkan membuatnya ingin melenpar hp nya
"Kenapa mom?" tanya arka yang melihat tingkah mommy nya
"Adik kamu belum pulang², mommy....."
"Biar arka yang hubungi kantor mom" ucap arka menyela mommy
☎ tringgggg
📞Ada apa? jawab arsya datar
📞ini aku ca, pulang sudah malam. Jangan buat mommy hawatir ya sayang" pintanya
📞Iyaa
📞tut
"ck dasar caca....." ucapnya kesal dimatikan sepihak, begitulah tingkah arsya yang seenaknya sendiri tak beda jauh dengan mom
"Mommy kekamar istirahat, caca dalam perjalanan"
Cup
Kata arka menenangkan mommy dan mencium keningnya
Geng Bandit sedang membahas permasalahan hubungan arsya dan brian disebuah cafe tempat biasanya nongkrong, keinginan untuk mencari jalan keluar tak sejalan dengan sikond dicafe yang tiba² kedatangan geng musuh yang pernah menyerang kesekolahan.
Awalnya pertengkaran dengan beradu mulut, lama kelamaan hingga adu tonjok diteras depan cafe.
Bughhhh
__ADS_1
"Mau apa? gue lagi gak mood berurusan sama kalian" kata brian malas
"Ciiihhh bilang aja takut" jawabnya dengan langsung menonjok arka teepental kepinggir jalan
bughhhh
"Bang**!" brian emosi
Dugh
bugh
taggg
Semua saling pukul, dari dua belah geng sama mengenaskannya.
Bugh
Brian menonjok lawannya sampai terkena mobil yang melintas mendadak berhenti. Brian masih menghajar lawannya tanpa ampun meluapkan emosi tak hiraukan orang didalam mobil yang menatapnya datar.
"BRIANNNNN" triak alex meminta brian berhenti memukul
Brian terpaku melihat penampilan arsya yang terlihat memukau. Senyum indah dibibirnya merekah berjalan menghampirinya dan ingin memeluk meluapkan rasa rindu.
Rentangan tangannya dipandang arsya dengan datar menyadarkan brian akan peemasalahannya.
"Syaaa" ucap brian lemah
"Minggir kalau tak mau ditabrak" ucap arsya dingin lebih dingin dari pertama melihat arsya dulu, brian semakin frustasi.
Dia tidak membuat kesalahan, kenapa berimbas kedia. Sungguh ironis nasib percintaannya.
Brian masih terdiam berdiri didepan mobil arsya memandang arsya begitu dalam cintanya, begitupun arsya memandang brian yang masih memancarkan cinta dimatanya tapi ditutupi dengan egonya yang tinggi.
__ADS_1
"Aku mau bicara sya"
"Gue gak ada waktu"
"Ayolah sayangg, aku mohon beri waktu untuk aku berbicara"
Mendengar ucapan brian, arsya tertawa
"Hahaha sayang? apa masih pantas lo ucapkan?"
"Aku sadar kamu belum bisa bersahabat dengan masa lalu, aku juga tahu kamu juga masih mencintaiku"
"Gue gak kenal yang namanya cinta. Bulshiiittt dengan itu semua" teriak arsya didepan muka brian dan berjalan kemobil.
Grepp tangan arsya dipegang sebelum dia membua pintu mobil.
Arsya memejamkan mata menarik nafas dalam² dan menghembuskannya untuk menetralkan emosinya.
"Ada apa lex? gue mau pulang istirahat." katanya dengan wajah yang terlihat capek
"Lo dari mana? pakaian lo seperti orang kerja? kenapa lo tidak pernah kelihatan disekolah?" tanya alex
"Setelah gue jawab biarkan gue pulang." pinta arsya yang merasa sudah lelah bekerja hingga tengah malam, dan diangguki alex dkk
"Gue kerja" jawabnya dikit
"KERJAAA!" ucapnya serentak
"Kenapa gak sekolah dulu sampai lulus?" tanya brian spontan
"Lo gak perlu tahu itu" jawabnya dan masuk mobil meninggalkan brian dkk
"Dia kerja apa yan hingga larut ini?"
__ADS_1
"mungkin dikantor keluarganya, ntahlah gue merasa kita sudah jauh hingga tak bisa disatukan kembali" desahnya frustasi
"Sabar, pasti akan indah pada waktunya"