
Sebatas Ibu Untuk Anakmu (73)
Jimmy kini duduk diantara kedua kakak beradik itu. Awalnya ia hanya menanyakan keberadaan Reina. Karena ingin menemuinya sebelum bertemu Robi.
Namun, sepertinya Reina tidak sengaja menekan tombol panggil setelah mengirim pesan pada Jimmy sehingga Jimmy bisa mendengar apa yang sedang di bicarakan keduanya. Bahkan dari awal.
Tidak sengaja? Benar. Reina memang tidak sengaja sehingga saat Jimmy memanggilnya setelah panggilan tersambung, Reina tidak menjawabnya. Dimana akhirnya Jimmy sadar dan diam untuk mendengarkan pembicaraan keduanya.
" Aku tak pernah berniat balas dendam. Aku serius ingin kembali menikahi Reina. Dengan sadar dan tanpa paksaan. Izinkan aku kembali menikahinya." ucap Jimmy tegas.
Reina tertegun. Ia melihat ke arah Jimmy yang menatap ke arah kakaknya. Jimmy dan Reina memang duduk bersebelahan. Bagaikan sepasang kekasih yang sedang meminta restu.
Di bawah meja, tangan Jimmy meraih tangan Reina dan menggenggamnya erat. Seolah meyakinkan Reina bahwa ia akan memperjuangkannya.
Reina melirik ke arah tangannya dan kembali melihat ke arah Jimmy yang tetap melihat lurus kedepan.
" Apa yang bisa kau janjikan dengan keadaanmu yang sekarang?," tanya Robi mencibir.
" Aku akan mengusahakan kebahagiaan untuk Reina dan Raja."
__ADS_1
" Mengusahakan seperti apa? Aku memberikan mereka tempat tinggal dan penghidupan yang mewah. Apa kamu yakin aku akan membiarkan kehidupan keduanya menderita dan serba kekurangan?,"
" Kak.."
Reina ingin menyangkal kata-kata sang kakak. Tapi, Jimmy mere_mas jarinya dan menggelengkan kepalanya. Memberi kode agar diam dan mempercayakan semuanya padanya saja.
Reina menurut. Ia akhirnya diam.
" Aku mungkin tidak bisa memberi mereka kemewahan. Tapi, aku berjanji akan membuat keduanya bahagia." diam sejenak. " Berbicara soal kemewahan, jangan lupa kalau kamu sendiri lah yang merenggut semuanya.
Menghancurkan perusahaan. Bahkan membuat semua tak mau mempekerjakan aku di perusahaan mereka karena takut perusahaannya kamu hancurkan. Bukankah mereka sudah kamu beri ancaman!,"
Robi diam. Benar. Itu memang ulahnya. Selain menghancurkan perusahaan, ia pun membuat Jimmy tidak di terima di perusahaan manapun padahal secara kompetensi, Robi akui Jimmy sangat handal.
" Itu balasan atas kesalahanmu menyakiti adikku," Robi beralasan. Ia tak ingin di persalahkan atas apa yang ia lakukan. Sekalipun itu hal buruk.
Kasih sayang pada adiknya begitu besar. Sehingga saat adiknya terluka, ia sangat murka.
" Jika kesalahanku di masa lalu sudah di balas dengan hancunya perusahaan. Bukankah tidak ada lagi alasan untuk menolak niatku memperistri Reina kembali? Apalagi apa yang terjadi padaku saat ini pun ada campur tangan mu juga,"
__ADS_1
Skak Mat!!
Robi kalah telak. Benar, Jimmy memang pandai soal bernegosiasi. Ia kini tak bisa melawan lagi. Alasan yang masuk akal.
Robi mende_sah. Tak ada lagi yang bisa ia jadikan alasan untuk menghentikan keinginan keduanya. Keduanya? Ya, bukankah Reina pun menginginkan kembali pada Jimmy. Bahka ia berkata dengan lantang bahwa tak pernah sekalipun membenci laki-laki yang kini jadi suaminya.
Robi memundurkan kursinya. Ia bediri dan melangkahkan kakinya ke luar. Merasa sudah tak bisa lagi berkata-kata.
" Kak..." panggil Reina lirih.
Kakaknya tidak boleh pergi tanpa memberikan kepastian pada keduanya. Sudah sejauh ini.
Walaupun ia yakin kakaknya merestui mereka. Namun, ia ingin kata yang jelas untuk mempertegas bahwa kakaknya itu benar-benar memberikan restu padanya.
" Berikan kami keputusan terlebih dahulu sebelum kakak pergi." pinta Reina saat Robi berhenti melangkah karena panggilannya.
Robi diam beberapa saat.
TBC
__ADS_1