Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Mencari Arsya


__ADS_3

Pov Arsya


Gue lari dari keadaan, gue tak mampu jika ini benar-benar kenyataan, pikiran gue kalut.


Gue kendarai motor dengan kecepatan maksimal membuat pandangan gue tak tentu arah, tanpa gue sadari ada bapak-bapak mendorong gerobak menyebrang jalan.


BRAKKKKKK


Kecelakaan tersebut tak bisa gue hindari, gue menabrak pembatas jalan. Sampai orang-orang berkerumun yang gue tahu, selebihnya pandangan gelap dan....


___________


"Ayo sya bangun.... BANGUN SYAAA... JANGAN TINGGALKAN AKU SYA, KITA BARU BERTEMU LAGI SYA. Aku mohon bangun sya..... Aku tak bisa kehilangan kamu.."


Tangis haru dokter membuat para suster ikut serta nangis membanjiri ruangan tersebut.


"Dok.... dokter Hasan... lihat...."


Dokter Hasan adalah orang pertama yang arsya kenal ketika menginjakkan kaki dikota A.


Dia bersama rekannya telah menolong arsya dari kejaran bodyguard mommy elsa.


Suara suster membuat dokter spontan memeluk pasien.


"Syukurlah, terimakasih ya Allah... Terimakasih sya sudah kembali.... Terimakasih pemilik....." Ucapan dokter terpotong disaat ia sadar posisinya memeluk seseorang.


"Astaghfirullah...." gumamnya membenarkan pakaian kebesarannya sebagai dokter.


Para suster yang melihat tersenyum, dan ada yang sedih. Dimana dokter pujaan hatinya sudah mempunyai kekasih pikirnya.

__ADS_1


"Tenang mom, semua akan baik-baik saja.. Arka mohon mommy tenang dan jangan berfikir macam-macam. Arka akan tangani ini semua"


Ucap Arka tenangkan sang mommy dengan pelukan hangat.


"Tapi Arsya..."


"Biar jadi urusan Arka, mommy jangan hawatir" kata arka memotong ucapan mommy elsa.


🍁🍁


Sudah beberapa hari Arsya berada dirumah sakit, selama itu pula dia tak kabari siapapun.


"Selamat pagi, gimana keadaannya? apa yang di rasa? apa masih ada yang sakit?" tanya dokter hasan dengan lembut


"ck..." arsya memutar bola matanya, dokter tersebut banyak omong menurutnya tak seperti biasa.


"Terlihat dari juteknya sih sudah sembuh, jadi silahkan kalau mau pulang hari ini. Sekarang tinggal dimana? Apa masih kost yang dulu?"


"Dimana?"


"Kenapa tanya? takut kangen ya?" senyum sinis mengejek arsya tunjukan


"Enak saja. Takutnya Abah sama Umi kalau tanya dan ingin jumpa gitu..." elak hasan tak mengakui


"Ya sudah kalau tak jujur"


Hasan memandang dengan garangnya.


Arsya tetap cuek

__ADS_1


"Dan kalaupun Abah sama umi kangen kan Arsya bisa datang kesana"


"Terserah kau saja" kata hasan pasrah


Dia mau jujur takut salah omong, secara tak ada istilah pacaran dikamusnya yang ada hanya taaruf langsung nikah.


"Arka, sudah ada kabar dari adikmu?" tanya mommy elsa


"Belum mom, arka sudah cari kemana-mana dan sudah kerahkan semua orang untuk mencarinya. Dia juga tak sekolah beberapa hari ini" jawab arka merasa bersalah pada mommy


"Kamu sudah datang ketempat tinggalnya?"


"Sudah mom, arka tak menemukannya. Tante rere juga bingung sendiri karena arsya tak pulang kesana."


"Terus dimana Arsya ka.... mommy hawatir" nada elsa naik terkesan membentak


Disekolah SMA merpati brian terlihat murung memikirkan sang kekasih yang belum bisa dia temui.


"Kenapa lo?" tnya alex


"Masih belum ketemu arsya" imbuh nando


"Huuuffft" helaan nafas brian


"Gue gak tahu apa yang sebenarnya terjadi, terahir bareng waktu dia ajak gue kerumah nyokapnya dan..." ucapan brian gantung


"Kenapa?" tanya temannya barengan


Brian menceritakan percakapan dirumah nyokapnya arsya, dan sampai detik ini pula kekasihnya belum bisa dihubungi.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan hubungannya nanti membuatnya frustasi.


"Kamu dimana syaaaa...."


__ADS_2