Sebatangkara 2

Sebatangkara 2
Direktur


__ADS_3

Disebuah bangunan Diningrat Corp semua karyawan berdiri beriringan menyambut kedatangan sang pemimpin yang sudah lama tak nampak setelah kepergiannya.


Dibalik kaca matanya, mata elsa menyapu setiap sudut bangunan selama menuju ruangan. Tak banyak yang berubah fikirnya, seperti dirinya yang masih dingin sikapnya dan tak bersahabat itu mampu membuat suasana dikantor mencekam.


Elsa berjalan didampingi sang putri yang akan diperkenalkan sebagai direktur pelaksana baru pengganti dirinya jika tidak berada dikantor dan sang putra sebagai wakilnya. Tak lupa para bodyguard juga selalu mendampinginya kemanapun kakinya berpijak.


Dipertemuan kali ini sang putri Arsya melihat sisi lain mommy nya sebagai pemimmpin yang luar biasa. Biasanya arsya hanya membantu sang mommy mengerjakan pekerjaan dirumah saja tanpa bertatap muka dengan publik, karena mommy elsa tak mengizinkannya.


"Mommy ck" gumamnya tersenyum tipis


Selesai dengan pertemuannya elsa mengajak Arsya keruangannya, dan disana beliau menjelaskan beberapa tugas apa saja yang harus dikerjakan dan disertai larangan-larangannya. Elsa yakin sang putri mudah untuk mempelajari semua ini dibanding sang putra dikarenakan IQ nya diatas rata-rata.


"Mommy percaya kamu pasti bisa memajukan perusahan bersama saudaramu nantinya" ucap elsa ketika memandang sang putri fokus pada tumpukan file dokumen-dokumen yang dibuka lembaran-lembarannya.


"Iya mom, arsya butuh dukungan dari mommy" jawabnya dengan tersenyum


"Bagus!! Kalau gini kan mommy bisa istirahat dan jalan-jalan menghabiskan uang dengan tenang" gurau elsa pada putrinya yang ingin mencairkan suasana seriusnya


"Ck... Jadi ini tujuan mommy?" tanyanya dengan geleng-geleng


Elsa hanya tertawa melihat ekspresi Arsya yang menurutnya seperti dia dulu.


"Sayang, aku sudah menepati janjiku merawat putra putri kita dengan baik. Apa kamu disana bisa melihat kami? Semoga Sang pencipta menempatkanmu disurganya Amin..." dalam hati elsa berkata dengan mata terpejam tak terasa air matanya jatuh, Arsya yang melihat menghampiri sang mommy.


"Mommy kenapa?" ucapnya mengelus punggung sang mommy


"Mommy ingat daddy nak" jawabnya getir


"Doakan daddy mom, daddy pasti tidak suka melihat mommy menangis. Nanti kita sama-sama kunjungi makam daddy ya mom, Arsya ingin melihat makamnya" pinta arsya pada mommy, iya selama ini elsa tak pernah ajak kedua anaknya kemakam haikal sang suami.


Elsa mengangguk dan mencoba tersenyum.


________________


Suasana disekolah yang cerah akan canda tawa dari berbagai siswa menambah kehidupan disekolah tersebut. Beda hal nya dengan hati seorang pemuda yang merasa sepi tak melihat pujaan hatinya hari ini. Ingin mengirim chat saja gengsi, siapanya dia coba tanya-tanya batinnya bersuara.


Tepatnya di rooftof sekolah seorang pemuda berdiri mengacak-ngacak rambutnya frustasi, seakan hati dan akalnya tak sejalan.


"Oh Tuhan,, gue harus gimana....!" teriaknya terdengar begitu frustasi untuk didengar.


"Kenapa lo" ucap sahabatnya memegang bahunya dari belakang


"Cerita ke kita, siapa tahu bisa kasih solusi" ungkap nando mencoba memberi ketenangan.


"Entahlah, gue aja gak ngerti ada apa dengan diri gue" jawabnya lesu, seakan memberitahu dirinya juga bingung dan pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya dengan jalan gontai.


Bel terahir masuk kelas berbunyi, semua siswa masuk kedalam kelas.

__ADS_1


Dikelas IPA 2A yaitu kelas Arka, nampak dengan serius belajarnya.


Arka memilih jurusan IPA, dia bercita-cita menjadi seorang dokter yang sukses dimasa depan, untuk meneruskan Rumah Sakit Diningrat milik keluarganya, sedangkan sang kembaran Arsya atau bisa disapa syasya dibidang bisnis.


Meskipun begitu, mereka sama-sama berjuang dan saling melindungi sesama keluarga. Baginya keluarga itu nomer satu, melihat sang mommy. yang hidup sendiri seakan tak bahagia walaupun berkelimang harta.


Apakabarnya dengan brian, dia seakan tak semangat selama mengikuti pelajaran. Hati dan pikirannya masih saling bertempur antara menghubungi atau tidak.


"Brian...." suara guru memanggilnya


Brian terdiam melamun, entah kemana arah pandangannya yang terlihat kosong.


Sang guru berjalan menghampiri diikuti semua mats dikelas mengikuti arah guru berjalan.


Brakkkk


Suara meja dipukul mengagetkannya.


"Sia**n siapa yang... gangg..gu... gu...e"


ucapnya keras yang diahiri terbata ketika sadar akan seseorang yang menggebrak mejanya


Pak guru dengan mimik garangnya menarik telinga brian.


"Bilang apa tadi? berani sekalu kamu ya melamun dikelas saya" ucapnya dengan menggertakkan giginya


"Maaf pak, tidak sengaja"


"Kerjakan soal dihalaman 154 sampai 200, kumpulkan besok diruangan saya"


pintanya melototkan matanya dan menurunkan tangan dari telinga brian


Semua teman menertawakan tingkah brian yang terlihat begitu lucu ketika telinganya ditarik.


Waktunya pulang sekolah, taksengaja arka yang berjalan cepat tak menghiraukan orang didepannya karena terburu-buru.


Beeegh


Arka menyenggol bahu seseorang.


"Sorry" ucapnya sambil berlalu


Orang yang tersenggol merasa semakin emosi karna suasana hatinya gundah gulana ditambah orang yang menyenggol kesayangan orang yang membuatnya gundah.


"Ck, main pergi aja lo setelah menabrak. Sini!"


"Ada apa? gue udah minta maaf" jawabnya tak mau kalah

__ADS_1


"Songong banget lo ya," emosi brian memuncak dan melayangkan tinju kearah arka tapi tak jadi keributannya, tangannya ditarik sahabat-sahabatnya


"Sana pergi" usir alex pada arka yang tahu akan keadaan hati brian tak baik.


"Lo itu kenapa sebenarnya, dia juga tak salah dan juga sudah minta maaf. kenapa lo seakan melampiaskan kemarahan lo padanya." nando membuka suara yang sudah geram atas sikap brian seharian ini.


Brian tak menjawab main nyelonong pergi dari ke4 sahabatnya.


"Dia galau tak melihat pujaan hatinya" kata tio datar menjelaskan membuat ketiga orang disana mellihatnya dan dia jalan meninggalkan semua.


"ck gue baru inget, Arsya tidak nongol seharian ini" cicit alex tersenyum akan permasalahan brian hari ini


"Balik"


Brian dengan kecepatan penuh mengendarai mobilnya seakan emosinya menghilang melayang, tanpa menyalakan tanda belok brian membelokkan mobilnya yang hampir saja tabrak mobil didepannya.


Brian turun. dengan emosi yang terbang kembali ikut menyelimutinya.


Tok


Tok


Tok


"Cepat Turun" teriaknya


Seorang gadis berpenampilan elegan dengan rok pendek diatas lutut dengan atasan blazer hitam tak lupa kaca mata hitam turun dari mobil.


Brian melongo terhipnotis gadis tersebut dan tidak jadi memaki-maki.


Gadis tersebut membuka kaca mata memandangnya.


"Ck elo!! cari mati? hangan depan mobil gue" katanya dengan aura dingin dan masuk kembali kedalam mobil. pergi meninggalkan brian yang masih bengong.


"Arsya bukan sih" ucapnya menepuk-nepuk pipinya


"Haishhhhh otak ini sepertinya perlu direfresh, terjangkit virussss" katanya lagi dengan bergeleng-geleng dan mengendarai mobilnya kembali.


_______________


Terimakasih untuk kalian yang sudah mendukung karya saya.


Semoga Allah selalu melimpahkan rizkinya pada kita semua. Aminnnn


Biasakanlan tinggalkan jajaknya ya kakak, saya tak skan bisa jadi lebih baik tanpa dukungan kalian.


Terimakasih

__ADS_1


๐Ÿ‘๐Ÿ‘


๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2