
Sebatas Ibu Untuk Anakmu (72)
" Tentu. Apa kamu ragu karena aku sudah tak memiliki apapun?,"
" Bukan karena itu."
" Lalu apa yang membuatmu ragu?,"
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Setelah berpikir matang, Jimmy akhirnya memutuskan untuk menuju tempat tinggal Reina.
Semalam, ia sudah berbicara banyak dengan Reina. Satu yang menjadi permintaan Reina jika Jimmy serius dengan perkataannya adalah agar segera menemui kakaknya. Robi.
Disinilah Jimmy berada di dalam pesawat yang akan mengantarkannya ke kota tujuannya.
...******...
" Daddy, sebentar lagi aku akan bertemu Daddy Jimmy," Raja menghampiri Robi yang baruturun untuk sarapan bersama.
Robi menatap Reina seolah menanyakan kebenarannya.
" Benar," jawab Reina singkat.
" Kamu senang?,"
" iya. Daddy Jimmy berjanji akan selalu menemaniku. Aku senang."
" Apa kamu tidak senang selama ini?,"
__ADS_1
" Senang. Tapi, jika nanti Daddy menikah, waktu Daddy denganku akan berkurang. Seperti Daddy Anton yang mulai sibuk karena akan menikah."
Robi diam. Menikah? Ia belum terpikirkan kesana. Ia terlalu sibuk memikirkan adik dan keponakannya sampai tak memperhatikan dirinya sendiri.
" Ya, sudah. Hari ini Daddy antar ke sekolah ya,"
" Hore!!!," Raja bersorak. Biasanya ia akan di antarkan supir dan mommi nya saja.
Mereka pun berangkat mengantarkan Raja ke sekolah. Raja berceloteh tentang Jimmy dengan senangnya tanpa memperhatikan Robi yang sibuk dengan pikirannya.
" Dadah" Raja melambaikan tangannya memasuki gerbang sekolah.
" Kita perlu bicara." ucap Robi saat melakukan mobilnya meninggalkan sekolah Raja.
" Restui kami," Reina langsung mengatakan dengan tegas saat keduanya sedang duduk di sebuah ruang VIP di sebuah restoran.
" Kamu dan dia akan kembali?," Robi tidak terlalu terkejut melihat keputusan sang adik. Melihat wataknya, tentu mudah baginya memaafkan kesalahan Jimmy. Apalagi Jimmy adalah laki-laki yang Reina cintai.
" Kenapa? Apa demi Raja? Hanya demi Raja?,"
" Kakak tahu aku seperti apa. Aku tak pernah sedikitpun membencinya sekalipun ia menyakitiku. Cintaku terlalu besar padanya."
" Cinta membuatmu buta."
" Ya. Aku sadar itu." Reina tak mengelak.
" Kamu bahagia jika kembali menikah dengannya?,"
" Sangat. Tidak hanya aku, Raja pun sama. Kakak bisa melihatnya bagaimana ia begitu antusias hanya karena Jimmy berkata akan selalu di dekatnya. Padahal selamat ini kakak dan Kak Anton selalu ada di dekat Raja. Menemaninya."
__ADS_1
Robi mengangguk.
" Bagaimana jika dia hanya memanfaatkan mu. Dia telah kehilangan segalanya. Atau mungkin dia hanya ingin membalaskan dendamnya padaku dengan kembali menyakitimu juga Raja. Robi berusaha menggoyahkan keinginan Reina.
" Aku percaya dia tidak seperti itu. Dia banyak berubah. Itu yang aku lihat selama beberapa Minggu ini saat ia dan Raja berkomunikasi."
" Dia tak bisa memberikan apapun. Dia tak sekaya dulu."
" Aku mencintai Kak Jimmy, bukan mencintai harta yang ia miliki."
Robi tersenyum sinis. " Bagaiman bisa kamu tulus mencintai orang sepertinya?. Aku saja masih marah jika ingat apa yang ia lakukan."
" Seperti kakak bilang, cinta membuatku buta." diam sejenak.
" Coba kakak bayangkan ada di posisinya yang tidak bisa melakukan apapun atas perjodohannya dengan wanita yang tidak ia cintai. Ia hanya berontak. Jika mencari siapa yang salah? Maka akulah jawabannya.
Demi keinginan memilikinya, aku membuat rencana itu. Aku yang terlalu menginginkannya. Karena jika tidak dengan cara itu, dia tak akan pernah melirikku sedikit pun." jelas Reina panjang lebar. Hatinya berdenyut nyeri menyadari ialah sumber dari semua kesalahan.
Robi termenung, ia membenarkan apa yang dikatakan Reina. Reina sendiri yang terlalu berambisi memiliki Jimmy yang jelas-jelas mencintai wanita lain. Hingga akhirnya wanita itu meninggalkan Jimmy karena tahu perjodohan yang terjadi.
" Kalau dia benar-benar datang untuk membalaskan dendamnya, bagaimana?,"
" Aku akan menghadapinya. Aku memang salah dan kakak pun salah karena telah menghancurkan perusahaan ayah mertuaku yang ia rintis dari nol. Jika benar kak Jimmy ingin balas dendam, aku terima."
Ceklek
" Aku tidak pernah berpikir seperti itu."
Deg
__ADS_1
TBC