
Pyarrrrrr
Cetarrrrr
Tak
Tak
Brummm
Ngerrrrdd
Suara lemparan² batu yang membuat kaca² sekolah pecah, disertai suara motor yang berbunyi nyaring mengganggu pelajaran disekolah.
Brak brak brak
Gerbang yang didorong paksa.
"BRIAN.... KELUAR LO" teriak ketua geng mereka mencari brian
"BUBAR KALIAN BUBAR.... JIKA TIDAK PERGI SAYA PANGGILKAN POLISI" teriak pak satpam geram
"BUBAR KALIAN. PERGI DARI SINI" Teriak guru² membantu mengusirnya tapi tak didengarkan malah semakin jadi
BRAK BRAK BRAK
BRUMMM
GERRTTTDD
"BRIAN KELUAR LOOOO.. DASAR BANCI"
Sedangkan didalam kelas brian, dia sedang dipegang teman²nya agar tak keluar. Mereka udah tahu yang pasti berujung pertikaian.
"Lepas gue akan keluar" pintanya pada teman²nya
"Jangan gila lo" bentakan nando ikut emosi
"Lo disini aja yan, ntar juga pergi sendiri mereka klu sudah capek" imbuh alex supaya reda emosinya
__ADS_1
Huffttt
Helaan nafas brian.
Didepan gerbang sudah berdiri seorang gadis yang berani nantang mereka. Dari tadi keributan mereka membuatnya geram dan ingin menjadikan mereka samsak karena dia butuh pelampiasan untuk meredakan emosinya.
"Ck.. kalian ngapain kesini buat keributan?" tanyanya sinis
"Gue gak ada urusan sama lo, urusan gue sama brian" jawabnya ketus
"Klo lu ada masalah sama tu anak jangan disini, ini sekolah kalau kalian lupa" arsya memperingati
"Banyak bacot..!" ucapnya emosi
"Braninya kroyokan aja bangga. BANCI...cihhh" ejeknya sendekap tangan
"APA LO KATA !!" teriaknya emosi
"BANCIIIIII, SINI LOMPAT KLU LO BRANI" tantang arsya dengan lantang dan berani
Tanpa basa basi tuh cowok kemakan emosi, dia lompat pagar dan
"Banci!" jawabnya senyum ngejek disertai tatapan mematikan
Beghhh
Tangannya ditahan Arsya ketika hendak mukul.
"Boleh juga lo, jangan nangis lo ya klu kena tonjok" peringatnya ketua geng
Arsya tersenyum dan mulai saling berkelahi, pak satpam yang berada disana ingin melerai takut takut berani yang membuatnya maju mundur cantik.
Bughhh
bugh
kreakkk..
duaghhhh
__ADS_1
Cowok tersebut terkapar membuat satu geng nya ikut emosi dan ikut lompat pagar rame².
"ARSYAAAAA" teriak teman²nya dari kejauhan yang takut jika arsya kenapa²
"ARSYAAA LARIIIIII"
"ARSYAAA CEPAT PERGI"
"OMG ARSYAAAA
Arsya tak mendengarkan mereka, Arka yang melihat saudaranya dikepung tersenyum bangga. Emang tak ada akhlak ya tuh arka.
"Ck arsya dilawan" gumamnya
Disisi lain Brian dkk yang mendengar teriakan nama Arsya saling pandang dan berlari melihatnya dari lantai atas.
"1..2..3..4....10 ck keroyokan? sama cewek?" Arsya geleng²kan kepala "Emang dasar banci" setelah bicara langsung menendang mereka dan mulai perkelahian
Brian dkk dan tisa dkk berlarian turun kebawah ingin melihat dengan dekat dan membantu.
Sampai bawah mereka melongo dibuatnya, arsya membantai mereka semua sendirian.
"Nih minum dulu, sudah selesai luapkan emosimu hari ini" arka menyodorkan minum pada arsya saudaranya.
Dan beralih menghampiri pak satpam "Tolong hubungi polisi pak, biar mereka jera" dan dianggukinya
"Sya lo baik² aja kan?" tanya tisa
"Ada yang luka gak sya" sambung uli
"Lo...." tanya sindi belum selesai sudah dipotong arsya
"Gue baik² saja dan tak terluka. Gue langsung cabut pulang ya... Capek mau langsung istirahat"
"Aku ikut ca..." teriak arka menyusul arsya
Disisi lain Brian masih dian tak bergeming.
"Lo gak nyusul arsya yan" tanya alex menepuk pundaknya yang membuatnya tersadar dari lamunannya
__ADS_1
"Next time" jawabnya pergi kekelas