Sebatas Ibu Untuk Anakmu

Sebatas Ibu Untuk Anakmu
SIUA 40 Teman Lama


__ADS_3

Sebatas Ibu Untuk Anakmu (40)


Keduanya menikmati senja yang indah berdua untuk pertama kalinya setelah sepuluh hari berpisah.


" Setelah ini kita mau kemana dulu?," Rama bertanya pada istrinya yang masih menikmati minumannya.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Setelah berpikir,Salma akhirnya meminta untuk makan jagung bakar di warung pinggir jalan. Di sepanjang jalan menuju kosannya memang cukup banyak penjual jagung bakar.


Setelah melewati penjual jagung bakar yang cukup ramai, keduanya berhenti di tempat yang belum terlalui ramai. Masih ada tempat untuk keduanya duduk.


" Jagung bakarnya dua ya, Pak" pinta Rama.


" Siap, Den. Di tunggu ya." Rama menggandeng sang istri berjalan menuju meja kosong di dalam gazebo kayu.


" Dingin?," tanya Rama saat sang istri menggosok-gosokkan kedua tangannya.


" Hmm."


" Tunggu sebentar"


Rama yang duduk di samping Salma segera berdiri dan kembali ke mobilnya untuk membawa sesuatu.


Di sampingnya ada laki-laki dan perempuan yang baru turun dari mobil. Di susul mobil lain. Penumpang kedua mobil sepertinya memang saling mengenal karena mereka saling berbicara dan tertawa bersama.


Mereka pun masuk ke gazebo tempat Salma berada.


Salma yang fokus pada ponselnya tidak menyadarinya bahwa beberapa pasang mata melihat ke arahnya.


" Salma kan?," seru seorang pemuda yang sudah duduk di meja sebelah Salma. Mereka memang duduk lesehan.


Merasa namanya di panggil,Salma menengok ke sumber suara. Salma mengerutkan keningnya sejenak.


" Andika teman SMA kamu. Masa kamu lupa? Mentang-mentang beda kelas." ucapnya membuat pupil mata Salma melebar. Tidak menyangka akan bertemu teman SMA disana.


" Oh iya, Andika ketua OSIS kan ya?,"


" Ternyata masih ingat."


" Jadi, kamu beneran Salma?," seorang perempuan yang duduk di samping Andika melihat ke arah Salma.


" Kalila?,"


" Yups. Sekertaris OSIS yang kini jadi Calon istrinya ketua OSIS." kelakar Erika.


Salma pun mengedarkan pandangannya. Ternyata itu kumpulan geng anak OSIS saat ia SMA dulu. Ada Dina, Eliza dan Marsha sedang laki-lakinya selain Andika ada Tama, Doni dan Romi.


" Kalian sedang reunian ceritanya?"

__ADS_1


" Ya begitulah. Pasangan yang sebentar lagi menikah ini mau mentraktir kita. Setelah sekian purnama akhirnya mereka menikah juga. Mereka terakhir yang menikah di geng ini." jelas Erika.


" Ralat. Masih ada satu jombowan." Ucap Tama.


" Ah, benar. Si playboy David," Andika terkekeh.


Salma hanya tersenyum menanggapi obrolan mereka. " Tunggu, jadi kalian semua sudah menikah?," Salma yang memang sudah lama tidak mengetahui kabar teman sekolahnya bingung. Setahunya hanya beberapa yang sudah menikah.


" Kalau kamu melihat dengan cermat, Kamu akan tahu kalau mereka semua pasangan." tunjuk Andika.


Salma mengedarkan pandangannya. Benar. Dia baru menyadari bahwa mereka duduk berpasangan. Andika-Kalila, Tama-Erika, Dina-Doni dan Marsha-Romi.


" Kamu sendiri kesini dengan siapa?,"


" Maaf sayang,aku lama." Rama langsung duduk di samping Salma sambil meletakkan jaketnya di bahu Salma. " Pakai ini biar tidak dingin. Nanti anak kita kedinginan juga." Ucap Rama yang belum sadar dia sudah jadi pusat perhatian.


" Rama, itu beneran kamu?," Romi merasa tak percaya laki-laki yang ia ketahui sebagai suami dari Dewi itu ada di antara bersama mereka bahkan memanggil Salma dengan sebutan sayang.


" Eh, kalian disini?," Tanya Rama memasang wajah terkejut.


Apa Rama benar-benar tidak menyadari keberadaan teman-teman lamanya? Jawabannya tentu Rama tahu. Dari kejauhan terlihat mereka berbicara dengan akrab.


" Kamu sama Salma?," Erika menebak-nebak hubungan keduanya.


" Kami sudah menikah hampir dia tahun." jawab Salma. " Sementara pernikahanku dengan Dewi sudah lama kandas dan bertahan dia tahun saja." jelas Rama. Ia tidak mau ada kesalahpahaman lagi.


" Oh..." Semuanya hanya ber oh ria.


" Akhirnya jomblowan terakhir kita datang juga." Tama berseru.


" Jomblo-jomblo juga paling bertahan seminggu. Setelah itu bawa gandengan baru " timpal Doni.


Salma dan Rama memperhatikan laki-laki yang baru saja bergabung. Salah satu teman mereka juga. Geng anak OSIS yang terkenal playboy dari dulu.


David mengerutkan keningnya melihat ke arah Salma dan Rama.


" Mereka teman kita juga. Ingat kan? Salma dan Rama." Andika memberitahukan kepada David.


" Mereka..."


" Mereka sudah menikah hampir dua tahun." jelas Erika seolah tahu apa yang akan di tanyakan David.


" Dewi...?"


" Kamu sudah bercerai setelah dua tahun menikah." jawab Rama mengulang perkataannya.


Rama harus sabar jika ada yang bertanya tentang hubungannya dengan Dewi kini. Begitu pula Salma, ia harus berlapang dada. Hubungan suaminya dan Dewi sangatlah lama.


" Benarkah?," David tak percaya. Satu bulan yang lalu, ia bertemu Dewi dan dia tidak mengatakan apapun.

__ADS_1


Salma hanya diam. " Kami makan duluan ya. Pesanan kami sudah datang." Seru Rama menerima jagung bakar yang di serahkan padanya.


" Ah benar. Kita malah asyik ngobrol tapi belum pesan." Kalila berdiri untuk memessan jagung bakar untuknya dan teman-temannya.


Di meja yang agak jauh dari Salma dan Rama, David memperhatikan sikap keduanya.


" Kenapa? Ingat masa lalu saat di tolak Salma?," Doni menyikut David yang terlihat tak mengalihkan pandangannya dari Salma.


" Ya, karena itu kamu gagal taruhan kan?," Dina menimpali.


" Hmm. Tak ku sangka ada yang menolak pesonaku." kelakarnya.


" Tapi, jangan di perhatikan terus juga istri orang. Mana lagi hamil." tambah Dina.


" Apa? Benarkah?," David tidak percaya.


" Tadi Rama mengungkit tentang anak yang masih da dalam kandungan Salma."


" Ya, aku juga dengar." Doni mengganggukkan kepalanya.


Sementara Salma yang tidak menyadari diperhatikan oleh David terlihat biasa saja. Berbeda dengan Rama yang terlihat posesif. Terus menempel pada sang istri.


" Mas," Salma sejujurnya merasa risih sekalipun Rama adalah suaminya. Masalahnya ini tempat umum.


" Kenapa? Aku hanya menjaga bidadari ku dari mata yang jelalatan." Rama tak peduli Salma yang memprotes dirinya yang terus menunjukkan perhatiannya.


Dari mulai mengambilkan minum bahkan sampai membersihkan sudut bibir Salma dimana ada jagung yang menempel.


" Siapa yang jelalatan?," Salma melihat ke arah Rama.


" Playboy yang gagal menjadikanmu mangsanya dulu." jelas Rama.


Salma tersedak mendengar ucapan suaminya. Dengan sigap Rama mengambilkan minum dan membantu Salma minum.


" Alhamdulillah..."


" Sampai tersedak begitu." Kesal Rama


" Aku terkejut, Mas." kilah Salma.


Salma tidak tahu berita ia menolak David dulu sampai ke telinga Rama juga.


" Tapi, kenapa dulu kamu menolak dia saat menyatakan cintanya padamu?," Rama penasaran.


" Ah, sudah jangan bahas itu. Masa lalu." Salma tidak ingin menjelaskan apapun. Kejadian di masa lalu yang ia sendiri sudah lupa. Kalau bukan karena bertemu dengan teman lamanya, sudah pasti dia tidak akan ingat saat itu lagi.


" Ish, aku penasaran."


Melihat wajah suaminya, Salma jadi menahan tawa.

__ADS_1


"Jangab bilang kalau kamu..."


TBC


__ADS_2