Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Tausiah


__ADS_3

Abah tidak mau mendengar kalian masuk kantor polisi lagi"


"Iya bah, " jawab hasan dan hasim


Arsya tersenyum saja dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"arsya tidak janji bah, arsya suka hal yang menantang" jawab arsya


"baiklah jika kamu suka hal yang menantang, lusa nak arsya bisa ikut abah mengisi tausiah di RT sebelah." kata abah tersenyum yang melihat arsya terdiam seperti orang berfikir.


"Jangan berfikir untuk kabur" imbuh abah lagi sepertinya tahu apa yang ada dalam pikirannya.


_________________


"Cepat hubungi nak arsya" pinta abah pada hasan


Saat ini arsya masih berada dikantor diningrat, disibukkan berbagai macam berkas dan kerjaan. Sampai tiba saatnya ada panggilan masuk


๐Ÿ“ฒ my honey


"Hallo" jawab arsya dengan suara lelahnya waktu sudah sore menjelang adzan magrib


"Assalamualaikum dek, maaf mas mau tanya sekarang adek dimana?" tanya hasan


"aku masih dikantor, kenapa?" balik tanya arsya, dan disana terdengar suara berbisik abah yang tanyakan keberadaan arsya.


"adek lupakan sesuatu?" tanya hasan coba mengingatkan


"Lupa apaan? kasih tau langsung ya, aku udah capek dengan kerjaan hari ini" kata arsya memberi tahu membuat hasan ragu untuk memberibtahu, kasian pikirnya.


"Tidak apa apa, adek pulanglah dan istirahat. Jangan capek capek ya. Assalamualaikum" tutup telpon hasan mengahiri


"bagaimana nak?" tanya abah


"kasian bah, masih dikantor banyak kerjaan" jawab hasan membuat abah lesu masam wajahnyaa.


"abah tak apa?" tanya hasan lagi, membuat abah menggelengkan kepala pergi meninggalkan hasan yang masih terdiam melihat punggung sang abah


"Nak arsya tidak bisa?" tanya umi


"bukan tidak bisa mi, tapi dia mungkin lupa. Hasan tak tega kasih tahunya" jawab hasan jujur

__ADS_1


"kasian abah nak" kata ummi siti


"kenapa dengan abah mi? Abah sakit?" tanya hasan penasaran


"iya abah sakit, sakit malu" jawab ummi


"maksudnya gimana mi?" tanya hasan yang tak tau menahu dan ummi menceritakan kalau abah sudah terlanjur bilang sama jamaahnya kalau ada gadis yang akan mengisi tausiah malam ini.


''Abah juga kenapa pakai acara memberitahu sih" kesal hasan, niat abah aslinya baik bukan maksud pamer calon mantu.


"Abah sendiri kan yang malu, hah" hasan mengambil nafas dalam dalam lalu buang.


Ummi yang masih mendengarkan meminta hasan untuk kabari arsya dan kasih tau apa adanya.


๐Ÿ“ฒmy honey


"Iya ada apa?" tanya arsya yang suaranya begitu berat setelah menjawab panggilan, hasan menceritakan apa yang terjadi secara detail.


"baiklah aku segera kesana, nanti sharelock saja tempatnya. Acara jam berapa?" tanya arsya


"sebentar lagi, sekitar setengah jam"jawab hasan, bagaimana dengan arsya? Dia marah


Jalan yang masih lenggang sangat bagus untuk arsya mengebut, masih dengan pakaian kantor arsya dengan PD nya berhenti ditempat dimana hasan bagikan lewat aplikasi.


Mobil mewah berhenti mereka kira ustadzah yang akan mengisi tausiah seperti kata pak kyai. Wanita cantik berkaca mata dengan pakaian formal masih terlihat sopan dan tak ketinggalan perlengkapan perangnya supaya terlihat sama dengan para perempuan disana yaitu hijab.


Arsya begitu cantik berjalan melewati kerumunan orang orang yang ingin bersalaman menyambut kedatangannya setelah hasan datang menemuinya. Mereka berasumsi sendiri kalau itu ustadzahnya.


Arsya dipersilahkan langsung keatas podium yang sudah disediakan, tanpa ragudialangsung berjalan.


Sebelum berkata arsya menyapa dahulu lewat senyum.


Dan memberi salam


Assalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh.... Ucap arsya dan dijawab mereka bersamaan.


"Perkenalkan saya arsya, sebelumnya saya minta maaf memakai pakaian tidak pada tempatnya. Jujur saya lupa kalau ada acara kesini, sampai ada orang yang mau mengingatkan. Berterimakasihlah pada orang terdebut karena sudah mengingatkan saya.


Saya dari kantor diningrat sampai kesini cuma dikasih waktu 30 menit. Tapi alhamdulillaj atas izinnya semua berjalan lancar dan saya sampai disini dengan selamat. Langsung saja ya bapak.... Ibuuuu adek... Saya bingung mau menyampaikan apa, saya juga orang yang minim agama. baiklah langsung saja.


Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan bagaimana cara tepat mengatasi pergaulan bebas.

__ADS_1


Apalagi sekarang zaman sudah serba cepat dan teknologi bukan lagi menjadi barang mahal. Sekarang, era sudah berubah di mana teknologi dan informasi berada dalam genggaman tangan.


Para remaja menjadi lebih mudah mengakses berbagai informasi bahkan yang belum boleh mereka lihat.


Tentu saja kemajuan seperti itu membuat berbagai macam pengaruh bisa masuk dan membuat seseorang lebih bebas.


Oleh karena itu, kita perlu bersama-sama mengawasi penggunaan berbagai jenis teknologi bagi para remaja.


Karena kita tahu sendiri bagaimana ketika mereka berkumpul bersama teman sebayanya pengaruh menjadi luar biasa. Kita tidak bisa hanya melepaskan mereka begitu saja tanpa pengawasan.


Peran orang dewasa di sini tentu saja sangat vital agar para remaja bisa mengetahui di mana batasannya. Kita tidak hanya butuh melarang namun juga membimbing penggunaan teknologi tersebut.


Sehingga, pergaulan mereka di dunia maya dapat memberikan dampak positif bagi kehidupannya. Karena ketika tidak adanya bimbingan dan pantauan maka berbagai hal dapat terjadi.


Mulai dari pornografi sampai **** bebas siap mengintai jika kita tidak bersama memberikan edukasi. Mari bersama kita bangun negeri menggunakan pondasi remaja bermoral, beriman, dan bermartabat.


Melarang dan membatasi pergaulan bukanlah sebuah solusi tepat untuk digunakan. Sebaliknya, membimbing dan memantau secara sehat para remaja dapat menjadi opsi terbaik.


"Bagaimana bu ibuuuuu? apakah sudah siap menyayomi anak anaknya tanpa melarang?" tanya arsya


"insyaAllah" jawab serentak


''Semoga kita semua menjadi hamba dan orang tua yang lebih baik lagi. Jika ada yang ingin ditanyakan. Silahkan "


Ada beberapa yang mengangkat tangannya dan arsya memilih acak.


"silahkan ibu yang pakai jilbab biru, iyaaa ibu, sldengan ibu siapa dan apa pertanyaannya" tanya arsya


"aassalamualaikum, saya ibu romlah mau bertanya. bagaimana menyikapi anak yang suka tawuran? Apakah harus dilarang ataukah dibiarkan?" pertanyaan ibu seakan dejavu kembali pada dirinya sendiri.


"Sebelumnya saya mau minta maaf ibu, saya sendiri juga salah satu orang yang suka tawuran. Tapi tawurannya harus pada hal benar alias membela bukan asal tawuran untuk ajang kehebatan dan cari nama. " jawab arsya yang membuat kericuhan sebentar dan ahirnya bisa diterima.


Jika dipikir pikir tidak ada hal baik dalam tawuran, kalau bisa menghindar kenapa harus ikutan kan. Tapi yasudahlahhhh author bingung mau jawab apaan. Buat sendiri ceritanya bingung sendiri juga.


Ayooo silahkan yang ingin bantu saya kasih masukan atau bisa kirim cerita lanjutan untuk sebatangkara ini supaya lebih menarik.


Mohon masukannya ya teman teman, dukungan kalian sangat dinanti nantika oleh author.


Saya ucapkan terimakasih yang sudah mendukung selama ini, terimaksih sebanyak banyaknya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. ๐Ÿคฒ

__ADS_1


__ADS_2