Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Bertemu Rere


__ADS_3

Sebuah bangunan minimalis berlantai 3 terletak dikota yang sangat strategis, bukan masalah dikotanya tapi kedekatan jaraknya dari perusahaan Diningrat corp lah yang elsa pilih.


Lantai pertama akan digunakan sebagai kantor atau tempat mencurahkan ide² berlian dan juga menerima tamu.


Lantai dua digunakan untuk butik atau berbagai desain dan gaya untuk memenuhi keinginan calon customer nanti.


Sedangkan yang terahir yaitu lantai tiga, akan digunakan untuk berbagai barang dekorasi² untuk melengkapi keindahan tempat yang akan diadakan calon customer nanti.


"Siapa yang pilih tempat ini tan?" tanya Arka


"Mommy kalian, baguskan...?" jawab rere


"Selera mommy oke juga" puji arsya membenarkan


"Mommy mu selalu perfect dalam hal apapun, makanya dia bisa sesukses ini. Yaudah yuk kita cari barang² untuk kebutuhan butik, semakin cepat kita bergerak semakin cepat pula bisa meresmikan tempat ini"


Mereka mengangguki ucapan rere.


Disebuah Mall terbesar dikota A, rere beserta twins memburu keperluan butik dengan catatan ditangan masing². Mereka semua berpencar dengan niat waktunya biar lebih efektif.


Tak disangka dan tak direncanakan, rere bertabrakan dengan seseorang.


Dughhhh


Brakk


Rere terjatuh tak menghiraukan siapa yang menabraknya, dia sibuk dengan barang belanjaan di troli yang berjatuhan.

__ADS_1


"Sorry.." ucap orang tersebut membantu memungut barang²


Rere terdiam, ingatan masalalu berputar tanpa diminta.


"Suara itu" batinnya seakan mengenal suara tersebut, dan rere menampiknya tidak mungkin


Rere berdiri dan mendongak melihat orang tersebut, pancaran keceriaan dibola matanya sirna seketika berganti kebencian yang mendarah daging.


Rere buru² pergi meninggalkan orang tersebut mencari keberadaan twins, orang tersebut masih tak percaya bertemu cintanya dimasa lalu dan sampai sekarang. Dia tak menyadari kalau rere sudah lenyap dari pandangannya.


"Dimana dia" gumamnya mencari rere


Disisi lain, rere masih mencari keberadaan twins yang entah dimana.


"ARSYA" Teriak sindi melihat arsa sibuk dengan nota ditangannya


"Lo disini kenapa bilang ada krjaan mendadsk hmmm?" tanya tisa


"Hufhhh bukan gitu, tadi gak ada rencana mau kesini. Tapi ini" jawab arsya menunjukkan catatan nota ditangannya


"Ayo kita bantu! Apa yang kurang?"


"Ini belum semua, kalian bisa bantu mencarinya" kata arsya menyodorkan sebagian kertas ditangannya


"Oke, ayo jalan"


"Lo sendiri sya? tanya sindi

__ADS_1


" Tadi sama Arka dan tante gue"


"Cari barang sebanyak ini buat apaan?"


"Ada projek baru, kalau mau kalian bisa bantu promosikan"


"Ada bayarannya gak?"


"Dipikiran lo sin, uang mulu ya"


"Heh hidup itu pakai uang, ketoilet aja bayar asal lo tahu yaaa"


"Haishhhh udah deh kalian berantemnya, ayo cepat fokus carinya"


Banyak lagi perdebatan² kecil yang mereka lontarkan, hingga tak terasa barang yang dicari sudah ada semua ditroli.


Disisi lain Arka yang sudah selesaipun berjalan santai mendorong trolinya, hingga matanya menangkap rere yang tampak bingung. Bukan bingung, seperti takut tapi bukan takun. Entahlah apa namanya.


"Tante rere" kata arka sedikit teriak


Rere yang mendengar lari menghampirinya dengan nafas ngos ngos an.


"Tante kenapa? seperti orang ketahuan mencuri saja" tanya arka dengan meledek


"Enak aja, kamu pikir tante gak punya duit apa buat bayar" jawab rere sewot


"Terusss..."

__ADS_1


"Tante ketemu orang dimasalalu, udahlah tidak penting juga. Ayo kita cari arsya, dimana dia?"


"Belum melihatnya, entar juga sampai sini. Tunggu saja"


__ADS_2