
Mobil berhenti tepat diarea terbengkalainya proyek pembangunan, Arsya ganti hills nya dengan sepatu dijok belakang kemudi dan segera turun.
Disana masih banyak pekerja berkumpul duduk santai seketika berdiri ketika melihat orang asing mendekat, iya mereka tak mengenal arsya.
"Selamat siang, perkenalkan saya Arsya pemimpin perusahaan Diningrat Corp...."
Ucapnya terpotong oleh bapak² menyalahkan pimpinan perusahaan masih kecil penyebab proyek yang terbengkala tanpa gaji.
"DIAM" teriak arsya
"Saya disini mau meluruskan perkara, kenapa bisa 3bulan tak digaji baru protes sekarang. Kenapa tidak dari kemarin²? Dimana pak candra selaku pemimpin berjalannya proyek disini? Dialah dalang dari semua ini, pihak kantor sudah keluarkan uang sesuai data laporan yang tercantum."
"Tolong bawa kesini dia, saya tunggu disini." imbuhnya
"Pak candra sudah dua minggu ini tidak terlihat, sebelumnya beliau datang tiap hari untuk cek perkembangan disini."
"Sial dia kabur" gumamnya
Prok prok prok
suara tepuk tangan arsya membuat kebingungan mereka disana, tak selang lama muncul berbagai macam orang bertubuh besar mendekat.
"CARI TUA BANGKA CANDRA HIDUP ATAUPUN MATI BAWA KEHADAPANKU" suara keras nan kejam arsya layangkan dan dijawab dengan membungkukkan diri langsung pergi
__ADS_1
"Untuk kalian para pekerja, saya minta lanjutkan pekerjaannya. Nanti ada sekertaris saya kesini membayar upah kalian plus bonus sebagai ucapan maaf."
"Terimakasih bu...
" Panggil nona Arsya, saya permisi"
"Ayo kita lanjutkan" ucap mereka dengan semangat.
"Biar aku yang bawa, kamu duduklah yang manis" ucap brian masuk balik kemudi
Arsya tak menanggapi brian, dia sibuk dengan ponselnya yang mendapat panggilan.
Brian melihat arsya yang tersenyum aneh membuat bulunya meremang, "Kenapa?"
"Kamu kenapa senyum² aneh begitu? kamu tidak...
" Apa maksud lo?"
"Lupakan" jawab brian pasrah
"Mau diantar kemana ini?" imbuh brian
"Pulang!"
__ADS_1
"Baiklah tuan putri, sebentar lagi sampai ke istanah kita" ucap brian yang sengaja membawa arsya ke apartemennya. Arsya yang mendengar ucapan brian spontan menatap tajam.
"kenapa kamu melihatku seperti menggoda sayang.... jadi makin cinta dah"
"Stoppp!"
"Kita belum sampai sayang"
"GUE BILANG STOP YA STOP" teriak arsya yang udah emosi dan muak sikap manisnya brian, ia takut terlalu dalam cintanya dan membuat hatinya semakin terluka
"Maaf sudah membuatmu marah, aku tidak akan menemuimu lagi sebelum sukses dan memantaskan diri bersanding denganmu" ucap brian setelah mobil berhenti
"Semoga kamu selalu bahagia, love you my honey" kata terahir brian dan memberanikan cium kening arsya disaat arsya terdiam entah apa yang ada difikirannya
Arsya tidak berkata apapun, matanya fokus menatap punggung lelaki yang singgah dihatinya. Ia juga sama terlukanya, tp lebih terluka mommy ketika dia bersatu dengan anak pembuh daddy nya.
Sudah hampir satu jam arsya tetap disana, tanpa ada pergerakan. Ia bingung harus berbuat apa, seketika fikirannya terbayang kesedihan sang mommy membuatnya tersadar dari semuanya.
Kenyataan yang harus ia jalani yaitu berpisah dengannya, ia yakin jika jodoh pasti ada jalan tuk bersama.
Sakit memang, disaat lagi sayang sayangnnya ditinggalkan.
"Untuk sekarang fokus karir lebih baik" gumam arsya menyemangati diri dan kembali kekantor, dia tidak mau terlihat menyedihkan didepan mommynya. Dia harus jadi gadis yang kuat dan pantang menyerah, kecuali cinta. Sebelum berjuang sudah menyerah begitu saja.
__ADS_1
"Cinta membuatku takberdaya" teriaknya dalam kecepatan penuh menuju kantor