Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Fakta ¹


__ADS_3

"Sini syaaa..." teriak sindi dari meja kantin paling ujung


Arsya melingkarkan jarinya benbentuk O pertanda oke dan menghampirinya.


"Mau makan apa, biar gue yang pesan" tanya uli


"Siomay... Minumnya es jeruk. Punya Arka sama seperti punya gue" jawab arsya


"Gue gak dipesankan ca...." tanya fallens yang masih berdiri mensejajarkan diri ditempat duduk arsya


"Lo bilang aja mau makan apa, biar sekalian si uli bawa"


"Ini mereka siapa sya? baru liat gue" tanya tisa yang baru ngeh mereka berdua


"Kenalin, gue fallens dan dia johan. Kita sahabat Caca dan arka" ucap fallens memperkenalkan


"Gue Tisa, ini sindi dan dia uli"


"Salken ya......" katanya dengan ramah


"Jadi makan apa kalian?" tanya uli lagi


"Gue mau ikut milih boleh?" tanya fallens dan diangguki uli lalu fallens melihat kearah johan.

__ADS_1


"Gue terserah lo aja, penting makan"


Tak lama mereka makan dengan canda ria tapi tidak dengan arsya, wajahnya begitu jutek nan dingin sama seperti pertama dia masuk sekolah.


Dari kejahuan Brian terus memandang kearah Arsya, dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ingin mendekatinya tapi tak ingin terjadi hal yang sama seperti kemarin keributan.


Bicara lewat telfon pun percuma, nomernya dan nomer sahabat²nya di blok semua.


Serasa tidak tahan akan permasalahannya dia melangkah kearah arsya membuat mereka terdiam memandang kehadiran brian.


"Sya, bisa bicara sebentar" ucapnya disamping arsya


"Apa?" jawabnya tak melihat kearah brian


"Selesaikan secepatnya, atau gue yang selesaikan" jawab arka membuat arsya berdiri meninggalkan mereka menuju belakang sekolah


"Cepat bicara" ucap arsya begitu dingin bersandar ditembok dengan tangan sedekap didada dan kaki terangkat kebelakang satu


"Maaf" katanya begitu pelan membuat arsya samar mendengarnya dan masih terdiam untuk mendengar ucapan brian selanjutnya tanpa memandang kearah brian.


"Maaf sya, aku gak tahu apa yang salah denganku. Aku gak tahu kenapa bisa sikapmu berubah terhadapku. Yang aku tahu hanya aku masih cinta kamu sya. Tolong jelaskan padaku kenapa kamu berubah acuhkanku sya? aku gak bisa hidup tanpamu sya" ucapnya yang begitu pilu dan dari dalam hatinya.


Sedangkan arsya yang mendengar tersenyum sinis

__ADS_1


"Minta penjelasan sama bokap lo jangan ke gue!" jawab arsya dingin


"Bokap? Ada apa sebenarnya? kenapa sampai bokap ikut kepermasalahan hubungan kita? Apa kamu sudah mengenalnya?" kata brian yang bingung atas jawaban arsya


"Kalau lo ingin tahu kejelasannya tanya bokap lo Rian yang sudah mem-bu-nuh daddy Haikal Adnan Raharja" Bisiknya menyebut nama haikal tepat ditelinga brian dan pergi meninggalkannya yang masih mematung disana.


Brian geleng²kan kepalanya dan berucap tidak mungkin beberapa kali hingga ahirnya tubuhnya merosot kebawah.


"Gue harap ini tidak mungkin, papa bukan pembunuh. Iya papa bukan pembunuh" gumamnya menatap datar dengan kebingungannya


Setelah brian merasa kuat dia melangkah pergi meninggalkan sekolah menuju rumahnya dengan keadaan kacau. Teman²nya yang melihat mengikutinya dari belakang, mereka tak ingin sesuatu terjadi pada sahabatnya tersebut.


"Yann..... Ada apa ?" tanya alex


"Gue mau sendiri"


"Lo yakin? Lo gak mau cerita dulu ke kita², siapa tahu kita bisa bantu"


"Kalian tidak bisa bantu, gue mau sendiri dulu. Tolong!" ucapnya menuju kamar dan menguncinya


"Ada apa sebenarnya, kenapa setelah bicara sama arsya dia seperti itu?"


"Sepertinya serius masalah mereka"

__ADS_1


__ADS_2