
Sebatas Ibu Untuk Anakmu (71)
" Mom, Daddy kemana?,"
" Daddy harus pergi lagi karena Daddy harus kembali bekerja."
" Apa Daddy akan pergi lama dan tidak bisa berjumpa denganku lagi?,"
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Tiga minggu sudah Jimmy kembali ke kota tempat ia mengumpulkan pundi-pundi uang. Memulai kembali semuanya dari nol. Saat semua harta benda yang ia miliki habis untuk membayar semua hutang karena perusahaan yang bangkrut.
Dendamkah ia pada Robi yang telah menghancurkan semuanya? Jawabnya adalah pernah saat awal-awal ia merasakan kehancurannya.
Namun, seiring berjalannya waktu, disaat ibunya yang semakin hari semakin menurun kesehatannya karena kepergian sang ayah, Jimmy mulai sadar. Ya, ayahnya lebih dahulu meninggal karena serangan jantung. Sementara sang ibu mengikuti kepergiannya beberapa bulan setelahnya.
Semua bukan salah siapapun. Ini hanya akibat dari apa yang ia perbuat. Ya, jika ada yang harus disalahkan, maka dia sendirilah orangnya.
Hingga akhirnya, dendam itu perlahan pudar dengan sendirinya. Berganti dengan rasa bersalah dan penyesatan.
Jika kata andai bisa mengembalikan semuanya, ia akan senantiasa berandai-andai. Namun, kata andaikan tidak pernah bisa merubah apa yang sudah terjadi.
" Daddy, kapan kita bisa bertemu lagi?," tanya Raja dengan tatapan sendu saat menelpon Jimmy.
__ADS_1
Kebiasaan yang selalu ia lakukan setiap malam sebelum tidur. Ya, hampir setiap hari ia dan Raja melakukan video call. Bahkan Raja lebih dahulu menghubunginya.
" Daddy belum tahu. Maaf," Ada perasaan bersalah yang hinggap di hati Jimmy. Melihat betapa sedihnya Raja apalagi saat pertama menelpon karena ia yang tidak tahu kepergian Jimmy.
Di samping Raja, Reina menahan tangisnya. Sedih saat Raja selalu bertanya kapan Jimmy pulang. Apalagi kini ia tahu sejauh mana kehidupan mantan suaminya itu berubah.
Namun, satu yang ia syukuri. Kini Jimmy menjadi pribadi yang berbeda. Hangat dan sangat perhatian pada Raja. Bahkan ia mengirim uang sebagai nafkah untuk Raja walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak. Dibandingkan apa yang dimiliki Reina saat ini.
" Raja, apa Daddy boleh berbicara dengan Mommy?,"
Jimmy ingin mengatakan sesuatu yang selama ini ia pendam.
" Tentu. Mom, ini Daddy ingin berbicara," Reina tersadar dari lamunannya.
" Ah iya, kak. Ada apa?," tanya Reina tersadar dari lamunannya.
" Aku ingin berbicara berdua,"
" Baiklah." Reina paham kode dari Jimmy dan segera meminta Raja mengerjakan tugas sekolahnya. Mengusir Raja secara halus.
" Apa yang ingin kakak bicarakan?,"
" Reina, bisakah kamu memberikanku kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan kita." Diam sejenak. "Jika rasa cintamu padaku telah hilang, bisakah kamu lakukan ini demi Raja dan aku berjanji akan membuatmu kembali mencintaiku."
__ADS_1
Setelah berminggu-minggu hanya bisa berkomunikasi dengan Raja melalui video call, bolehkah jika Jimmy ingin egois dan bisa dekat dengan sang anak tanpa ada jarak?
Reina diam. Bingung harus menjawab apa. Jika di tanya apakah masih cinta. Tentu jawabnya adalah iya.
" Aku mungkin tak bisa memberikannya kemewahan seperti yang selalu kamu dapatkan. Tapi, aku berjanji akan selalu berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian berdua seandainya kamu memberikanku kesempatan itu,"
" Kenapa tiba-tiba?," tanya Reina.
" Sebenarnya tidak tiba-tiba. Semenjak aku sadar aku telah melakukan kesalahan padamu, aku ingin memperbaiki semuanya. Namun, semuanya terlambat."
" Kenapa?,"
" Karena saat itu kakakmu datang memberiku akta perceraian,"
" Apa kamu serius dengan perkataanmu, kak?,"
" Tentu. Apa kamu ragu karena aku sudah tak memiliki apapun?,"
" Bukan karena itu."
" Lalu apa yang membuatmu ragu?,"
TBC
__ADS_1