Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Penerus Baru


__ADS_3

Hari senin, bagi anak sekolah hari yang paling tidak disukai. Banyak dari mereka menginginkan hari sabtu dan minggu, yang menurutnya lebih menantang.


Senin, seperti biasa dipagi hari sekolah merpati melalukan upacara.


Disana sudah berdiri bapak kepala sekolah yang tampan dan matang umurnya.


Beliau adalah Bapak Putra Praja. Beliau mengumumkan minggu depan sudah mulai semerter kenaikan kelas, diharap semua siswa belajar dan mengerjakan semaksimal mungkin.


Semuanya pada heboh membicarakan kenaikan kelas, bahkan ada yang sudah merencanakan liburannya. Arsya sigadis jenius sekarang tidak berada disekolah, melainkan di Diningrat Corp. Dia belajar memimpin perusahaan atas dorongan sang mommy.


"Dulu mommy seusiamu sudah mimpin perusahaan, sekarang gantian kamu dan biarkan mommy menikmati hidup mommy dengan tenang tanpa ada gangguan kerjaan"


Arsya jengkel jika mengingat ucapan mommynya tersebut,


"Ahhh kenapa mommy sejahat ini sih, aku baru tahu" gumamnya mendesah beberapa kali saat melihat tumpukan berkas diatas meja yang akan arsya tempati.


Di jam istirahat Arsya masih bergelut pada laptopnya, seakan jarinya tak bisa lepas dari keyboard.


Tok tok tok


"Masuk" Jawabnya dengan datar, dia akan meniru gaya mommy saat berada dikantor bahkan publik dan akan bersikap hangat hanya pada keluarga dan sahabat.

__ADS_1


"Nona mau makan siang disini apa keluar?" tanya asisten sang mommy yang akan beralih jadi asistennya


"Disini" jawabnya tak mengalihkan pandangannya dari berkas² yang ia teliti.


"Mau dipesankan apa?" tanya rina sang asisten


"Apa saja"


"Apa saja?" gumamnya yang masih bisa didengar arsya sehingga membuat arsya menatapnya datar membuat rina menyerir


"Baiklah, segera dipesankan" ucapnya undur diri secepat mungkin


"Huh gilaaa... tuh anak si boss. menyeramkan" gumam rina didepan pintu dan segera pesan makan siang si bos barunya.


Rina yang mendengar hanya tersenyum tak menanggapi, dia sudah mengetahui sungguh luar biasanya bos kecilnya itu.


Jam menunjukkan 8 malam, Arsya baru selesai membereskan berkas² dimeja dan mengambil file yang akan dikerjakan dirumah.


Badan yang terasa gerah, pikiran yang penat membuatnya ingin segera berendam dirumah.


Diperjalanan ada sebuah mobil yang mengikuti dan dipertengahan jalan menghadangnya. Arsya terdiam sampai orang itu mengetuk pintu mobil Arsya.

__ADS_1


Arsya melihat seorang pria berumur sekisaran sang mommy disaat kaca samping kemudi ia turunkan.


"Ada apa ?" tanyanya yang tak ramah


"Maaf saya salah orang, mobilnya sama seperti punya teman saya elsa"


"Memang benar ini mobilnya, dengan siapa saya bicara dan ada pesan biar saya sampaikan nanti" kata arsya datar meskipun panjang lebar tapi masih dengan ekspresi datar


"Tidak, terimakasih. Kalau boleh tahu kamu siapanya? karyawannya? sepeetinya tidak. kamu terlalu muda, seumuran dengan putra saya"


"Saya putrinya"


Rian terdiam mendengar kata putrinya, ia dia rian yang sedang menghentikan mobil yang arsya kendarai.


"Apa gadis ini yang dicintai brian? cantik, seperti elsa dilihat sekilas" batinnya rian


"Senang bisa bertemu dengan nak..."


"Arsya, panggil saya arsya. Dengan siapa saya bicara biar saya sampaikan ke mommy elsa nanti"


"Saya Rian" jawabnya yang membuat arsya menatapnya tajam dan memastikan.

__ADS_1


"Rian? bokapnya brian?" tanya arsya memastikan dan dianggukinya


Arsya segera pergi meninggalkan rian begitu saja tanpa mengucapkan kata².


__ADS_2