
"Mom... tolong arsya mom...."
"Kamu kenapa nak?"
"Arsya.. Aaaaaa........
"Arsyaaa......"
Teriak elsa terbangun dari tidurnya. Arka yang mendengar berlari menghampiri kamar elsa
"Ada apa mom? mommy baik-baik saja kan" tanya arka memeluk elsa supaya tenang.
"Mommy mimpi arsya, dia lagi terluka nak. Tolong cari dia secepatnya" pinta elsa berderai air mata
"Mommy tenanglah dulu, arka sudah mulai mencarinya mom. Kita akan segera menemukannya"
"Secepatnya, paling tidak besok sudah tahu keberadaannya" ucap elsa yang sudah tak sabar
"Iya mom, tidurlah lagi masih malam" kata arka bantu sang mommy tidur dan memberi selimut.
"Lo dimana sih sya, begitu tega lo ninggalin mommy" gumam arka dalam hati.
_________________
Pagi ini arsya tidak terlambat masuk sekolah, dengan gayanya feminim dia turun dari motornya tak lama geng bandit datang dan berlari menghampirinya.
"Pagi cantik" sapa alex dengan gaya sok nya
"Lo pake motor tadi?" tanya nando yang sudah penasaran sejak tadi
"Iya, kenapa?"
"Eitttsss jangan jutek-jutek dong, masih pagi ini" kata nando mencoba merayu
"Apa lo suka balapan?" tanya alex lagi sedangkan yang lain nyimak
Arsya menggeleng berbohong
"Sayang sekali...." ucapnya mendesah seakan kecewa
Kelas XI B Arsya masuk dan duduk ditempatnya, sedangkan yang lain berdiri didepan pintu dan melanbai
"Ketemu entar dikantin ya cantik" ucap genit alex dengan kerlingan mata.
Apa kabarnya Brian yang sejak tadi diam. Diamnya memandang Arsya, mengagumi indahnya ciptaan Tuhan.
Tak sengaja mata arsya melihat brian yang melihatnya, terjadilah saling pandang beberapa saat. Brian langsung pergi meninggalkan kelas arsya, karena tak kuasa menahan debaran jantung yang lebih cepat berdetak.
"Kenapa tuh orang" kata arsya menilai brian yang aneh.
Ada 3 cewek yang menghampirinya dan berkenalan.
"Hai gue Tisa" ucap cewek cantik putih berambut panjang sebahu.
"Arsya" jawabnya meraih tangan dan berjabatan
"Kalau gue sindi" gadis berlesung dipipi yang tersenyum menambah kemanisannya
"gue Uli" cewek berambut panjang dikucir keatas.
"Semoga kita bisa jadi sahabat" kata tisa tulus
"iya, makasih" jawab gue seadanya, gue gak bisa nyaman sama orang baru apalagi langsung akrab.
"Minta nomer lo sya, siapa tahu kita bisa nongkrong bareng" pinta sindi ramah dan arsya menyodorkan hp nya.
"Thanks ya, nanti kita ngobrol-ngobrol dikantin" pamitnya sudah ada guru yang akan mulai pelajaran
"Selamat pagi......"
"Pagi....."
"Hari ini ulangan ya..."
"Yahhh pak, minggu depan saja ya" ucap salah satu murid yang protes
"Tidak bisa, minggu kemarin saya sudah kasih tahu. Untuk murid baru ikut ulangan sekarang apa minggu depan?"
"Sekarang" jawab arsya malas
"Good job girl. Ayo kita mulai ulangannya" kata pak reza membagikan selembar kertas kemurid-murid
"Kalau sudah selesai bisa keluar pak?" tanya arsya yang baru nerima kertas soal
"Iya, bisa langsung kekantin kalau sudah selesai" kata pak reza yang masih membagikan soal.
Ketika pak reza ingin kembali ketempat duduknya, arsya menghampiri dan menyerahkan soal beserta jawabannya. Pak reza mengernyit
"Sudah selesai?" tanyanya
"Iya pak, langsung keluar kelas kan?" tanya arsya menyadarkan lamunan gurunya
"Iya bisa setelah saya koreksi jawaban kamu" ucapnya yang masih melihat 10 soal yang dijawab dengan benar.
__ADS_1
"Sungguh luar biasa. Sampai mana pelajaran matematikamu disekolah dulu?"
"Sampai selesai" jawab arsya cuek yang membuat gelak tawa didalam kelas karena terlihat lucu gurunya dengan muka cengonya.
"Sudahlah kamu keluar sana" putusnya menyuruh arsya keluar.
๐๐
Dilapangan gue Brian and the geng sedang melakukan pelajaran olahraga dari pak wisnu, dan akan bermain basket.
Ketika gue masih pemanasan, gue lihat cewek pemilik hati gue berjalan lewat lapangan.
Eitsss pemilik hati.
Gue tersenyum dengan bergeleng-geleng.
Gue lari menghampirinya tanpa menjawab orang-orang yang bertanya.
"Mau kemana? tidak masuk kelas?" tanya gue spontan membuatnya kaget.
Terlihat lucu mukanya saat kaget, imut imut gimana gitu.
Duhh nih jantung jangan lompat dulu napa sih
"Sudah selesai kelasnya dan mau santai kekantin"
Ketika dia hendak berjalan tak jadi dan menatap kearahku dengan serius.
Grepppp
Gue kira dia terpesona dengan gue, tapi lebih kebola basket yang melayang kearah gue.
Haishhh...
"Lain kali fokus sekitar" ucapnya perhatian atau apa? nadanya jutek gitu.
Wusshhhh
Tringggg
Lemparan bolanya masuk ke ring, dan berlalu pergi meninggalkan gue yang terhipnotis bola lemparannya atau kagum dengan bakat-bakatnya.
Sungguh luar biasa.
Tak lama nando dan alex lari mengajaknya main basket, awalnya dia menolak. Dengan bujukan rayu setan-setan yang terkutuk itu ahirnya mau dia tapi dengan syarat.
Geng Bandit disuruh lawan dia seorang diri, haishhhhh apa tidak ada yang lebih baik.
Masak kita lawan cewek, banci dong kita.
"Yang kalah traktir dikantin sepuasnya" pintanya dengan banggga
"Oke, gampang itu" kata nando tersenyum bahagia, mungkin dalam otaknya menganggap dia cewek biasa kali ya.
Sepertinya siap-siap malu nih gue.
Mami tolongin anakmu ini, rasanya ingin ngumpet kelubang semut.
"Briian ayooo,,, malah bengong" panggil alex yang sudah pada kumpul dilapangan.
Waktunya satu jam pertandingan, itu berarti bertepatan waktunya jam istirahat.
Aaaaaaa
Gak bisa bayangin gue.
๐๐
Semua sudah siap untuk bertanding, pertama bola dikuasai geng bandit.
Dan Tringgggg
Masuk pertama oleh geng bandit.
Arsya tersenyum tipis, yang melihatnya seakan merinding. Dengan kegesitannya arsya merebut bola dari tangan geng bandit.
Tringgg
Tringgg
Tringgg
Tringgg
Sekor 157 : 1
Keringat bercucuran kecuali arsya yang masih terlihat biasa tak lelah.
"Gue menang" kata arsya dengan suara lantangnya.
"Ayo kekantin, kami siap melayani tuan putri" ucapnya dengan sok manis
"Woiiii semuanya, silahkan makan sepuasnya dikantin. GERATISSSSS" teriak arsya membuat sorak sorai dan berhambur kekantin.
__ADS_1
Sedangkan kelima curut shok dibuatnya.
"Gila... Gila... Gila.... ini gila" kata alex menggelengkan kepala.
"Masa kita kalah sama satu cewek" ucap nando menambahi
"Sepertinya bukan cewek dia" kata alex yang mendapat geplakan dikepalanya, siapa lagi kalau bukan brian.
"Ayo kantin, siap-siap tuh dompet kosong" putus alex mengajak kekantin
Dikantik sudah ramai orang dengan senyum cerah, dan banyak yang bilang terimakasih ke arsya sudah makan geratis.
"Cihh geratisan pada semangat"
"Gue yang gak nafsu makan ini" ucap nando dengan mengacak rambutnya
BRAKKKKKK
Gebrakan meja keras membuat kantin yang rame melihat kesumber suara.
"Woiii lo anak baru, jangan lo deket-deket dengan mereka berlima. Apalagi dengan brian, jauhi mereka" ancaman maklampir yang menggebrak meja arsya.
Dengan tenang arsya makan tak menghiraukan kicauan mereka, sehingga membuatnya geram.
BRUAKKKKK
Suaranya tak kalah nyaring.
"Siapa lo, dan ada perlu apa sama gue?" tanya arsya setelah minum minumannya
"Gue sintia ceweknya brian" katanya dengan PD
Arsya tersenyum
"Ohhh ceweknya, terus ngapain lo nyamperin gue. Tuh cowok lo disana"
"Gue mau peringatin lo, untuk tidak dekat-dekat dengannya" ancamnya dengan menunjuk-nunjuk muka arsya yang santai dan tersenyum manis
"Buat apa gue deket mereka? yang ada mereka deketin gue, yang lebih menarik dari pada lo."
"Berani lo..." geram sintia yang akan melayangkan tamparan kearah arsya dan ditangkap brian.
"Jangan pernah lo sentuh wanita gue" ucap brian lantang yang membuat arsya tersedak makanannya.
Membuat semua yang dikantin berbisik mengejek sintia yang tak tahu malu
Sedangkan sahabat brian melongo berfikir apa yang barusan didengar.
"Brian, kenapa lo tega sama gue. Cantikan juga gue" katanya yang bergelayut manja dilengan brian dan ditepisnya
"Hati gue cuma milik arsya, dan ingat jangan pernah ganggu dia. Jika tidak lo akan berhadapan dengan gue"
"Awas lo, tunggu pembalasan gue.." teriak sintia menunjuk arsya.
Setelah kepergian sintia seakan menjadi canggung, brian terdiam duduk disamping arsya
"Semuanya makan yang keyang, supaya kuat hadapi kenyataan esok" teriak arsya, mungkin menyindir brian atau memang dia mengucapkan sepontan
Setelah selesai, arsya pergi dari kantin dengan niat ke taman sekolah mencari udara segar.
"Sya...." panggil brian yang tak direspon, Arsya tetap berjalan.
dan ditarik tangannya kedalam pelukan
Greppp
"Maafin ucapan gue barusan, bukan maksud gue untuk menghina. Tapi itu murni dari lubuk hati gue" kata brian bergetar.
"Apa dia menangis" batin arsya
"Maafin gue sudah lancang sya, tapi sungguh gue cinta dan sayang pada lo pada pandangan pertama didepan gerbang ketika tawuran. Gue gak mau lo kenapa-kenapa, makanya gue sepontan ucapkan itu"
Arsya mencoba mengurai pelukan brian, tapi tak bisa. Terlalu erat.
"Santai saja, gue gak kenapa-napa. Gue bisa lindungi diri sendiri. Dan makasih sudah belain gue dari maklampir"
Brian melepas pelukannya dan menunduk berjalan menjauhi arsya.
"Dia nangis beneran" gumam arsya. dan dikagetkan dengan tepukan tangan dipundak.
"Lo baik-baik saja?" tanya alex orang yang menepuk pundak arsya.
"Harusnya lo bahagia bisa dicintai brian secepat ini" imbuh nando yang membuat arsya mengangkat alisnya.
"Why...?" tanya arsya
"Sejak kepergian mantannya lebih tepatnya selingkuh, brian berubah cuek kesemua cewek. Tapi tidak dengan lo, sungguh beruntung. Brian cowok yang setia."
"Tapi gue biasa saja" jawab arsya cuek
"Masih baru, entar juga lo suka."
"Yakin gue, tak lama lo suka dengannya. Dia cowok yang penuh perhatian, romantis, dan setia."
__ADS_1
"Cihhhhh promosi" ucap arsya menoyor kepala alex yang slengekan dan berlalu