Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Perdebatan Kecil


__ADS_3

"APAAAA??? Kalian saudara?" tanya mereka


""Iya,"


"tapi kenapa adek lu yang lebih unggul timbang kakaknya ya" tanya alex


" itu yang membuatku terdiam selama ini, gue malu jika ditanya begini" jawab arka menghiba dan dapat pelukan dari arsya


"Jangan gini, your brother is the best" ucap arsya tulus


"Gue pamit semuaaaa, byeeeee" kata arsya menutup perjumpaan siang ini.


___________________


Siang yang sangat terik ini, arsya bersama annya sang sekertaris pergi kesebuah lestoran yang bakal dijadikan untuk pertemuan dengan perusahaan J dari keluarga jonathan, depan pintu masuk udara berubah seketika.


Raut wajah arogan muncul kembali, sang sekertaris bingung ada apa dengan mood nona nya ini.


Dalam pertemuan tersebut yang akan membahas tentang kontrak perusahaan J. Yang mengirim 2 orang untuk menjelaskan kerjasamanya jika berlanjut. Tapi tak disangka, arsya murka dengan pimpinan perusahaan tersebut yang katanya CO perusahaan tersebut datang sendiri.


"Kemana pimpinan kalian? Annya, batalkan kontrak dengan perusahaan J." arsya melempar map isi perjanjian antar perusahaan.


"Tolong nona, kami mohon jangan batalkan. Bagaimana nasib kami nanti"


"itu urusan kalian yang sudah tak menepati janji" suara arsya lantang membuat kericuhan mengundang orang-orang melihat kearahnya. Termasuk Hasan yang sedang kumpul bersama teman-teman seprofesinya.


"dasar gadis kecil sukanya marah-marah" kata hasan lirih yang masih di dengar para teman-temannya


"kamu kenal dok?" tanya seorang pria disampingnya


"mana mungkin dokter kenal dengan gadis seperti itu, arogan" kata cewek yang juga berada di satu meja dan hasan tersenyum sebelum menjawab


"Bukan kenal lagi, dia tunangan saya. Saya permisi kesana ya" pamitnya menuju ke arah arsya yang membuat para teman kerjanya melongo dibuatnya


"Tolong nona, berilah kami kesempatan. Tolong nonaaa" pintanya memohon


"iya nona tolong, ini antara hidup dan mati kami" imbuh teman lainnya


"Kasih kesempatan buat mereka sayang.... Kasihan kan, bagaimana nanti dengan keluarga mereka kalau dipecat." pinta hasan lembut yang berdiri disamping arsya bak malaikat untuk keduanya.


"Hemmmm" jawaban yang malas dan membingungkan


"Kami kasih kesempatan untuk perusahaan J sekali lagi, jika tidak ada respon baik dari CO kalian lebih baik lupakan kerjasama ini" kata annya menambahi dari jawaban arsya yang membingungkan


"Kami tidak akan mengecewakan nona, terimakasih kami pamit. Selamat siang" pamitnya buru-buru sebelum CO dari perusahaan terbesar berubah pikiran


"Siang" jawab annya


"kamu pulang saja dulu, biar nona ini bersama saya" ucapan hasan yang begitu lembut, berbanding balik dengan nonanya itu yang arogan


"saya permisi pamit ke kantor dulu nona" katanya menganggukan kepala


"Iyaaa, hati-hati" jawab arsya


Beberapa menit berlalu, tidak ada percakapan diantara mereka.

__ADS_1


Hasan yang tak tahan memulai percakapan dulu.


"Adek kenapa?" tanyanya yang tak ada jawaban


"kenapa?" arsya balik tanya


"Hufffttt kenapa suka sekali marah-marah? apa gak takut penuaan dini?" ucapan hasan mampu menaikkan amarah arsya kembali


"Maksud lo, gue udah tua gitu?" marah arsya tak terima


"Arsya sayangggg, bukan begitu maksud mas ini.... Perempuan selalu benar pokoknya, laki yang selalu salah dimatanya" ucap hasan sambil garuk kening yang tidak gatal


"Emang selalu salah kan, sana balik tuh dah ditunggu cewek lu" kata arsya jutek tak berekspresi


Hasan mengusap mukanya dengan kedua tangan pertanda dia frustasi. Ternyata bidadarinya cemburu dengannya, kenapa dia tidak menyadari itu.


"Sayangkuuuu, ternyata kamu cemburu. mereka teman satu profesiku tidak ada yang spesial, kalau cinta jangan sampai membuatmu buta dek." lirih hasan dalam penyampaiaannya takut salah lagi


"Siapa yang buta? Gue ?" marah arsya dan berdiri ingin pergi secepat mungkin hasan tarik tangannya untuk duduk kembali


"maaf, aku salah. Mana Handphonnya?" segera saja hasan minta maaf, baik salah atau tidak aman jika sudah minta maaf. Begitulah perempuan mahluk yang tak pernah salah


"untuk apa?"


"supaya sayangku ini kalau kangen bisa VC, tidak marah seperti ini" ucap hasan tersenyum memainkan HP arsya dan menyodorkannya kembali


"My honey???" arsya membacanya


"iya sayanggg?" jawab hasan dengan bercanda


"kenapa kamu?"


"aku baca tulisanmu, bukan manggil kamu" jutek arsya yang malu


"sama saja, ayo makan dulu. Mau pesan apa? Mas yang traktir" hasan mencoba alihkan perhatian


"memangnya aku tak mampu bayar?"


"bukan tak mampu, itung-itung belajar kasih nafkah," jawab hasan tersenyum


"baiklah, siap-siap uangmu habis. Makanku banyak"


"Untuk orang tercinta apa sih yang tidak.... Suami yang sukses adalah mempunyai istri gemuk" jahahaha jawab hasan tertawa


PLAKKKKK


"sekarang dapat geplakannya tak masalah, kalau dah sah beda lagi ceritanya" yang membuat arsya tersenyum


"YESSSS tersenyum juga kan, hasan gitu lhoooooo" kata hasan jumawa


Dimeja sebelah para teman-teman melihat sisi lain hasan yang biasanya serius terlihat berbeda. Gadis kecil mampu menghipnotisnya.


"Sudah jam segini, balik pa tidak pak dokter?"


"iya nih yang lagi kasmaran sampai lupa waktu"

__ADS_1


"iya, saya bentar lagi" jawabnya tersenyum


"gak dikenalin nih?" tanya temen cowoknya


Hasan memperkenalkan arsya pada teman-temannya.


"Kerja atau masih sekolah?" tanya wanita yang tak suka alias cemburu


"sekolah sama kerja" jawab arsya singkat


"ohhhh masih sekolah ternyata, kerja dimana? Sebagai apa?" tanya nya lagi yang sombong


" Tukang pel di Diningrat corp" jawab arsya yang membuat hasan tersenyum geli,


"ternyata tunangan pak dokter cleaning service to, sangat tidak cocok ya"


"sudah, kita duluan ya dokter hasan" pamit temen cowoknya yang melihat sikon tak kondusif lagi.


"kenapa gak jujur saja?" tanya hasan


"malu?" tanya arsya balik


"tidak, kasihan kamunya yang jadi bahan gunjingan temen-temen nanti"


"yang penting realitanya kan"


"Alhamdulillah, aku memang tak salah memilihmu. Kamu beneran bidadari yang berhati baik tidak sombong, tapi arogan" kata hasan terahir dapat hadiah geplakan dari arsya.


"hobi banget geplakin, sakit dek"


"salah sendiri ngatain"


"fakta itu, bukan ngatain. Jika tak ingin dikatain ya ubah mulai sekarang"


"hemmmm"


"bicara yang sopan sya..."


"iyaaa pak ustadz" hasan geleng-geleng


"kenapa bisa hatiku berlabuh padamu, gak ada oke-oke nya" kata hasan yang dapat beberapa geplakan dari arsya


"sakit sya,, KDRT terus yaaaa. Aku laporin nanti, biar kapok"


"mbakkk eskrim full yaaaa" teriak arsya


"astagfirullah syaa,,, pelan dikit bicaranya. Liat tuh orang-orang menatap kesini semua" protes hasan


"biarin, gak minta makan mereka juga."


"Perbuatan apa yang ku lakukan dimasalalu sehingga dapet yang model kek gini"


"nyesel nih? Masih bisa ditukar kok" kata arsya enteng


"enak saja, gak boleh. Dah terlanjur milikku"

__ADS_1


"disyukuri kalau begitu"


"selalu... Beribu ribu syukur malah"


__ADS_2