
Bagi anak remaja weekand adalah hari yang ditunggu-tunggu. Tapi tidak dengan gadis yang berkutat dengan laptopnya tak menghiraukan ponselnya berbunyi berkali-kali.
Kerjaan dikantor yang beberapa hari tak disentuh membuatkan kelimpungan.
"Harus selesai segera" gumamnya
Tok tok tok
"Masuk tan" teriak arsya pada rere
"Sibuk ngapain?" tanyanya mendekat
"Biasalah tan, mommy tak mau melihat anaknya santai menghabiskan uangnya" curhatnya cemberut seakan hidupnya tersakiti
Rere tersenyum membayangkan sahabatnya dulu yang mempertaruhkan hidupnya demi mengembangkan usaha keluarga.
"Disyukuri, dulu elsa tak kalah sibuk. Dia rela menghabiskan masa remajanya demi kelangsungan perusahan keluarga. Kamu sih masih enak"
"Masa tan, emang mommy dulu seperti apa?"
"Dulu ketika kedua orang tua elsa meninggal, dia diharuskan untuk mandiri. Gadis manja yang suka foya-foya, balapan, dihadapkan dengan kenyataan dituntut untuk mengambil alih perusahan keluarga. Bisa kamu bayangkan sendiri kehidupan masa lalunya, dari dulu dia tak pernah bahagia, menikahpun berahir tragis. Tante minta, buatlah mommy mu bahagia selalu, janganlah pernah kecewakannya. Kasihan mommy mu, dibalik ketegarannya aslinya dia rapuh."
"Jadi berasa bersalah sudah kabur" gumamnya tak sengaja
"Apaaaa! Kaburrr?" ucapnya setengah teriak
"Iya tan, arsya kabur" jawabnya cengengesan
"Apa alasannya? mommy mu pasti sedih mencarimu. Cepat kabari"
"Jangan...." arsya menolak saat rere ingin menelfon elsa
"Arsya hanya ingin kembali kesini tan, tapi mommy tak mau. Jadi ya arsya kabur" jawabnya merasa bersalah
"Mommy mu punya alasan jika tak mau, itu wajar. Segeralah kabari, jangan membuat mommy merasa bersalah"
"Iya tan"
"Ada yang bisa tante bantu kerjakan?" tanya rere mengalihkan pembicaraan, agar suasana tak canggung
"Cih tante, sudah selesai baru tanya" ucap arsya memutar bola matanya yang ditawakan rere
"itu kan tujuan tante, biar tak ikut pusing"
_____________
Malam hari
Ada info balapan di group balap liar.
Arsya segera siap-siap menuju lokasi yang ditentukan. Sebelum itu ia berpapasan dengan rere.
"Mau kemana?"
"Keluar bentar"
Rere mengamati penampilan sianak sahabatnya tersebut
"Balapan?"
"Tante main nuduh saja"
"Tante pernah muda kalau kamu lupa"
"Sok tahu tante, arsya pergi dulu" katanya melenggang pergi
"Jangan lengah, lihat sekitar" teriak rere tersenyum
Area balap
Sudah ramai penuh dengan erangan mesin yang ikut balapan, Arsya salah satunya disana.
Dengan penampilan tertutup menggunakan helm fullface sehingga tak terlihat siapakah dia.
3
2
1
Goooo
Sekitar 5 orang motor melesat, terlihat arsya dibagian paling belakang. Dia begitu santai mengendarai motornya, dikira sudah dekat start arsya mengencangkan laju motornya melewati yang didepannya sampai urutan ke 2.
__ADS_1
Tinggal menghitung detik arsya maksimalkan lajunya sehingga.
Menanggggg
"Brian?" gumamnya setelah orang yang dikalahkan membuka helm nya
"Sebelum lo menerima nih hadiah, kita mau lihat siapa lo sebenarnya. Silahkan dibuka helm nya" ucap pemandu balapan malam ini.
Suara sorak rame terdengar, ahirnya arsya membuka helmnya.
"Cewek broooo" ucap pemandunya
"Elo" Brian mengernyit tak menyangka
"Selamat, lo pemenangnya malam ini" katanya mengodorkan sebuah amplop dan diraihnya.
Wiuuu wiuu wiuu
Suara sirine polisi membuat rame bertaburan kabur, dengan cepat elsa tancap laju motor entah kemana yang penting tak tertangkap.
Dikira sudah aman Arsya baru melanjutkan jalan menuju kost nya.
Brakkk
Suara pintu dibuka dengan kasar membuat rere kaget.
"Arsya, tante kaget tau gk!"
"Ngapain tante belum tidur"
"Nunggu teraktiran" jaeab rere ketus
"Teraktiran apa?" jawab arsya berbohong
"Kamu kira tante gak tahu, ck" kata rere sinis
"Haha tante mau apa?"
"Shopping, dah lama tante gak shopping"
"Besok setelah arsya pulang sekolah" jawab arsya masuk kamar.
___________
Terlihat geng Bandit melihat tak suka, mungkin bakal jadi saingannya atau yang lainnya.
Bel bunyi masuk jam pelajaran Arsya baru datang, gerbang sudah ditutup tak urungkan niatnya untuk bolos.
Panjat gerbang sekolah yang bakal jadi hobi barunya.
Bug
Suara arsya loncat dan berlari menuju kelasnya.
"Maaf saya terlambat" ucapnya setelah mengetuk pintu
"Siapa yang suruh kamu masuk" tanya guru
"Inisiatif pak" jawabnya santai
"Kerjakan soal didepan" perintah guru yang pasti kecil menurutnya, apalagi pelajaran ekonomi.
"Sambil merem juga bisa pak" kata arsya yang sudah selesai mengerjakan.
"Duduk kamu, jangan terlambat lagi dikelas saya"
"Gak janji, yang penting bisa jawab semua soal kan" kata arsya yang duduk dibangkunya.
Bel istirahat berbunyi
"Ayo sya kantin" ajak tisa dan dianggukinya
"Kenapa telat"
"Bangun kesiangan"
"Mau makan apa?" tanya sindi yang siap untuk memesan
"Samakan saja minum es jeruk" jawab arsya
Tak lama pesanan datang, siomai dan es jeruk.
Brian dkk langsung duduk disamping arsya, yang membuat mereka semakin rame.
__ADS_1
"Minta dong" kata brian buka suara
"Pesan sendiri" jawab arsya jutek
"Gue maunya disuapi" ucapnya manja yang terlihat cute,
"Ck nih makan sendiri, gue kenyang"
"Gue..."
Greeppp
Seseorang memeluk arsya membuat brian geram.
"Hai sayang, gue rindu" ucapnya semanis mungkin
Cup
Mencium pipi arsya, sedangkan arsya memutar bola matanya jengah.
"Mana Hp nya, ganti nomer gak bilang. Kalau lo kenapa-napa gimana?, apa yang harus gue katakan sama mommy" ucap arka mendramasir membuat brian semakin terbakar api cemburu.
"Udah deh jangan lebay"
"Honey jangan jutek-jutek napa, gue rela mencarimu siang dan malam apa begini balasannya. Haishhh" marah arka dan berjalan akan pergi
"Tunggu, nanti pulang bareng. Ada hal yang ingin gue bicarakan"
"Hmmm" jawab arka berlalu.
"Siapa sya? Cowok lo?" tanya alex mewakili brian yang sudah memerah mukanya.
"Kepo lo"
"Jawab sya, siapa dia?" tanya Brian dengan lembut hampir tak terdengar
"Orang yang gue sayang" jawab arsya tersenyum manis, dan membuat brian salah mengartikan.
" Gue balik dulu" pamit brian sudah tak tahan ingin meledak amarahnya
"Kacau, pasti emosi dia" kata nando melihat kepargian brian dengan mengepalkan tangan
"Lo serius sya, jadi lo sama brian tak ada apa-apa? patah hati dong tuh bocah" tanya alex memastikan, karena kasihan juga sahabatnya yang akan patah hati tuk kedua kali, meskipun ini berbeda
"Patah hati kenapa? gue kan bukan siapa-siapanya" jawab arsya
"Haishhh betul juga kata lo" nando membenarkan
"Udah deh sana susul si brian, takutnya bunuh diri" kata tisa memecahkan keheningan mereka
"Ngawur lo" ucap alex pergi menyusul sahabatnya.
"Gue sudah senang aja ada anak baru ganteng, eee udah punya doi" kata uli yang membuka suara
"Heh lo diam-diam jelalatan" tawa sindi mengejek temannya.
"Udah ayo balik kelas" ajak arsya saat istirahat telah usai
Pulang sekolah Arka sudah berdiri didepan kelas arsya dan merangkul pundaknya bergelayut manja.
"Lo pergi beberapa hari saja sudah buat gue kangen, gimana kalau lama"
"Gue biasa aja tuh" jawab arsya jutek
"Heh, gini-gini gue saudara lo, kenapa lo bisa bilang seperti itu"
Arsya memeluk arka
"Iya gue kangen, kangen banget sama kalian. Apa lagi sama mommy"
"Yaudah ayo temui mommy"
"Jangan sekarang, kembalinya gue ingin membuat mommy bahagia. Gue akan pertemukannya dengan seseorang"
"Siapa?"
"Entar juga tahu"
"Ayo gue antar"
"Gue bawa motor, lo pulang sendiri sana"
"Hmmm oke lah, kalau ada apa-apa kabari" pamit arka mencium kening arsya.
__ADS_1
Sepasang mata yang melihat begitu hancur.