Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Brian Gila


__ADS_3

Suara deru mobil terdengar, arka berjalan menghampiri saudaranya yang pulang hampir jam 1.


"Ca...." kata arka memeluk adiknya tak tega


"maaf ya, kakak gak bisa membantu" ucapnya sedih


Arsya mengurai pelukannya "bantulah buatin makan lezat dan cokelat hangat. Caca laper" jawabnya tersenyum menampilkan giginya


"Yaudah bersih² dulu sana, entar aku antar kekamar"


"Thanks kakak.. muahhhh"


Arka geleng² melihat tingkah sang adik.


Didalam kamar mandi arsya berendam air hangat dibathub merilekskan tubuh yang lelah kerja seharian.


"Caaaa.... Ni aku taruh makanan dimeta ya. jangan lama² berendam, cepat makan dan istirahat" teriak arka menaruh nampan berisi nasi goreng dan cokelat hangat


"IYAAAA" triak arsya tak kalah juga.


Brian dkk begadang semalaman membuat mereka lelah, mau istirahat tidur juga tak bisa karena harus sekolah yang tinggal beberapa hari lagi.


Entah apa yang mereka kerjakan sampai begadang tidak ada yang menguntungkan.


Tidak ada yang fokus mengerjakan soal ujiannya, terasa ingin terpejam matanya. Alex yang emang orangnya slengekan dia sengaja menempelkan lakban dikedua kelopak mata dan ditarik keatas, membuatnya jadi bahan ketawaan.


"Alex apa yang kamu lakukan?" tanya guru yang mengawasi

__ADS_1


"Biar gak ngantuk bu" jawabnya tersenyum membuat teman²nya semakin keras tertawa


"Sudah diam, waktunya tinggal sebentar. Silahkan dikerjakan semaksimal mungkin"


TEEETTTTTT


Suara bel istirahat, semua kertas ditinggalkan dimeja dan keluar menuju kantin dan ada pula yang bergosip ria.


Gadis cantik turun dari mobil berjalan dengan angkuhnya menuju ruang guru mencari wali kelasnya. Arsya diizinkan sang mommy pada guru untuk mengerjakan soal diruang guru, dengan alasan kekuasaan pastinya.


"ARSYAAAA" Teriak tisa dkk yang melihat arsya didekat pintu ruang guru


"Ahirnya lo berangkat juga"


"Iya, kemana aja lo baru berangkat?"


"Kenapa chat kita² gak dibalas juga ?"


"Ceritanya kapan², gue ada perlu sama pak bahrun" ucap arsya yang langsung meninggalkan teman²nya


"Permisi pak!" kata arsya


"Iya nak Arsya, duduk dibangku kosong itu. Kalau sudah siap bisa dimulai soal² semesternya"


"Langsung saja pak, saya dah siap" jawab arsya yang mulai dikasih soal semester kemarin


"Semua pelajaran sekalian pak, lagi kejar waktu" imbuhnya yang hanya melihat satu pelajaran

__ADS_1


Pak bahrun bingung dan terdiam


"Kamu yakin?" tanyanya yang diangguki arsya


Tak butuh waktu lama beberapa pelajaran dalam waktu 2 jam sudah terselesaikan dan diserahkan pada pak bahrun


"Saya langsung pamit pak, masih ada jadwal lagi"


"Iya silahkan, hati² dijalan" jawabnya dengan terbengong melihat soal jawaban arsya yang tak ada salahnya. Sama seperti penjelasan dibuku hanya saja ini ringkasannya. Pak bahrun geleng² kepala


Sampai diparkiran bertepatan brian disana, brian menggunakan kesempatan tersebut dengan nyelonong masuk kedalam dibalik kemudi mendorong tubuh arsya dikursi sebelahnya, mobil melesat cepat dari sekolahan.


"LO GILAAAA" teriak arsya dengan tatapan tajam


"Iya, aku emang gila. GILA KARENA KAMU!"


"BERHENTI"


"Tidak mau"


"Jangan buat gue semakin emosi, cepat berhenti"


"Aku mau ikut kemanapun kamu pergi, sooo aku gak mau berhenti."


"Bener² gila nih orang. Gue masih ada kerjaan, cepat lo berhenti"


"Sudah aku katakan tadi, aku akan iku kemanapun kamu pergi"

__ADS_1


"Dasar keras kepala" ucap arsya dengan memegang kepalanya yang terasa mau pecah


"Mau kemana sayang, biar aku antar?" kata brian melihat arsya sekilas yang memegang kepala dan mejamkan mata


__ADS_2