Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Pertikaian


__ADS_3

Pyarrrrrr


Cetarrrrr


Tak


Tak


Brummm


Ngerrrrdd


Suara lemparan² batu yang membuat kaca² sekolah pecah, disertai suara motor yang berbunyi nyaring mengganggu pelajaran disekolah.


Brak brak brak


Gerbang yang didorong paksa.


"BRIAN.... KELUAR LO" teriak ketua geng mereka mencari brian


"BUBAR KALIAN BUBAR.... JIKA TIDAK PERGI SAYA PANGGILKAN POLISI" teriak pak satpam geram


"BUBAR KALIAN. PERGI DARI SINI" Teriak guru² membantu mengusirnya tapi tak didengarkan malah semakin jadi


BRAK BRAK BRAK


BRUMMM


GERRTTTDD


"BRIAN KELUAR LOOOO.. DASAR BANCI"


Sedangkan didalam kelas brian, dia sedang dipegang teman²nya agar tak keluar. Mereka udah tahu yang pasti berujung pertikaian.


"Lepas gue akan keluar" pintanya pada teman²nya


"Jangan gila lo" bentakan nando ikut emosi


"Lo disini aja yan, ntar juga pergi sendiri mereka klu sudah capek" imbuh alex supaya reda emosinya

__ADS_1


Huffttt


Helaan nafas brian.


Didepan gerbang sudah berdiri seorang gadis yang berani nantang mereka. Dari tadi keributan mereka membuatnya geram dan ingin menjadikan mereka samsak karena dia butuh pelampiasan untuk meredakan emosinya.


"Ck.. kalian ngapain kesini buat keributan?" tanyanya sinis


"Gue gak ada urusan sama lo, urusan gue sama brian" jawabnya ketus


"Klo lu ada masalah sama tu anak jangan disini, ini sekolah kalau kalian lupa" arsya memperingati


"Banyak bacot..!" ucapnya emosi


"Braninya kroyokan aja bangga. BANCI...cihhh" ejeknya sendekap tangan


"APA LO KATA !!" teriaknya emosi


"BANCIIIIII, SINI LOMPAT KLU LO BRANI" tantang arsya dengan lantang dan berani


Tanpa basa basi tuh cowok kemakan emosi, dia lompat pagar dan


"Banci!" jawabnya senyum ngejek disertai tatapan mematikan


Beghhh


Tangannya ditahan Arsya ketika hendak mukul.


"Boleh juga lo, jangan nangis lo ya klu kena tonjok" peringatnya ketua geng


Arsya tersenyum dan mulai saling berkelahi, pak satpam yang berada disana ingin melerai takut takut berani yang membuatnya maju mundur cantik.


Bughhh


bugh


kreakkk..


duaghhhh

__ADS_1


Cowok tersebut terkapar membuat satu geng nya ikut emosi dan ikut lompat pagar rame².


"ARSYAAAAA" teriak teman²nya dari kejauhan yang takut jika arsya kenapa²


"ARSYAAA LARIIIIII"


"ARSYAAA CEPAT PERGI"


"OMG ARSYAAAA


Arsya tak mendengarkan mereka, Arka yang melihat saudaranya dikepung tersenyum bangga. Emang tak ada akhlak ya tuh arka.


"Ck arsya dilawan" gumamnya


Disisi lain Brian dkk yang mendengar teriakan nama Arsya saling pandang dan berlari melihatnya dari lantai atas.


"1..2..3..4....10 ck keroyokan? sama cewek?" Arsya geleng²kan kepala "Emang dasar banci" setelah bicara langsung menendang mereka dan mulai perkelahian


Brian dkk dan tisa dkk berlarian turun kebawah ingin melihat dengan dekat dan membantu.


Sampai bawah mereka melongo dibuatnya, arsya membantai mereka semua sendirian.


"Nih minum dulu, sudah selesai luapkan emosimu hari ini" arka menyodorkan minum pada arsya saudaranya.


Dan beralih menghampiri pak satpam "Tolong hubungi polisi pak, biar mereka jera" dan dianggukinya


"Sya lo baik² aja kan?" tanya tisa


"Ada yang luka gak sya" sambung uli


"Lo...." tanya sindi belum selesai sudah dipotong arsya


"Gue baik² saja dan tak terluka. Gue langsung cabut pulang ya... Capek mau langsung istirahat"


"Aku ikut ca..." teriak arka menyusul arsya


Disisi lain Brian masih dian tak bergeming.


"Lo gak nyusul arsya yan" tanya alex menepuk pundaknya yang membuatnya tersadar dari lamunannya

__ADS_1


"Next time" jawabnya pergi kekelas


__ADS_2