Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Kagum


__ADS_3

Cinta...


Kata yang enak untuk diucapkan, kata yang indah untuk didengar.


Cinta membuat orang bahagia, cinta juga membuat hati terluka. Hidup tanpa cinta terasa hampa, maka dari itu brian mencoba perjuangkan cinta untuk meraih kebahagiaan.


Dengan tekad kuat brian akan meraih cintanya meskipun masa lalu orang tuanya berimbas padanya ia akan lalui dan berjuang tanpa henti.


"Mau kemana dulu tuan putriku..?" ucapnya lembut disertai senyum manis


"SETOP BERTINGKAH SOK MANIS"


"Aku kan emang manis sayanggg, apa kamu lupaa?" jawabnya dengan senyum menggoda


"Cihhh muak gue liat senyum lo, cepat ke diningrat corp"


Brian tetap tersenyum semanis mungkin tak hiraukan perkataan arsya.


Mobil memasuki area diningrat corp dan berhenti didepan pintu masuk, Arsya turun dan diikuti brian dari belakang setelah meminta satpam parkirkan mobil yang ditumpangi.


Brian terkagum-kagum menyaksikan dengan kedua matanya semua karyawan membungkukkan badan memberi hormat pada arsya, betapa angkuhnya orang yang dicintainya berjalan tegap tanpa membalas mereka.


"Senyum dikit juga tak mengurangi kecantikanmu, makin tambah iya" gumamnya yang masih didengar arsya, mereka sudah berada didalam lift menuju ruangan kebesarannya


"Ngapain lo masih nguntit gue?"


"Jangan bilang kamu lupa, aku sudah bilang mau ngikutin kamu kemanapun kamu pergi" ucapnya tepat ditelinga arsya membuatnya mematung


Brian tersenyum melihat tingkah arsya yang dia goda.


Pintu lift terbuka, arsya berjalan masuk ruangan yang dekat lift khusus.

__ADS_1


Masuk kedalam kamar berganti dengan pakaian formal dan lanjut duduk dengan berbagai file dimeja kerja.


Sudah waktunya makan siang, brian berinisiatif ajak arsya makan diurungkannya ketika melihat arsya menghubungi orang lewat telephon kantor.


📞 Cepat kesini !


Brakk


Arsya menggebrak meja disertahi memijit pelipisnya.


Tok tok tok


"Masuk" teriak arsya


"Ada apa nona panggil saya?"


Beegh


"Kenapa proyek sebesar itu bisa berhenti?" ucapnya datar


"Para pekerja pada mogok kerja karena belum dibayar 3bulan" jawabnya lirih


Huftttt


"Siapa yang mengurus proyek itu?" tanya arsya setelah menetralkan emosinya


"Pak candra"


"orang itu belum kapok juga" gumamnya menampilkan senyum membunuh


"Saya akan kelokasi, tolong handel semua kerjaan disini"

__ADS_1


"Maaf Tapi nanti jam 1 ada pertemuan dengan perusahaan Praja corp dan tidak bisa diwakilkan"


"Tunda, kalau tidak mau biarkan saja" jawab arsya dan keluar dari ruangan


Sedangkan brian yang melihat betapa arogannya sigadis pujaan masih terdiam terpaku.


"Heiiii...Kamu temannya nona muda?" ucapnya setengah teriak, karena dari tadi bertanya tak dijawab


"Ahhh iyaaa, saya duluan" jawabnya mengejar arsya


Brian berlari kejar arsya yang sudah sampai lobi dan segera masuk kedalam mobil yang akan berjalan dikendarai arsya.


Hah hah hah


Nafas brian tak teratur


"Ngapain lo ngikut mulu! Gue gak butuh lo!"


"Aku yang mau menemani, memastikan kamu aman"


Arsya tak hiraukan dan menghubungi seseorang untuk datang kelokasi berjaga² jika ada sesuatu yang tak diinginkan.


"Apa lokasinya berbahaya? kenapa kamu suruh berjaga² disana?"


"Cukup diam itu sudah membantu"


"Ck begitu tak bergunanya aku dimatamu, tak juga pantas bersanding denganmu yang seorang bos besar punya kekuasaan, dimana² dihormati sedangkan diriku..?" ucapnya tersenyum getir dan terasa menyakitkan


"Ahirnya lo sadar juga" kata arsya tertawa


"Meskipun begitu aku akan berusaha bisa pantas bersanding denganmu, disaat itu terjadi aku akan melamarmu dan menjadikanmu ratu seumur hidupku"

__ADS_1


"Gue gak butuh janji manis, kita sudah sampai. Fokuslah kalau mau selamat"


__ADS_2