
Sebatas Ibu Untuk Anakmu (48)
" Mungkin karena ia berpikir Ical adalah anak kandung saya. Dia juga sepertinya tidak tahu bahwa Ical bukan anak kandung saya."
Ayah David mengangguk. " Sejujurnya, jika saya boleh egois, saya sangat ingin Faisal tinggal bersama kami..."
Deg
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Ayah David hanya tersenyum melihat wajah terkejut sepasang suami istri yang ada di depannya.
" Namun, saya tidak bisa bersikap egois. Apalagi ini berhubungan dengan psikologis anak yang tidak bisa di remehkan begitu saja.
Sebagai seorang yang memiliki yayasan pendidikan, sedikit banyak saya tahu apa dampaknya jika kita memaksa kehendak kita pada anak seusia Faisal.
Saya sebagai kakeknya tidak mungkin melakukan hal bodoh hanya demi bisa tinggal dengan cucu kandung saya."
Rama dan Salma merasa lega.
" Saya melihat Faisal sangat bahagia bersama kalian. Padahal kalian bukan orang tua kandungnya. Melihat bagaimana kalian memperlakukan Faisal, saya merasa lega dia berada di tangan yang tepat."
" Terimakasih."
" Hanya saja saya minta, jika anak kalian sudahahir nanti, kalian tidak menganaktirikan Faisal." pinta Ayah David.
" Jadi, nak Salma sedang mengandung?," tanya Ibu David tidak menyangka.
Perut buncit Salma memang tidak terlalu terlihat karena gamis longgar yang Salma pakai.
" Alhamdulillah. Sudah jalan lima bulan." jawab Salma.
" Alhamdulillah."
" Untuk itu, Om dan Tante tidak perlu khawatir karena saya insya Allah akan tetap memperlakukan Ical seperti biasa tidak akan ada yang berubah. " Janji Rama.
Semua yang mendengar menganggukan kepalanya. Mereka percaya.
" Untuk masalah ibu kandung Dewi yang ingin mengambil hak asuh Ical, apa Om bisa membantu?," tanya Rama sopan.
" Saya sebenarnya tidak masalah jika Dwi memang ingin mengurus Ical. Tapi, dia tidak terlihat ingin mengurus Ical. Dia hanya ingin agar saya menderita berpisah dengan Ical yang sudah sangat saya sayangi. Tidak lebih.
Bahkan dia tidak memikirkan bagaimana Ical kedepannya jika di ambil secara paksa. Saya hanya khawatir akan kalah di persidangan apalagi saya bukan siapa-siapa. Sekalipun saya lah yang mengurus Ical selama ini. Namun kadang hasil persidangan tidak bisa di prediksi."
Bukan tidak percaya pada persidangan nanti. Namun, Rama punharus punya sokongan agar ia bisa memenangkan hak asuh Faisal.
Ayah David mengangguk.
__ADS_1
" Kalian tenang saja. Kamu akan membantu semampu kami. Kami juga tidak ingin Faisal merasakan tekanan karena harus tinggal dengan Dewi yang tidak dekat dengannya." jelas Ayah David.
" Saya hanya meminta pada kalian agar jika sekali-kali kami ingin Faisal menginap, kalian mengizinkannya." pinta Ayah David
" Tentu selama Ical mau. Kami tidak akan melarangnya." jawab Rama.
...******...
" Celin ayo makan dulu," ajak Naila pada keponakannya.
" Sebentar Tante. Celin mauain sama kak Ical."jawab gadis kecil yang selalu membawa boneka kelinci itu.
" Kak Ical juga mau makan kok."
" Baiklah." Celina mendekati Naila dan duduk di sampingnya.
" Aku pikir Celin anak kamu" Ucap Salma
Melihat adik David itu selalu di samping Celin, Salma berpikir Naila lah ibunya. Apalagi mereka juga tidak memperkenankan secara jelas hubungan Celin dan Naila.
Naila tersenyum. " Banyak yang berpikir seperti itu jika aku mengajaknya jalan-jalan. Namun, aku hanyalah tantenya. Celin itu anak sepupuku. " jelas Naila.
Kini Salma dan Naila sedang menyuapi Faisal dan Celin sambil menemani mereka bermain di ayunan di pinggir gazebo.
" Ayah ibunya bekerja?,"
" Sebenarnya ceritanya cukup rumit dan aku tak berhak menceritakannya. Hanya intinya, orang tuanya berpisah. Ayahnya sibuk bekerja dan ibunya entah kemana."
Kalau di pikir-pikir, nasibnya hampir sama dengan Faisal. Hanya saja Rama selalu menyempatkan diri menemani Faisal juga ada Salma yang sudah menjadi ibu sambung Faisal.
" Tidak apa-apa. Aku kasihan karena itu mengajak Celin tinggal bersama kami."
Salma tersenyum merasa kagum karena keluarga itu peduli pada Celin.
...******...
" Ical nanti liburan lagi ke tempat Opa ya," pinta Ayah David.
Setelah menghabiskan waktu bersama cucunya, kini ia terbiasa memanggil nama panggilan Faisal.
" Siap Opa." Faisal memeluk Opa nya.
Faisal senang karena kini keluarganya bertambah. Ia juga mendapatkan teman baru yang tidak lain adalah Celin yang sangat manis. Faisal senang karena ada yang memanggilnya kakak.
Mereka akhirnya pulang setelah perpisahan yang cukup mengharukan karena Celin yang tidak ingin di tinggal oleh Faisal. Ia sudah sangat senang karena bisa memiliki teman bahkan seorang kakak.
Setelah bujuk rayu dari semua anggota keluarga David, Celin pun tidak histeris lagi.
__ADS_1
" Om janji ajak Celin ke rumah kak Ical ya." pinta Celin sambil sesenggukan saking lamanya menangis.
" Nanti kalau kak.ical libur sekolah, kita main kesana. Om janji."
Di mobil, Ical duduk tenang sambil memakan Snack yang tadi di beli. Hingga terdengar ponsel David berbunyi menampilkan wajah Celin.
📲" Om, Celin mau lihat kak Ical." ucap Celin langsung mencari Faisal saat video call tersambung.
📱" Sebentar."
" Salma, maaf ini Celin." David menyerahkan ponsel miliknya pada Salma yang duduk di belakang bersama Salma.
📲 " Kak Ical belum sampai?" tanya Celin. Salma dan orang dewasa lainnya hanya tertawa. Mereka baru setengah jam meninggalkan villa dan Celin sudah bertanya sudah sampai rumah.
📱" Belum. "
Mereka pun berbicara berdua. Kadang para orang dewasa hanya tersenyum mendengar obrolan kedua anak kecil itu.
Sampai akhirnya mereka mengakhiri sambungan telponnya saat merasa lelah. Faisal tertidur bahkan sampai ia sampai ke rumah.
" Mau mampir dulu?," ajak Rama pada David yang masih di dalam mobil.
" Tidak, terima kasih"
" Aku pikir kalian kabur..." menyadari ada mobil masuk ke dalam rumah, Dewi yang menunggu di dalam mobilnya di sebrang jalan langsung menghampiri mobil dimana Rama batinsaja turun.
" Ada apa lagi?," tanya Rama malas. " Bukannya kita akan bertemu di pengadilan?,"
" Aku hanya penasaran. Kamu yakin memilih bertemu di pengadilan saja. Ya, aku kira kamu berubah pikiran." jawab Dewi yang belum sadar jika di dalam mobil ada David.
" Tidak. Aku tidak akan berubah pikiran. Sampai bertemu di pengadilan." Rama berusaha mengambil Faisal yang tertidur di mobil.
Dewi berdecak kesa. Sementara Salma hanya menggelengkan kepalanya. Untuk perjuangannya, Salma salut. Sayangnya, Dewi sedang berjuang menghancurkan rumah tangganya.
" Sudahlah, Wi. Kamu hanya melakukan sesuatu yang sia-sia. Seperti apa yang suamiku bilang, sampai bertemu di pengadilan. Jangan khawatir, kami tidak akan pergi kemanapun. Apalagi kabur dengan membawa Ical." Salma turun dari mobil.
" Salma, kenapa sih kamu bukannya setuju saja kalau Rama menikah denganku. Jadi kan tidak perlu berurusan dengan pengadilan."
Salma terkekeh. Dewi ini aneh. Padahal dia sendiri yang memperkarakan masalah hak asuh sehingga melibatkan pengadilan.
Salma yang malas meladeni, langsung berjalan ke arah pintu masuk untuk membuka pintu yang terkunci di ikuti Rama yang menggendong Faisal.
" Kamu mau apa lagi , Wi? Bukannya kalian akan bertemu di pengadilan?,"
Deg
" Kamu disini? Sedang apa?," Dewi terkejut saat David keluar dari mobil grand ia lewati. Karena fokus pada Rama ia tidak sadar di dalam mobil ada David.
__ADS_1
" Bertemu anakku. Apa lagi?,"
TBC