
Sesuai janji arsya tadi malam, disalah satu tempat belanja kota A dia berada bersama rere.
Rere yang keluar masuk toko pakaian diikuti arsya dari belakang dengan berjalan malasnya.
"Buruan tan, arsya capek muter-muter dari tadi" gerutu arsya pada rere yang hanya tersenyum
"Bentar lagi ya..."
"Laper tan, makan dulu kek" protes arsya tak henti-henti
"Ck oke oke... ayo cari makan dulu" ucap rere mengalah berjalan membawa barang belanjaannya yang lumayan banyak. Arsya tak perduli dan tak mau bantu bawa.
Arsya berjalan menuju stand penjual makanan didalam mall tersebut, sudah lama arsya menunggu rere tak kelihatan tanda-tandanya.
Arsya kembali menyusuri jalan yang dilewatinya tadi, dari jauh rere ditarik-tarik paksa keluar gedung, arsya berlari dan menarik paksa tangan rere.
"Siapa kalian?" tanya arsya jutek
"Jangan ikut campur urusan kita" teriaknya tak terima
"Oh jelas itu urusan gue, dia tante gue!" jawab arsya sinis
"Woiii kalian, urus bocah ingusan itu" teriaknya memanggil tiga orang tak jauh dari mobil terparkir.
"Ck keroyokan...."
"Kita bertemu lagi bocah, saatnya pembalasan lo rasakan"
"Banyak ba***"
Bag
Bugh
Beghh
Eghhh
"Gimana? mau lagi" kata arsya yang sudah mengalahkan mereka dan lengah ada serangan dari belakang.
Bughh
Arsya dipukul dari belakang
Brukkk
"Arsyaaaa" teriak rere menjatuhkan barang-barang dan menghampiri arsya.
____________
Gue baru sampai ditempat belanjaan , samar-samar terdengar suara teriakan seseorang yang tak asing namanya ditelinga.
Gue berjalan cepat kearah seseorang perempuan yang ditarik paksa dan satunya tergeletak...
"Arsya"
gue lari menghampirinya, ketika ingin mengangkat gue urungkan melihat perempuan yang ditarik paksa.
"Tolonggg...."
"Lepaskan dia" teriak gue dan menghajar mereka.
Gue lihat tubuh arsya yang sudah dipeluk perempuan tersebut dengan tangis yang berderai.
"Bangun nak.... bangun... maafin tante" katanya yang bisa gue dengar.
"Bawa kerumah sakit tan, saya bantu" ucap gue membantu dan diiyakan.
Segera gue angkat tubuh arsya kedalam mobil menuju Rumahsakit terdekat.
Tak henti-hentinya orang yang memeluk arsya menghentikan tangisnya.
Arsya dibawa masuk keruang pemeriksaan, gue bersama orang tersebut menunggu diluar.
Dokter keluar dari ruangan
"Gimana keadaannya dok? dia baik-baik saja kan?"
"Ibu siapa pasien?"
__ADS_1
"Saya tantenya, gimana keadaannya"
"Pasien baik-baik saja. Akibat pukulan tersebut membuatnya tak sadarkan diri. Sebentar lagi pasien akan sadar. Saya tinggal dulu"
"Terimakasih dok"
Tantenya arsya masuk kedalam dan gue mengikutinya.
"Sya... bangun dong, tante hubungi mommy mu apa tidak. Tante bingung kalau kamu marah" katanya bicara dengan arsya yang masih terpejam matanya
"Maaf tan, keluarganya ada dimana?" tanya gue yang mulai penasaran
"Ada dikota Z nak, makasih kamu sudah bantu tante dan keponakan tante"
"Sama-sama tan, arsya teman saya disekolah. Saya Brian" kata gue mengenalkan diri dan diangguki
"Tante rere, Tolong bantu tante, jaga arsya ketika disekolah ya nak" pinta tante tersebut dengan memandang sendu muka pucat arsya.
"Iya tan, saya akan selalu melindunginya" jawab gue yakin, karena gue sangat menyayanginya.
"Terimakasih banyak" ucapnya dan gue angguk i
Tak berselang lama arsya membuka mata, gue terdiam duduk disofa memperhatikan manjanya dia ke tantenya, beda saat disekolah yang jutek.
"Mana yang sakit nak...? tante panggilkan dokter ya?" tanya tante rere hawatir dan arsya menggeleng
"Ada yang sakit?"
"Nih tan yang sakit" kata arsya menunjuk dada kirinya dan dapat geplakan dari tantenya
"Ngawur... Itu sih tinggal mudah obatnya, apalagi kalau brian yang ngobati" kata tante menggoda arsya
"Brian siapa tan?"
"Ck pura-pura dalam perahu"
"Haha tante... Jangan ngelawak, arsya sakit nih." katanya dengan manja
" Mana ada yang dipukul punggungnya yang sakit hatinya? Ck anak muda sekarang. Tuh minta diobati brian" kata tante menunjuk kearah gue, sepontan gue berdiri menghampiri arsya
"Gimana keadaan lo? udah baikan?" tanya gue lembut
Arsya terdiam pura-pura tak mendengar ucapan tantenya.
Suara Hp berdering, punya arsya dan diangkat.
"Hmmm"
"iya"
"hmmm"
"ok"
Gue mengernyit, kenapa dia begitu jutek jawabnya. Beda kalau bicara dengan tantenya.
"Siapa?" tanya tantenya
"Ck Arka mau kesini tan" ucapnya yang diangguk i tantenya
Tiba-tiba perasaan gue tak enak, darah gue seakan mulai mendidih mendengar nama orang yang gak ingin gue dengar disebut.
Tak lama puntu dibuka seseorang, siapa lagi kalau bukan si arka itu.
"Honney, gimana keadaan lo? kenapa lo bisa terkapar begini? Dimana tenaga baja lo" ucapnya yang diselingi candaan
"Lo kalau mau ngeledek ngapain susah-susah kemari"
"Jangan marah, gini-gini gue sudah baik hati mau kesini."
"Alesan, jangan pantau gue lagi. Gue udah besar dan bisa jaga diri sendiri" kata arsya protes, seposesif itukah cowoknya sampai-sampai suruh orang mengawasinya
"Kan gue sayang lo, gue akan semakin perketat penjagaan lo apalagi sampai buat lo terluka seperti ini"
"Udah deh, jangan lebay gitu"
"Ayo pulang, ditungguin mommy!"
"Iya, tante rere ikut ya? gak boleh nolak"
__ADS_1
"Iya, tante juga sudah kangen dengan mommy mu"
Arka melirik kearahku menanyakan pada arsya dengan bahasa isyarat
"Dia Brian, yang nolong gue" kata arsya dan arka menepuk pundak gue
"Thanks ya, sudah mau nolong orang jelek ini" katanya tersenyum kearah gue
"Kebetulan gue lewat, kalau gitu gue duluan ya. Kan sudah ada lo disini"
"Thanks ya" ucap arsya dan gue angguk i.
_________
Kediaman Diningrat
Mobil arka berhenti dan menuntun arsya masuk kedalam rumah.
Sang mommy yang diruang tengah kaget melihat putrinya yang dipapah.
"Arsya... kamu kenapa nak?" tanya elsa menghampiri dan memeluk arsya.
"Arsya baik-baik saja mom, cuma arsya rindu" jawab arsya memeluk sang mommy dengan manjanya
"Jangan pergi tinggalkan mommy nak, mommy gak bisa hidup tanpa kalian" pinta elsa yang memeluk kembali arsya dengan rindunya.
"Iya mom, arsya janji"
"Tinggal disini sama-sama ya nak, mommy mohon....."
"Tapi..."
"Tak ada penolakan" sarkas elsa memotong arsya dan diangguki
"Ada yang merindukan mommy juga"
"Siapa?"
"Lihat sendiri diluar, Arsya mau istirahat" kata arsya pergi meninggalkan mommy nya
Arka menyusul kembarannya
"Emang siapa dia?"
"Sahabat mommy"
Jawaban singkat membuat arka mengernyit
Diluar Elsa mencari apa yang dibilang putrinya, dia sudah mengedarkan pandangannya tapi tak menemukan.
"Elsa"
"Seperti suara" gumam elsa dan berbalik kearah belakang
Air mata meluncur begitu derasnya, saling pandang menjatuhkan air mata bahagia. Bahagia ahirnya dipertemukan kembali setelah sekian lama.
Dan
Grepppp
Pelukan erat mereka berdua ketika beberapa detik saling pandang.
"Ini lo re? apa kabar?" tanya elsa ditengah tangisnya
"Gue baik-baik saja sa semenjak ketemu putrimu" jawab rere yang membuat elsa berhenti memikir.
"Maksudnya?" tanyanya yang tak paham
"Putri lo yang telah selamatkan gue dari orang-orang suruhan mantan suami gue yang menyekap gue lama"
"Kenapa lo gak pernah ketempat gue re, kan lo bisa tinggal sama gue"
"Panjang ceritanya, intinya semua harta termasuk perusahaan sudah dikuasainya setelah itu gue disekap dan..." rere menangis membayangkan nasibnya yang menyedihkan
"Tenang re, gue akan bantu cari jalan keluarnya"
"Makasih el, lo selalu ngertiin gue dari dulu"
"Kita sahabat"
__ADS_1